Personal Branding Media Sosial, Sebuah Strategi Sukses Masa Kini

Setelah seharian melakukan riset trend masa kini lewat beragam platform media cetak, elektronik, google trend, dan aggregator berita, sejenak saya rehat dahulu sembari membuka akun instagram. Platform media sosial yang konon kabarnya mulai menjadi the next media sosial terlaris setelah facebook. Yah maklum induk kepemilikannya 1 orang yang sama, Mark Zuckenberg.

Di instagram saya melihat banyak sekali kontent unggahan yang di bagikan oleh para pengguna yang memenuhi beranda milik saya. Meskipun sebagian dari unggahan isi kontentnya ya hanya itu-itu saja. Sebagian besar tentu saja unggahan aktifitas tersebut diselipi unsur pemberitahuan bahwa ia sedang melakukan aktivitas tertentu ataupun memiliki sesuatu. Lumayan biar di bilang hits.

Trend menjadi pujangga dadakan di media sosial pun kian meningkat, walaupun terkadang foto yang di posting tak imbang dengan caption yang di berikan. Rada-rada kurang nyambung gitu. Misalnya saja unggahan foto dirinya yang sedang selfie di lokasi wisata, lantas ia membubuhkan caption “bergerak adalah sebuah perubahan yang harus di lakukan untuk menjadi lebih baik” entah ini relevansinya apa ya hehehe.

Scroll ke bawah lagi saya menemukan pengguna lain yang tengah memposting liburannya, berkumpul bersama rekan, unggahan gambar lagi makan di restoran mewah, hingga 2 pasang couple tiket sedang nonton di XXI.

Beralih memperhatikan instastory (instagram story) muncul foto makanan yang di beri efek boomerang dengan caption “mod booster”. Wah ternyata zaman now meningkatkan mood booster tak serumit yang di bayangkan, cukup dengan makanan ringan yang di upload, bereslah itu si mod.

Begitulah dinamika media sosial saat ini, mereka yang mampu menarik perhatian khalayak netizen mampu melambungkan popularitasnya. Saat popularitas telah terbentuk tak akan sulit menarik banyak perhatian. Hingga postingan yang sebenarnya tidak memiliki makna pun menjadi bernilai jika sang pemosting memiliki followers mencapai lebih dari 25k.

Media Sosial Dan Trend

Dalam perjalanannya media sosial memang menjadi magnet besar sebuah trend masa kini. Kehadiran media sosial mejadi ladang subur para pencari popularitas instan, hingga mencari rezeky. Bagi mereka yang cerdik memanfaatkan situasi dan momentum tentunya ia akan berjaya. Sementara mereka yang hanya menggunakan media sosial seadanya tentunya hanya akan buang-buang paket internet semata dong.

Begitu berpengaruhnya trend media sosial di dunia nyata memang tak begitu mengejutkan. Pasalnya dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Boston Consulting Group (BCG) bersama dengan university of Berkley di tahun 2011 berjudul American Millennials: Deciphering The Enigma Generation menyebutkan bahwa kaum millenials merasa perlu dan wajib untuk memiliki akun media sosial.

Dengan membuat akun media sosial seperti facebook, twitter, line, whatsApp, dan Instagram membuat jalur menyalurkan ekspresi menjadi lebih mudah. Sebagian besar dari mereka tak sedikit yang berandai-andai untuk dapat meraih kesuksesan. Menjadi terkenal, kaya raya, di sukai banyak orang, dan memiliki daya tawar tinggi dalam strata interaksi sosial.

Mereka yang sukses dengan akuisisi followers mencapai lebih dari 25k di instagram mereka di labeli sebagai selebgram.

For your information trend millenials dan genz saat ini, sekedar melihat outfit saja, kiblat mereka dari para selebgram loh di bandingkan dengan para artis di layar kaca. Hal ini sesuai dengan laporan yang diterbitkan oleh tirto.id dalam artikel yang berjudul “Fasyen Gen Z: Minggir Seleb Teve, Selebgram Panutan Kami”. Para millenials dan genz sadar bahwa barang yang digunakan oleh selebgram tentu saja lebih masuk akal dari segi harga di bandingkan dengan apa yang digunakan artis televisi terkenal mahal.

