Pulihkan Trauma Masa Lalu Dengan Meningkatkan Spiritualitas

Pulihkan Trauma Masa Lalu Dengan Meningkatkan Spiritualitas

November 8, 2016 Off By admin

Pulihkan Trauma Masa Lalu Dengan Meningkatkan SpiritualitasNama : Widya x
E-mail : widyxxx@gmaxx
Judul : introvert (Trauma Masa lalu)
Isi Konsultasi : saya baru sadar bahwa saya introvert setelah saya berumur 20 tahun. kepribadian introvert saya terbentuk semenjak saya dari kecil. kepribadian introvert saya juga terbentuk dari keluarga. mungkin mememang saya nakal sehingga saya sering dipukuli oleh orang tua saya sampai memar, dimarahinbpun sering, dikurung di kamar mandi juga pernah. padahal saya orangnya tidak bisa dikerasin sama sekali. sehingga membuat psikis saya mungkin terganggu tiap mengingat masa kecil saya.

saya orangnya berperasaan banget. ada kalanya saya pernah memberanikan diri untuk bunuh diri ketika aku dimarahin oleh ayahku. ayahku memang orangnya keras. hal terburuk itu pun aku tidak akan melupakannya karna disaat itu di pikiranku hanya ada kata ‘bunuh diri’. aku disaat itu nangis sekali sampai mamaku menenangkanku tapi sayangnya tubuhku seperti roh jahat menguasai ku untuk mengambil pisau di dapur. sampai akhirnya gagal karna aku langsung berdoa pada Tuhan untuk menurunkan Roh KudusNya padaku. mulai dari ibuku mengerti kalau aku tidak bisa dimarahi setelah aku berumur 18 tahun. aku orangnya tidak suka share permasalahanku ke orang lain terlebih orang tuaku.

aku orangnya tertutup. jadi jika ada permasalahan apapun atau hatiku dilukai sesakit apapun aku lebih memilih memendamnya pada diriku sendiri. untuk permasalahan dan hati disakiti oleh orang lain aku cuma butuh waktu saja untuk memulihkan hatiku. jika orang menyakitiku aku lebih memilih diam. ketika saat aku sendiri barulah aku menangisinya. kalau ada masalah aku selalu kepikiran tiada hentinya. aku selalu menangis mengurung diri di kamar jika aku sakiti orang lain. aku pun kalau sakit tidak suka kabarin ke teman soalanya aku pernah diopname trus aku bilang ke temen temenku kalau aku sakit tapi pada akhirnya aku dimarahin oleh ibuku “untuk apa kamu ngasih tahu ke temen temenmu kalau sakit?gak usah bilang segala” mulai detik itu pun kalau aku sakit aku tidak bilang ke siapa siapa.

bagiku pun gak ada manusia yang dapat dipercaya. gak ada namanya sahabat manusia dalam kehidupanku. aku selalu cerita masalahku cuma pada sahabat sejatiku yaitu Tuhan. Dia yang selalu menemani aku dan mendengar keluh kesahku. Dia Sahabat Sejatiku. Dia yang merawatku ketika aku sakit parah di luar kota. hanya Dia yang peduli dan menguatkanku. epercayaan saya sudah menghilang dengan manusia. tidak ada satu orang pun yang bisa saya ajak berbagi cerita. aku belum pernah mendapatkan temen yang sejalan dan sepaham dengan saya. entah saya menikmati jika saya sendiri tanpa adanya orang lain. oleh karena itu saya benci di tengah keramaian. menurut anda saya sudah separah apa yah? saya lelah sekali diliharkan jadi introvert. tiap saya ada masalah atau kata kata yang melukai hati saya, saya selalu memendamnya. hati saya terlalu sakit. saya merasa tidak punya teman. saya sudah ternlanjur nyaman dalam posisi saya inu

Jawaban

Hai Widya Yolanda, apa kabarnya? Semoga saat ini sedang dalam keadaan yang sehat dan tetap semangat yah.

Pertama-tama, saya mendeteksi ada masalah trauma masa lalu yang besar muncul di dalam diri anda. Perilaku dan sikap yang ditunjukkan oleh anda bukan disebabkan karena kecenderungan kepribadian anda yang introvert, namun lebih diarahkan kepada luka ataupun trauma masa lalu. Takut dimarahi, takut salah, pernah dipukul, itu adalah salah satu hal yang sangat mungkin menimbulkan trauma masa lalu dan luka masa lalu. Jadi, kita samakan persepsi terlebih dahulu ya, bahwa permasalahan yang anda alami saat ini kecenderungan nya adalah bukan karena anda adalah orang yang Introvert, melainkan karena luka dan trauma masa lalu.

Separah Apa Diri Anda?

Keinginan untuk bunuh diri atau suicide idea akibat trauma masa lalu sebenarnya tergolong gejala-gejala yang berat. Namun demikian, apabila dilihat dari riwayat anda, anda berhasil melewati semua hal ini, dan sepertinya memiliki cara terbaik untuk mengatasi nya, yaitu mendekatkan diri dengan nilai-nilai agama yang anda percayai.

Religiusitas dan spiritualitas dalam pandangan ilmu psikologi adalah sebuah cara yang bisa dilakukan dalam menghadapi stres, depresi, dan masalah berat lainnya, begitu juga dengan trauma healing. Salah satu bentuk religiusitas dan spiritualitas ini adalah menguatkan spirit / jiwa / ruh yang ada di dalam diri anda dan mendekatkan diri kepada pencipta sesuai dengan kepercayaan anda.

Secara garis besar, manusia terdiri dari 2 aspek, yaitu tubuh atau badan dan ruh atau jiwa. Banyak orang hanya terfokus pada aspek tubuh / badan atau yang dalam ilmu spiritual dan keagamaan seringkali dikenal dengan sisi duniawi saja, dan melupakan sisi spiritual nya.

Anda adalah salah satu orang yang hebat, karena meskipun berada dalam kondisi tertekan dan penuh dengan luka dan trauma masa lalu, anda mampu mengingat Sang Pencipta dan mampu berdoa menghadapi permasalahan anda, yang membuat anda menjadi merasa lebih baik.

Apa Yang Bisa Dilakukan?

Melihat dari situasi dan kondisi yang anda alami saat ini, trauma masa kecil yang anda alami bisa anda atasi dengan lebih menguatkan spiritualitas dan religiusitas anda. Pusatkan energi yang anda miliki ke arah Sang Pencipta. Rasakan segala macam berkah dan anugerah yang telah diberikan oleh-Nya kepada anda. Rasakan kenyamanan dan ketentraman jiwa saat anda “bercerita” kepada-Nya. Bisa juga dibantu dengan berbagai macam musik-musik yang menentramkan, musik relaksasi, atau mungkin musik rohani yang menenangkan, dan sebagainya.

Ketika anda sudah memiliki  spiritualitas yang tinggi, hal ini akan sangat membantu anda dalam memulihkan trauma masa lalu anda. Dan apabila anda berhasil memulihkan trauma masa lalu anda, anda bisa lebih menerima diri anda, dan mungkin saja nanti anda bisa lebih terbuka dengan orang lain. Selamat mencoba. Psikologi Mania