Prosedur Dalam Melakukan Assesment Psikologi

Prosedur Dalam Melakukan Assesment Psikologi

August 7, 2016 Off By admin

Prosesur Dalam Melakukan Assesment PsikologiMelakukan Assesment Psikologi. Bagi anda para praktisi, akademisi, hingga mahasiswa psikologi tentu tak asing lagi dengan istilah Assesment. Kata assessment mungkin malah terasa seperti “ada manis-manisnya gitu” ditelinga anda. Karena hal ini merupakan salah satu keterampilan yang kudu bin wajib di miliki oleh mereka yang berkemcimpung di lembah psikologi.

Bagi yang masih asing nih ane jelasin pengertiannya, Assesment psikologi merupakan serangkaian kegiatan untuk mengumpulkan dan merumuskan beragam informasi tentang masalah yang menyangkut jiwa (psikis) seseorang ataupun kelompok yang akan dipergunakan sebagai bahan dasar maupun pedoman bagi pengambilan keputusan dan solusi dari masalah yang tengah dihadapi seseorang ataupun kelompok tersebut.

Dari definisi tersebut maka telah jelaslah fungsi dan kegunaan dalam assessment psikologi tersebut, yaitu secara sederhana adalah prosedur dalam mengobati pasien (tentunya pasien para psikolog yah, kan namanya juga assessment psikologi).

Sebelum melakukan assessment para praktisi dalam hal ini psikolog harus memahami terlebih dahulu beberapa prosedur yang harus dilakukan. Berikut ini merupakan serangkaian prosedur yang harus dilakukan sebelum melakukan assessment psikologi

  1. Pendekatan Kepada Klien

Prosesur Dalam Melakukan Assesment PsikologiPendekatan dilakukan agar lebih mengenal sifat dan karakter klien agar nantinya ketika prosesi pengambilan informasi, antara klien dan psikolog telah memiliki chemistry sehingga dapat saling mempercayai. Ketika rasa saling mempercayai tersebut telah tumbuh pada psikolog tentu klien pun tak akan merasa canggung maupun terintimidasi oleh beeberapa pertanyaan yang akan di ajukan oleh psikolog guna menggali informasi mendalam.

  1. Perencanaan

Prosesur Dalam Melakukan Assesment PsikologiMelakukan perencanaan untuk menentukan prosedur yang tepat dalam pengambilan data. Dengan melakukan perencanaan tersebut, penting untuk di tetapkannya pedoman, garis besar, maupun petunjuk yang dipersiapkan agar hasil assessment nantinya memperoleh hasil sebagaimana yang diinginkan.

Dalam perencanaan memiliki beberapa kerangka dasar yang mana nantinya kita mampu menyusunnya menjadi sebuah kerangka yang pas untuk melakukan assessment psikologi pada klien. Beberapa hal tersebut terkait

  • What: Hal ini merupakan kerangka pertanyaan apa yang akan di capai nantinya dalam proses Assesment
  • Why: Mengapa hal itu yang akan menjadi tujuan dan bukan menggunakan cara lain. Psikolog dalam hal ini harus mampu menjelaskan alasan ia menggunakan cara yang di lakukan untuk melakukan assessment di sertai analisisnya.
  • Where: Hal ini merupakan langkah dimana ia akan melakukan serangkaian cara profesionalnya yang sekiranya mendukung klien dan memudahkannya untuk melakukan assessment secara akurat dan tepat
  • When: Kapan waktu yang tepat untuk dilakukan? Jadwal yang ditetapkannya pun jangan sampai merugikan salah satu pihak
  • How: Bagaimana serangkaian cara atau metode untuk melakukan assessment dilakukan

Buatlah perencanaan ini sespesifik mungkin, agar hasil yang di dapatkannya pun tepat dan akurat.

  1. Melakukan Observasi

Prosesur Dalam Melakukan Assesment PsikologiAgar dapat melihat langsung apa yang dilakukan subjek yang merupakan sasaran Assesment. Selain itu observasi memiliki kegunaan yaitu sebagai sarana menggeneralisasi hipotesis ataupun ide. Melalui observasi ini nantinya diharapkan para psikolog mampu mengetahui aktivitas serta apa saja yang ia lakukan hingga mengalami gangguan seperti apa yang di keluhkan.

Observasi juga dapat digunakan sebagai sarana untuk menjawab pertanyaan khusus atau spesifik. Sebagai cotohnya saja, apabila seorang psikolog yang ingin mengetahui bagaimana respon klien terhadap lingkungan sekitarnya. Apakah ada kesesuaian antara keluhan yang di alami klien dengan kondisi secara general saat itu.

Observasi juga merupakan salah satu pengambilan informasi yang akan memberikan gambaran lebih realistic terhadap suatu peristiwa ataupun perilaku dari klien, dibandigkan dengan metode pengumpulan informasi yang lainnya.

Bersambung