Pola Pikir Usia 40 Tahun Ke Atas, Alasan Mengapa Sering Di Anggap BijakPola Pikir Usia 40 Tahun Ke Atas. Pernahkah anda mengalami suatu masalah yang mungkin untuk anda sangat sulit untuk dipecahkan dan juga diselesaikan? Misalnya masalah di dalam pekerjaan, dimana anda sudah sangat buntu dan juga pusing dalam menghadapinya?

Atau mungkin masalah dengan kehidupan sehari-hari, seperti misalnya masalah percintaan dengan pasangan anda?

Tentu saja banyak dari anda yang mungkin sering mengalami hal ini, dan mentok dengan solusi yang tak kunjung muncul, meskipun sudah mencoba dan berusaha mencari jalan keluar. Namun demikian, ketika anda mengkonsultasikannya dengan orang yang usianya lebih tua, terutama usia 40 an tahun, seperti misalnya orangtua anda, paman, dan saudara anda, secara ajaib mereka bisa membantu dan menemukan solusi yang tepat dan dapat anda andalkan.

Hal ini tak ayal membuat banyak orang pada usia 40 tahun keatas dianggap sebagai orang bijak, dan dapat menjadi panutan, terutama ketika sedang menghadapi masalah-masalah tertentu. Nah, sebenarnya mengapa sih mereka yang berusia 40 tahun keatas ini bisa menjadi suatu panutan dan seringkali dianggap sebagai orang yang bijak dan juga mampu memberikan solusi yang cocok untuk anda? Yuk simak penjelasannya berikut ini.

Pola Pikir Usia 40 Tahun Ke Atas Yang Sering Dianggap Bijak

Alasan Pertama: Crystallized Intelligence

Alasan pertama yang menyebabkan mengapa orang berusia 40 tahun keatas sering dianggap bijak adalah karena mereka memiliki perkembangan crystalized intelligence yang baik. Apa itu Crystalized Intelligence? Crystalized Intelligence merupakan sebuah tipe dari inteligensi, yang berkembang pada usia 40 tahun keatas, dimana crystalized intelligence ini meliputi kemampuan untuk mengingat dan menggunakan informasi-informasi yang sudah pernah diperoleh sebelumnya.

Seperti kita ketahui, mereka yang berusia 40 tahun ke atas pastilah sudah memiliki informasi yang lebih banyak dibandingkan anda yang mungkin baru berusia 20 – 30 tahun. Hal inilah yang kemudian membantu mereka dalam memberikan jawaban dan juga solusi akan suatu masalah tersebut.

Alasan Kedua: Enkapsulasi

Faktor berikutnya adalah enkapsulasi. Enkapsulasi merupakan suatu istilah yang menggambarkan mengenai kemampuan yang sudah dipelajari oleh mereka yang berusia 40 tahun keatas, yang sudah “tertata” sedemikian rupa, sehingga jauh lebih mudah untuk diakses.

Singkatnya, proses enkapsulasi ini seperti proses penimbunan ilmu pengetahuan, dimana ilmu pengetahuan tersebut akan menjadi lebih mudah untuk diingat dan juga muncul, seiring dengan perkembangan dari pola berpikir pada mereka yang berusia 40 tahun ke atas.

Hal ini membuat mereka yang sudah berusia 40 tahun keatas seringkali dianggap sebagai ahli, expert, dan juga orang yang tahu segalanya.

Alasan Ketiga: Pemikiran Integratif

Hal ini merupakan salah satu hal terpenting yang membuat mereka yagn berusia 40 tahun ke atas menjadi panutan dan seringkali dianggap sebagai orang yang bijak, yaitu memiliki pemikiran yang integratif.

Pemikiran integratif merupakan sebuah pola pikir yang menggabungkan atau mengintegrasikan antara pengetahuan umum, ilmu yang sudah diperoleh, dan juga pengalaman-pengalaman yang sudah pernah dialami.

Dengan terintegrasinya ketiga aspek ini, maka mereka yang berusia 40 tahun akan lebih mudah mencari solusi, nasihat, dan sebagainya. Ibaratnya, karena sudah banyak makan asam garam, maka mereka sering dianggap sebagai orang yang bijak dan juga penuh dengan solusi.

Nah, itu adalah tiga hal penting yang menjadi alasan mengapa mereka yang berusia 40 tahunan sering dianggap sebagai figur yang penuh solusi, sering menjadi panutan, dan menjadi orang yang dianggap bijak oleh orang lain, terutama yang usianya lebih muda.

By: Eduardus Pambudi