Melakukan Assesment Psikologi. Bagi anda para praktisi, akademisi, hingga mahasiswa psikologi tentu tak asing lagi dengan istilah Assesment. Kata assessment mungkin malah terasa seperti “ada manis-manisnya gitu” ditelinga anda. Karena hal ini merupakan salah satu keterampilan yang kudu bin wajib di miliki oleh mereka yang berkemcimpung di lembah psikologi.

Bagi yang masih asing nih ane jelasin pengertiannya, Assesment psikologi merupakan serangkaian kegiatan untuk mengumpulkan dan merumuskan beragam informasi tentang masalah yang menyangkut jiwa (psikis) seseorang ataupun kelompok yang akan dipergunakan sebagai bahan dasar maupun pedoman bagi pengambilan keputusan dan solusi dari masalah yang tengah dihadapi seseorang ataupun kelompok tersebut.

Dari definisi tersebut maka telah jelaslah fungsi dan kegunaan dalam assessment psikologi tersebut, yaitu secara sederhana adalah prosedur dalam mengobati pasien (tentunya pasien para psikolog yah, kan namanya juga assessment psikologi).

Sebelum melakukan assessment para praktisi dalam hal ini psikolog harus memahami terlebih dahulu beberapa prosedur yang harus dilakukan. Berikut ini merupakan lanjutan dari serangkaian prosedur sebelumnya yang harus dilakukan sebelum melakukan assessment psikologi

 

4. Wawancara

Prosesur Dalam Melakukan Assesment Psikologi (part 2)

Dilakukan sebagai dasar untuk melakukan Assesment secara keseluruhan. Wawancara ini juga merupakan inti dari prosedur dalam melakukan assesemnt psikologi terhadap klien. Penting untuk diingat bahwa dalam melakukan wawancara, hendaknya psikolog untuk cerdas dalam memberikan beberapa pertanyaan yang singkat namun jelas dan tidak bertele-tela. Hal tersebut untuk menghindari adanya kejenuhan klien dalam prosesi pengambilan informasi melalui wawancara ini.

 

5. Melakukann Tes

Prosesur Dalam Melakukan Assesment Psikologi (part 2)

Melakukan tes hampir seperti wawancara, memberikan sampel dari tingkah laku. Dengan melakukan tes ini maka prosesi pada wawancara akan lebih berwarna, dan tentu harapannya prosedur untuk menetapkan suatu kesimpulan dalam assessment kondisi yang di alami klien nantinya dapat lebih tajam. Melakukan tes juga berfungsi untuk memastikan ketajaman dari serangkaian hasil sebelumnya.

 

6. Pengolahan Data

Prosesur Dalam Melakukan Assesment Psikologi (part 2)Data yang terkumpul diolah agar pemeriksa dapat menginterpretasi sesuai dengan tujuan dan orientasi teoretikanya. Mengolah hasil data tentu dibutuhkan ketelitian dan kecermatan. Karena kesalahan dalam pengolahan data, maka serangkaian prosedur yang telah di jalani sebelumnya menjadi hal yang sia sia.

 

7. Hipotesis

Prosesur Dalam Melakukan Assesment Psikologi (part 2)Data yang telah diolah akan diubah menjadi kesimpulan atau hipotesis yang berkaitan dengan tujuan Assesment. Pentingnya juga memiliki hipotesis agar psiklog mampu untuk lebih terarah dalam penanganan klien nantinya

8. Anamnesis

Prosesur Dalam Melakukan Assesment Psikologi (part 2)

Anamnesis merupakan bagian dari hal seperti menanyakan kepada klien mengenai persoalan yang pernah dialami sert riwayat hidupnya. Kegiatan ini memiliki 2 jenis yaitu secara langsung pada klien (Auto-anamnesa), dan Tidak langsung yang biasanya ditanyakan pada keluarga klien yang mengetahu tentang klien (Allo-anamnesa)

 

9. Laporan Pemeriksaan

Prosesur Dalam Melakukan Assesment Psikologi (part 2)

Laporan hasil pemeriksaan dilakukan untuk keperluan akademik seperti diskusi kasus, penelitian, dan lain sebagainya. Laporan pemeriksaan ini pun sebaiknya untuk di arsipkan guna menjaga, jika sewaktu-waktu data-data klien tersebut kehilangan maupun menjadi bahan referensi atas kasus setelahnya, maupun kasus baru namun sejenis.

10. Penyampaian Hasil

Prosesur Dalam Melakukan Assesment Psikologi (part 2)Menyampaikan hasil pemeriksaan kepada pihak yang meminta termasuk klien baik secara tertulis maupun lisan. Penyampaian hasil haruslah tanpa adanya manipulasi, agar klien mengetahui kondisi sebenarnya dan langkah apa saja yang harus di lakukan setelah berobat (menggunakan) jasa psikolog tersebut.