Post Power Syndrome, Masalah Yang Sering Muncul Pada Masa PensiunMasalah Yang Sering Muncul Pada Masa Pensiun. Masa pensiun merupakan masa-masa terakhir seseorang bisa berkarya dan memberikan sesuatu. Masa-masa pensiun banyak dikaitkan dengan akhir dari karir seseorang, berkurangnya kemampuan seseorang, dan juga sudah berhentinya produktivitas seseorang di dalam pekerjaannya, meskipun tidak sepenuhnya benar. Masa pensiun umumnya terjadi pada usia – usia 50 hingga 60-an tahun atau bisa saja kurang dan lebih dari itu.

Masa pensiun bisa merubah hidup seseorang, dimana tadinya memiliki kemampuan finansial yang cukup, kekuatan fisik yang baik, namun ketika masa pensiun, hal tersebut seolah berkurang, atau bahkan hilang.

Masa pensiun bukanlah tanpa masalah. Bukan berarti ketika pensiun, seseorang menjadi bebas dari masalah dan beban. Ada satu masalah yang sering muncul pada masa pensiun, yaitu post power syndrome. Apa itu post power syndrome?  Yuk, simak penjelasannya di bawah ini.

Mengenal Apa Itu Post Power Syndrome

Post Power Syndrome, apabila diartikan secara harafiah adalah sindrom kekuatan atau kekuasaan. Secara psikologis, post power syndrome atau PPS ini didefinisikan sebagai suatu sindrom dimana seseorang mengalami perubahan status, dari berkuasa menjadi tidak berkuasa.

Perubahan dimana seseorang memiliki kekuatan atau powerful, menjadi powerless, alias tidak memiliki kekuatan dan peran yang sama. Mereka yang mengalami post power syndrome akan sangat kesulitan dalam menghadapi ini, dimana mereka masih merasa bahwa mereka masih memiliki kekuatan, pengaruh, dan kekuasaan, padahal sebenarnya sudah tidak memilikinya (Masukabe, 2008).

Selain itu, post power syndrome juga meliputi bayang-bayang kesuksesan masa lalu dalam hal karir, kekuasaan, kehebatan, dan juga kecerdasan tanpa menyadari realita yang terjadi bahwa mereka sudah lepas dari kondisi tersebut.

Gejala dan Juga Ciri-Ciri dari Munculnya Post Power Syndrome

Sebagai salah satu masalah yang sering muncul pada masa pensiun, tentu saja post power syndrome memiliki ciri-ciri dan juga gejala tertentu.

kebanyakan, mereka yang mengalami post power syndrome menunjukkan gejala depresi dan juga stress akibat kondisi mereka saat ini yang sudah memasuki masa pensiun. Banyak yang mengungkapkan bahwa mereka kehilangan rasa kehormatan dan juga kebanggaan, serta seringkali merasa tidak bahagia dengan kondisinya saat ini.

Selain itu, perilaku dari mereka yang mengalami post power syndrome juga seringkali terlihat aneh. Banyak dari mereka yang mengalami post power syndrome merasa malu akan kondisinya saat ini, dan lebih mudah untuk memunculkan perilaku yang berhubungan dengan pola kekerasan, membentak dan juga mudah marah. Selain itu, banyak juga dari mereka yang mengalami post power syndrome, menunjukkan perilaku yang sama seperti ketika mereka masih berada pada puncak karir, suka memerintah, sering marah, dan merasa bahwa dirinya adalah orang yang hebat dan juga memiliki kuasa.

Post power syndrome tidak hanya terjadi pada masa-masa dewasa akhir atau lansia (diatas 50 tahun), namun mereka yang mengalami masalah dengan karir ataupun sesuatu yang dibanggakan sebelum usia 40 tahun pun bisa mengalami post power syndrome.

Misalnya, seorang pengusaha yang bangkrut pada usia 40-an tahun, bisa saja mengalami post power syndrome. PHK dan juga pensiun dini juga bisa menjadi salah satu faktor penting yang menyebabkan seseorang mengalami post power syndrome.

Meskipun bisa muncul dalam berbagai rentang usia dan situasi, namun demikian post power syndrome adalah salah satu masalah yang sering muncul pada masa pensiun, dan bukan tidak mungkin anda nanti akan mengalami masalah ini kelak.

By: Eduardus Pambudi