Psikolog dan Psikiater, Apa Perbedaannya? Kapan Harus Pergi Ke Psikolog atau Psikiater?

Psikolog dan Psikiater, Apa Perbedaannya? Kapan Harus Pergi Ke Psikolog atau Psikiater?

December 8, 2016 Off By admin

Psikolog dan Psikiater, Apa Perbedaannya? Kapan Harus Pergi Ke Psikolog atau Psikiater? Nama : Cindy
E-mail : cindytanalka@gmail.com
Judul : Psikolog atau psikiater
Isi Konsultasi : Kapan sebaiknya kita pergi ke psikolog dan kapan sebaiknya kita ke psikiater?? Karna byk sekali orang yang tidak bisa membedakan antara psikolog dan psikiater. Terimakasih

Jawaban

Hai Cindy, bagaimana kabarnya? Semoga sehat selalu ya.

Menganggapi pertanyaan anda mengenai kapan sebaiknya pergi ke psikolog dan juga psikiater, maka harus dipahami terlebih dahulu perbedaan antara keduanya. Psikolog dan Psikiater memang sama-sama mempelajari tentang ilmu yang berhubungan dengan kejiwaan dan manusia. Bahkan, beberapa dasar teori antara Psikologi dan ilmu Psikiatri pun hampir sama, baik tokohnya, dasar teori, hingga gejala gangguannya. Lalu apa perbedaan antara psikolog dan psikiater?

Jawabannya sangatlah mudah. Psikiater adalah seorang dokter medis, yang memiliki spesialisasi kejiwaan, dengan gelar akademik SP.Kj. Sedangkan Psikolog bukan dokter medis, melainkan profesi yang berkaitan dengan penerapan ilmu psikologi, dengan gelar Psikolog.

Psikiater memiliki kewenangan membuat resep obat, sedangkan psikolog tidak. Psikolog terbatas pada intervensi berupa psikoterapi, dan juga konseling. Sedangkan psikiater selain mempelajari mengenai psikoterapi, juga memiliki wewenang untuk membelikan farmakoterapi, yaitu menggunakan obat-obatan seperti layaknya dokter.

Kapan Saya Harus Ke Psikolog atau Psikiater?

Sebenarnya tidak masalah anda akan pergi ke psikiater ataupun psikolog, karena kedua profesi ini memiliki kompetensi di ilmu psikologi dan ilmu psikiatri yang kurang lebih sama dan saling melengkapi.

Misalnya saja ketika ada pasien skizofrenia. Skizofrenia adalah gangguan yang membutuhkan obat-obatan untuk mengatasi masalah kejiwaannya, maka anda harus pergi ke psikiater. Namun demikian, tetap membutuhkan pendampingan psikolog untuk memberikan pemahaman kepada keluarga pasien dan juga membantu pasien agar dapat bersosialisasi dengan baik.

Lain halnya dengan gangguan seperti stress dan depresi. Baik psikiater maupun psikolog bisa mengatasi masalah ini. Psikiater akan mengatasi masalah depresi dan stress anda dengan menggunakan obat yang resepnya harus anda tebus di apotek, sedangkan psikolog akan mengatasi masalah ini dengan memberikan psikoterapi kepada anda.

Psikolog atau Psikiater

Pada intinya adalah, psikolog atau psikiater bekerja pada pelayanan yang hampir sama, dengan perbedaan yang paling menonjol hanyalah pada kewenangan pemberian obat. Anda mungkin bisa pergi ke psikolog terlebih dahulu, dan ketika masalah anda harus dibantu dengan farmakoterapi, maka nantinya anda akan dirujuk untuk konsultasi dengan psikiater, begitu pula sebaliknya.

Anda bisa langsung datang ke psikiater apabila masalah yang anda alami sudah menyangkut masalah medis, biologis, dan juga kesehatan. Anda bisa datang ke psikiater apabila anda mengalami masalah ketidakseimbangan hormon seperti yang terjadi pada gangguan bipolar, atau gangguan yang disebabkan oleh masalah neurologis seperti skizofrenia, serta masalah depresi berat, fobia, dan lainnya.

Namun, apabila anda membutuhkan informasi detail tentang diri anda, seperti misalnya intelegensi, minat bakat, kepribadian, dan lainnya, ada baiknya anda pergi ke psikolog, karena psikolog memiliki wewenang yang lebih kuat dalam pengetesan psikologis.

Anda juga bisa menemui psikolog apabila anda memiliki masalah-masalah yang berhubungan dengan interaksi sosial, seperti anak yang pendiam, anak yang tidak mau diam di kelas, hiperaktif, impulsif, masalah emosi, pendampingan trauma, konsultasi pernikahan, dan konseling umum.

Demikian jawaban dari pertanyaan anda, semoga membantu. Psikologi Mania