Permasalahan Psikologis Mahasiswa Yang Bekerja dan Kuliah

Permasalahan Psikologis Mahasiswa Yang Bekerja dan Kuliah

April 6, 2017 Off By admin

Permasalahan Psikologis Mahasiswa Yang Bekerja dan KuliahNama : Rania
E-mail : atikasxxx@gmail.com
Judul : Perkembangan dan klinis (Bekerja dan kuliah)
Isi Konsultasi : Dok, aku seorang mahasiswa yang kegiatan nya sambil bekerja di suatu perusahaan berbasis persero. Jam kerja dari senin-jumat, lalu kuliah sabtu-minggu. Hampir membuat aku ngerasa ngga tau harus berbuat apalagi. Semacam ga punya me time ama diri sendiri, teman, bahkan keluarga. Meski terkadang kalau malam pulang kerja tetap bisa kumpul keluarga dan hangout dengan teman, tapi setelah sampai dirumah aku itu selalu sedih, bahkan karna hal sepele sering nangis ga jelas.

Terjebak macet di jalanan aja aku sering nangis bahkan triak di dalam mobil. Sering ngerasa sepi padahal lagi di tengah keramaian. kayak hambar hampa kosong. Mood sering berubah ubah dalam sekejap. Awal nya mengira cuma berlangsung beberapa hari. Sudah berbulan bulan merasakan stress yang dirasa mendalam sekali. Setiap di jalan selalu ngerasa bakal jatuh, kecelakaan, bahkan ngerasa mau mati dalam waktu dekat. Sering mikir sendiri apa aku ini gila, kemudian meyakinkan lagi kalau aku ini ga gila kok, kemudian nangis. Denger lagu lagu melow aja rapuh bawaannya. Ngerasa butuh bahu seseorang itu benar, dulu saat punya pasangan setiap moood ga baik memang nangis di hadapan pasangan sampe sesegukkan dan akhirnya membaik karna ngerasa ada yg menghibur.

sekarang semenjak sendiri dalam kurun waktu 6 bulan, aku kayak ga nemu orang yg bisa di percaya buat berbagi ttg “gila” nya aku ini dok. Takut mereka ngira aku punya sakit kejiwaan, tapi aku nyangkal kalo aku ga begitu. dok, apa solusinya ? Aku hampir ga bisa tidur dengan tenang. Makan pun susah, tapi berat badan ku naik drastis. Aku yang awal nya aktif di semua sosial media, sekarang ngerasa ingin menutup akses dengan media sosial. Akun akun medsos sudah hampir di tutup semua. Aku benar2 ga mau ada orang yang tau keadaan aku lewat medsos, meski sesekali masih ingin membuka, tapi berfikir lagi kalau hal pribadi ga akan mau aku bagikan ke media sosial. Aku takut ada yg ngikuti aku kalau aku jalan. Aku tuh takut kalau bakal mati nantinya. Aku takut sama motor2 yang nyalip dengan cepatnya. Dok, apa kah aku ini gila ? 🙁

Jawaban

Mahasiswa yang bekerja dan kuliah – Hai Rania, bagaimana kabarnya? Semoga saat ini selalu dalam keadaan baik dan sehat selalu ya.

Waduh, sepertinya kurang tepat kalau mengatakan bahwa anda itu “gila” loh ya. Karena definisi seperti itu sangatlah kompleks, dan tidak dapat didiagnosa begitu saja, hanya karena ansa sering menangis atau merasa stress. Hal yang paling mungkin terjadi pada anda adalah anda hanyalah sedang penat dan mungkin tertekan dengan situasi yang anda alami. Hal ini mungkin memunculkan kecemasan di dalam diri anda, bahkan sampai anda mengalami insomnia, alias sulit untuk tidur.

Dan lagi, ada beberapa harapan atau masa-masa yang sebenarnya anda rindukan. Misalnya masa-masa bebas tanpa harus sibuk bekerja. Menikmati masa muda anda bersama teman-teman. berinteraksi dan lain sebagainya. Rasa hampa yang anda rasakan tersebut mungkin juga adalah akibat dari kesibukan dan padatnya aktivitas hingga anda melakukan hal-hal tersebut seperti begitu saja, tidak ada rasanya. Anda merasa anda mati rasa dengan apa yang sedang anda lakukan. Bukankah begitu ?

Ada beberapa hal yang bisa anda lakukan untuk mencegah supaya hal ini tidak terus-terusan membelenggu diri anda. berikut ini adalah beberapa hal yang mungkin bisa anda coba untuk membantu anda menjadi lebih baik :

  1. Melakukan rekreasi

Rekreasi dalam rangka refreshing dan “kabur” dari persoalan sepertinya akan sangat membantu anda dalam menghadapi situasi tersebut. Rutinitas yang padat, pastinya akan sangat berat dan memiliki kemungkinan yang sangat besar untuk menyebabkan stress dan rasa tertekan. Karena itu, anda bisa mencoba untuk melakukan rekreasi, tidak perlu jauh dan mahal. Cukup dengan melakukan hobi anda, berkeliling blok rumah, karaoke, cuci mata di mall, belanja, pergi ke kebun binatang/taman kota, dan lain sebagainya bisa menjadi salah satu cara yang efektif dalam membantu anda menghadapi stress tersebut.

  1. Melakukan relaksasi dan juga meditasi

Relaksasi merupakan salah satu teknik dasar yang paling mudah dilakukan ketika anda berada dalam situasi yang berat, dan stressful. Untuk melakukan relaksasi, anda bisa melakukan langkah-langkah relaksasi yang pernah dimuat di dalam psikoma. Selain itu, belajar meditasi, atau yoga juga bisa menjadi salah satu alternatif pemecahan masalah yang anda alami. Kegiatan ini akan memberikan rasa tenang dan nyaman, sehingga anda bisa mengatur kondisi anda, agar tidak mengalami situasi yang menyebabkan anda merasa “gila” tersebut.

3. Memandang Dari Sudut Pandang Yang psoitif

Memandang dari sudut pandang positif ini sangat bermanfaat untuk mengembalikan kembali, gairah dan semangat anda dalam menjalani perkuliahan dan bekerja. Memandang dari sudut pandang yang positif ini seperti, melihat dari kacamata kesiapan menghadapi masa depan anda dibandingkan rekan-rekan anda yang kerjaannya hanya kuliah-pulang, kuliah-pulang saja. Atau dari kacamata pekerja, yang mana anda akan memiliki keterampilan yang lebih dan skill yang di atas rata-rata, karena anda memiliki kemampuan dalam menyelesaikan pekerjaan professional disamping itu anda juga memiliki pengetahuan yang luas di bidnag akademik.

Mahasiswa yang Bekerja Dan Kuliah

Permasalahan ini juga dialami mahasiswa yang bekerja dan kuliah juga kok. Namun jika anda mampu beradaptasi secara tepat dengan beberapa hal di atas, semoga anda dapat menyeimbangkan dan mendapatkan timing tepat antara bekerja dan kuliah.

Itu adalah 3 hal yang bisa anda lakukan, selamat mencoba, dan semoga berhasil untuk membantu anda terlepas dari beban yang berat, dan situasi yang stressful. Ingat, jangan pernah men-judge diri anda sendiri sebagai “gila”, karena hal itu malah akan semakin memperburuk situasi anda. Tetap berpikir positif dan yakin bahwa semua situasi, kejadian, dan masalah yang anda alami adalah anugerah yang harus disyukuri, dan selalu ada makna di setiap situasi tersebut.  Psikologi Mania