Proses Yang Dialami Menjelang Kematian SeseorangProses Yang Dialami Menjelang Kematian. Kematian adalah salah satu hal alami yang akan dijalani seluruh makhluk hidup, cepat atau lambat. Secara medis, kematian berarti fungsi organ tubuh yang sudah tidak bekerja, seperti jantung, dan lain sebagainya. Nah, dalam proses yang dialami menjelang kematian, manusia akan mengalami banyak hal. Hal-hal tersebut berkaitan dengan proses yang dialami seseorang menjelang kematian.

Dan hal ini akan dibahas dan juga dipelajari dalam sebuah kajian ilmu thanatology.

Kubler-Ross mengatakan bahwa pada saat proses yang dialami menjelang kematian, terutama kematian yang telah diprediksikan seperti sebab karena sakit, kelainan, atau karena usia, tersebut, terdapat beberapa tahapan yang akan dilalui oleh seseorang. Namun hal ini akan selalu kita ingat bahwa setiap manusia tidak bisa memastikan dengan pasti kapan kematian itu terjadi.

Namun guna menambah wawasan terkait ilmu thanatology Yuk pahami dan kenali beberapa tahapan yang muncul dalam proses yang dialami menjelang kematian seseorang :

Proses Yang Dialami Menjelang Kematian Seseorang

  1. Tahap goncangan dan penyangkalan

Tahap pertama dalam proses yang dialami menjelang kematian seseorang adalah munculnya penyangkalan dan juga situasi mental yang terguncang. Ketika didiagnosa akan mendekati kematian, atau menyadari bahwa dirinya akan mendekati kematian, seseorang akan mengalami goncangan terlebih dahulu, terutama secara mental.

Setelah itu mereka akan melakukan penyangkalan dan pembenaran, bahwa apa yang mereka dengar dan mereka rasakan adalah salah dan tidak tepat. Pada tahap ini seseorang bisa saja langsung drop kesehatannya, dan secara kuat menyangkal informasi yang diperolehnya

  1. Kemarahan

Tahap kedua, proses yang dialami menjelang kematian seseorang adalah kemarahan, menjadi lebih emosional, sensitif dan mudah tersinggung. Mereka akan banyak mengeluh dan terlihat kesal atau marah.

“mengapa harus saya?” Bisa jadi mereka akan merasa marah kepada Tuhan atas kondisi yang diterima, atau bisa juga dialihkan kepada orang lain, seperti staf di rumah sakit (apabila dia sakit), ataupun pada keluarga dan orang terdekatnya.

  1. Perundingan

Tahap berikutnya adalah fase perundingan. Pada proses yang dialami menjelang kematian seseorang ini, pasien atau mereka yang sudah akan mendekati kematian akan melakukan perundingan dengan siapapun, dokter, keluarga, teman dekat, atau bahkan perundingan dengan Tuhan.

Biasanya dalam fase ini, mereka akan menawarkan untuk menjadi orang yang lebih baik lagi apabila tetap diijinkan untuk hidup. Misalnya saja lebih rajin beribadah, rajin berderma, dan sebagainya. Pada tahap ini, seseorang membutuhkan perhatian yang lebih supaya “perundingan” yang dilakukannya bisa didengar, dan paling tidak mereka merasa lebih lega.

  1. Depresi

Tahapan berikutnya adalah tahapan dimana mereka memunculkan gejala depresif, seperti misalnya menarik diri, gangguan tidur, bahkan ingin melakukan bunuh diri. Depresi juga bisa muncul diakibatkan oleh hal-hal yang berhubungan dengan kondisi psikososial, mulai dari kegagalan dalam hidup, penyesalan, kondisi ekonomi, dan banyak kondisi lain yang dapat memperparah fase atau tahapan depresi ini dalam proses yang dialami menjelang kematian seseorang.

  1. Penerimaan

Pada tahap terakhir ini, seseorang, baik secara naluriah, alami, ataupun dengan bantuan terapi khusus akan mulai menerima kondisi yang ada. Pada tahap ini mereka sudah menyadari bahwa mereka harus melewati hal ini. Banyak orang yang melalui fase ini akan menjadi orang yang sangat religius dan meningkat spiritualitasnya, banyak berdoa, beribadah, dan percaya akan hal-hal baik yang akan diterima setelah kematian nanti

Nah, itu adalah beberapa proses yang dialami menjelang kematian seseorang.  semoga artikel ini dapat menambah wawasan anda semua. By: Muhamad Fadhol Tamimy