Psikologi Kepribadian : Ini Bukti Bahwa “Fobia” Bisa Terjadi Karena Pengalaman Psikologi kepribadian adalah salah satu bagian dari ilmu psikologi yang cukup menarik, karena mempelajari tentang kepribadian, bagaimana kepribadian seseorang terbentuk, dan hal-hal apa saja yang mempengaruhi perilaku seseorang. Perilaku juga merupakan bagian dari kepribadian seseorang, begitu juga dengan sikap. Salah satunya adalah rasa takut alias fobia.

Fobia sendiri merupakan gangguan atau masalah psikologis dimana seseorang memiliki rasa takut yang berlebihan dan tidak masuk akal terhadap suatu hal. Banyak sekali tokoh yang berpendapat mengenai penyebab dari munculnya fobia. Salah satunya adalah pengalaman. Psikologi kepribadian melalui kacamata behaviorisme mengatakan bahwa perilaku seseorang bisa muncul karena adanya “shaping” atau pembentukan. Shaping ini bisa berupa pengalaman yang tidak menyenangkan, baik disengaja ataupun tidak disengaja.

Seorang tokoh psikologi bernama Skinner mengatakan bahwa yang namanya perilaku, dan juga kepribadian tentunya tidak melulu dipengaruhi oleh alam bawah sadar, insting, ataupun motif tertentu. Suatu perilaku bisa muncul karena tiga hal, yaitu :

  1. Seleksi alam
  2. Proses pembelajaran
  3. Pengalaman

Penelitian yang dilakukan oleh Watson dan Reyner mengenai psikologi kepribadian dan perilaku manusia mengungkapkan bahwa rasa takut seseorang bisa muncul karena adanya suatu penguatan dan pengalaman. Albert (9 bulan) adalah subjek percobaan dari Watson dan Reyner. Pada awalnya, Albert merupakan balita yang biasa-biasa saja, tidak memiliki rasa takut dengan tikus, kelinci, dan objek-objek lainnya.

Cerita pun berubah ketika Albert dihadapkan dengan seekor tikus putih. Pada saat Albert melihat seekor tikus putih, secara sengaja Watson dan Reyner memukulkan dua buah besi besar di belakan Albert, sehingga menimbulkan suara yang sangat keras dan mengganggu. Albert pun merespon bunyi tersebut dengan menangis. Selanjutnya, kembali dilakukan pengkondisian, dimana setiap albert melihat tikus putih, suara  yang keras tersebut dimunculkan kembali.

Hingga akhirnya setelah beberapa kali pengkondisian dilakukan, Albert memiliki rasa takut terhadap tikus putih, bahkan ketika sudah tidak ada lagi suara keras dan mengganggu yang muncul. Hal ini menunjukkan bahwa ketakutan seseorang bisa muncul dari pengalaman. Albert memiliki pengalaman dimana ketika dia melihat seekor tikus putih, dia langsung mendengar suara keras yang menyeramkan. Ketika hal ini dilakukan terus menerus, maka Albert akan mengasosiasikan tikus putih dengan suara menyeramkan tersebut. Lama kelamaan, Albert pun akan langsung merasa takut ketika melihat seekor tikus putih, meskipun tidak ada suara menyeramkan yang dimunculkan.

Tidak hanya Albert, beberapa hal yang sering kita takuti pun bisa saja muncul karena pengalaman kita. Setidaknya, psikologi kepribadian dengan sudut pandang behaviorisme mengamini hal tersebut.  Jadi, apabila anda mengalami fobia atau rasa takut, anda bisa mencoba menelusuri, awal mula kejadian dan pengalaman yang anda alami sehingga anda mengalami rasa takut tersebut.  By: Eduardus Pambudi

Untuk lebih memahami psikologi kepribadian akan lebih relevan jika memiliki panduan ilmu psikologi kepribadian. Berikut ini adalah buku Psikologi Kepribadian yang akan membahas mengenai berbagai macam teori ilmu kepribadian. Buku ini bisa anda dapatkan dengan seharga Rp, 104.000 (seratus empat ribu rupiah). Anda dapat melakukan pemesan langsung melalui pesan via fanspage Facebook di psikologi indonesia.

Psikologi Kepribadian