Remaja Korban Bullying di Dunia Maya Lebih Sulit Sembuh Secara Psikologis Remaja Korban Bullying. Banyak yang berita dan artikel yang mengulas tentang cyber bullying atau bullying di dunia maya dan dampak sosial media pada kehidupan remaja. Namun, bullying seperti apa yang terjadi pada mereka di dunia maya? Apa bedanya dengan siksaan di dunia nyata? Dengan cara apa remaja dapat menerima pengalaman-pengalaman intimidasi itu dan menyebutnya pengalaman berharga?

Remaja dan Media Sosial

Media sosial sebenarnya dapat berfungsi untuk meningkatkan dan mendekatkan hubungan dengan teman sebaya pada masa remaja. Di sisi lain, media sosial juga dapat menyediakan forum untuk timbal balik negatif yang bisa sangat menyakitkan bagi remaja. Begitu yang dikatakan Hollie S., PhD yang merupakan seorang dokter yang mengkhususkan diri dalam mengobati psikologi klien yang berusia remaja dan keluarga mereka.

Remaja tidak bisa memroses pengalaman-pengalaman emosional mereka yang menyakitkan dengan cara yang sama saat bereka mendapatkan pengalaman yang buruk di dunia nyata. Tidak ada juga cara mengibati hal tersbeut secara online.

Cara-Cara Intimidasi Online

Hollie menyebutkan beberapa cara yang dilakukan untuk mengintimidasi remaja-remaja tersebut secara online. Dan, hal ini berbeda dengan yang terjadi di kafetaria  SMA atau di tempat nyata lainnya. Salah satu contohnya, korban tidak dapat langsung melihat pelaku – yang bisa jadi mengubah sikap pelaku tersebut. Korban juga tidak dapat melihat atau merasakan respon dari orang-orang yang mungkin datang untuk membantunya atau setidaknya merasakan simpati. Selain itu, kurang adanya orang tua atau wali yang dapat menjadi otoritas di dunia maya, kecepatan informasi, dan kurangnya kontak personal yang terlibat dalam cyber bullying memungkinkan lebih banyak orang untuk bergabung dalam mengejek dengan cara aktif meski tidak secara langsung. Pernyataan-pernyataan  negatif yang dibuat online lebih luas dampaknya daripada yang dibuat secara pribadi.

Bagaimana Cara Mengatasi Cyber Bullying

Remaja Korban Bullying Meskipun terdapat perbedaan, korban tetap merasakan sakit secara emosional, baik bullying itu terjadi online atau di dunia nyata. Yang harus digaris bawahi adalah, dunia maya memiliki isolasi yang sulit untuk mengadakan atau memberikan dukungan sosial.

Karea itu, sangat penting sekali membrikan pelatihan bagi para remaja dalam mengatasi cyber bullying. Keluarga dan konselor remaja di sekolah perlu membekali strategi dan keterampilan yang mereka butuhkan untuk mengatasi pengalaman-pengalaman ini, serta isu-isu harga diri, hubungan keluarga, tekanan teman sebaya, dan arti sejati dari persahabatan yang begitu umum pada masa remaja.

Psikologi Mania