Strategi Sukses Personal Branding Media Sosial

Setiap postingan yang anda lakukan di media sosial sejatinya membentuk personal branding anda. Dari postingan yang dilakukan kecendrungan karakter pun dapat tergambarkan, walaupun tidak tepat persis 100% sama. Pembahasan ini juga dapat anda pelajari di buku yang telah saya tulis berjudul “Sharing-mu, Personal Branding-mu”. Buku tersebut bisa anda dapatkan di Toko buku Gramedia terdekat.

Untuk itu dibutuhkan cara-cara cerdas untuk menggunakan media sosial sebagai bagian dari peningkatan personal branding kita. Minimal anda memposting dengan cara yang tepat. Cobalah untuk memposting sesuatu hal yang dapat menjadikan diri anda terlihat professional di bidang anda.

Misalnya anda bercita-cita untuk masuk di salah satu perusahaan besar dengan posisi lowongan di bagian HRD, tentunya anda bisa memposting beberapa kegiatan di kampus yang tentunya relevan dengan profil HRD. Misalnya saat sedang menjadi tester psikotes, mengisi materi untuk mahasiswa baru, atau postingan foto saat anda tengah menjadi asisten dosen.

Pun begitu pula jika anda seorang mahasiswa hukum yang bercita-cita untuk menjadi seorang pengacara, setelah lulus. Maka anda dapat memposting kegiatan anda saat praktik sidang, berpakaian rapi dengan mengguanakan jas dan dasi sembari menenteng tas khas lowyer yang tengah beraktifitas dan lain sebagainya.

Teknik content yang hendak di posting di media sosial sangat mempengaruhi personal branding anda di dunia nyata. Untuk itu hindarilah memposting hal-hal yang cendrung negative. Terkecuali anda memang hendak mengidentikan diri dengan hal negative untuk dimaksimalkan menjadi sebuah penghasilan dan terkenal. Misalnya anda mengumbar aurat di media sosial secara konsisten untuk mencari sensasi. Memang anda berpeluang untuk terkenal dan membuka peluang popular dengan banyaknya followers yang berimbas pada tawaran untuk mengendorse kan suatu barang. Namun apa iya anda ingin hidup seperti itu terus?

Anda juga sebaiknya membuat beberapa kontent yang konsisten dengan niche (ceruk) khusus yang menjadi pembeda anda dengan yang lainnya. Jika poto selfie di media sosial terlalu mainstream cobalah untuk membuat beberapa foto yang di sertai tulisan di dalamnya agar nampak beda. Lakukan hal tersebut secara konsisten untuk membentuk branding anda.

Jika anda hendak menjadi seorang marketing, maka anda dapat memposting beberapa unggahan informasi mengenai dunia marketing. Jika yang anda bagikan dirasa pengguna lain bermanfaat maka otomatis postingan tersebut berpeluang untuk menjadi viral. Saat postingan tadi menjadi viral, tentu saja akan berdampak pula pada jumlah followers.

Begitu pentingnya pembahasan tentang personal branding di media sosial saat ini, tentunya hal tersebut menjadi salah satu pembahasan yang harus ada di sela pembelajaran ataupun mata kuliah khusus. Hal ini pulalah yang saya tangkap saat salah satu lembaga pendidikan dan pengembangan diri di Denpasar meminta saya untuk mengisi tentang buku Sharing-mu personal branding-mu.

Karena memang personal branding saat ini sangat penting untuk lebih memperkenalkan diri maupun memberikan informasi dengan cara yang tepat. Dan personal branding itu dapat kita bentuk mulai dari sekarang lewat media sosial yang kita gunakan, untuk kesuksesan kita di masa mendatang.

Setiap zaman selalu berubah, ia akan meninggalkan para kaum yang tak siap dengan perubahan. Karena perubahan adalah kepastian dan kepastian itu dapat dikuasai dengan perjuangan. Salam Sharing-mu, Personal Branding-mu.

Muhamad Fadhol TamimyBerbohong Ala Selebgram Zaman Now

Penulis adalah co-founder psikoma.com, Penggiat media sosial, penulis buku Sharing-mu Personal Branding-mu.

Untuk menghubunginya dapat langsung ke tamimyf@yahoo.com