Perkembangan Anak Remaja. Mengapa Anak Saya Tidak Mau Sekolah?

Perkembangan Anak Remaja. Mengapa Anak Saya Tidak Mau Sekolah?

December 31, 2016 Off By admin

Perkembangan Anak Remaja. Mengapa Anak Saya Tidak Mau Sekolah? Nama : Indra
E-mail : indraxxx@gmail.com
Judul : Perkembangan Anak Remaja
Isi Konsultasi : Anak saya kelas 1 SMA sering bolos dan akhirnya sekarang tidak mau sekolah kalau kita tanya mau sekolah tahun depan saja, sampai sekarang tidak punya rencana untuk hari2 nya bila di ajak ngomong tertutup sehingga kita tidak tahu apa yang harus kami bantu dan bersamai Mohon masukan apa yang harus kami lakukan? Terima kasih

Jawaban

Hai Indra, bagaimana kabarnya? Semoga selalu baik dan sehat ya.

Perkembangan Anak Remaja – Sebelum menelaah mengapa anak anda suka bolos, perlu diketahui bahwa, masa SMA adalah masa dimana anak-anak beralih daripada usia abg tanggung ke masa Remaja. Masa remaja atau yang dapat disebut pula dengan adolescence adalah berarti mulai tumbuh pada arah kematangan. Kematangan yang dimaksudkan disini adalah hal yang berhubungan dengan fisik, sosial dan juga secara psikologis.

Di masa remaja pula kondisi sosial pun mulai menunjukkan dinamikanya tersndiri, seperti menginginkan sebuah kebebasan, otoritas, dan penghargaan daripada orang-orang di sekitarnya.

Oleh sebab itu maka tak heran jika perkembangan anak remaja saat itu, perlu di berikan perhatian khusus. Permasalahn seperti kenakalan remaja juga kerap kali muncul di usia ini. Permasalahan tersebut sebanding pula dengan kondisi bulliying yang kian meningkat di masa perkembangan remaja, khususnya anak yang beranjak masuk SMA.

Perkembangan Anak Remaja  – Menanggapi masalah anak anda yang sering bolos sekolah, dan akhirnya memutuskan untuk tidak mau sekolah, ada banyak hal yang bisa menjadi catatan. Salah satu hal yang mungkin bisa menjadi catatan adalah kemungkinan bahwa anak anda mengalami bullying di sekolah. Hingga saat ini, banyak sekali anak-anak korban bullying yang takut dengan sekolah, dan menjadi phobia dengan sekolah.

Permasalahan bulliying disekolah saat ini kian mengkhawatirkan, hal tersebut mungkin bisa kita lihat pemberitaan di beberapa media-media masa dari cetak maupun elektronik. Selain itu juga perilaku bulliying pada anak dapat kita lihat pula di kehidupan sehari-hari. Dimana anak dengan begitu mudahnya mengejek, menghina, melecehkan anak lain.

Bahkan beberapa kali anak tak juga takut untuk membulliying secara fisik. Jika hal tersebut terjadi maka segeralah untuk melakukan beberapa langkah, salah satunya adalah mengkoordinasikan dengan guru di sekolahnya..

Berkoordiasi Dengan Guru Di Sekolahnya

Anda bisa mencoba untuk berkoordinasi dengan pihak sekolah, dan menanyakan apakah ada suatu masalah yang muncul antara anak anda dengan teman-temannya, atau dengan siapapun itu yang ada di sekolah, baik guru, kepala sekolah, hingga karyawannya. Hal ini penting untuk melihat kira-kira ada hal apa yang menghampiri anak anda.

Dengan berkoordinasi dengan guru, selain menanyakan keadaan anak di sekolah, kita pun dapat sekalian bersilaturrahmi dengan pendidik anak kita di sekolah kita. Kita pun dapat mengetahui beberapa perkembangan keseharian anak saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.

Setelah anda berkoordinasi dengan guru di sekolhanya, maka anda juga dapat berkomunikasi dengan beberapa teman di sekolahnya.

Berkomunikasi Dengan Anak Di Sekolahnya

Selain itu, anda juga bisa berkomunikasi dengan teman teman dari anak anda. Mulai dari teman dekat, hingga teman sekelas dari anak anda. Hal ini juga bisa menjadi pegangan anda untuk menyimpulkan sebenarnya ada masalah apa dengan anak anda.

Mungkin perlu untuk melakukan tekhnik khusus dalam berkomunikasi dengan teman – teman di sekolahnya, karena tentu anak akan segan berkomunikasi dengan orang tua. Cara – cara yang dapat di lakukan di antaranya adalah;

  1. Mencari Waktu Luang

Carilah waktu luang di saat anak tengah tidak dalam kegiatan belajar mengajar. Waktu luang dapat di ambil sewaktu, anak sedang istirahat, atau pada saat anak tengah menunggu jemputan dari orang tuanya.

Waktu luang yang lain juga bisa dalam artian, saat teman – teman anak anda datang ke rumah untuk bermain atau mengerjakan tugas. Dengan begitu anak akan sedikit terbuka mengenai kondisi anak di sekolahnya.

Cara lain juga dapat dilakukan pada saat anak anda tidak sedang melihat anda menanyakan sesuatu pada teman – temannya. Agar sang anak tidak merasa malu, ataupun minder.

  1. Tidak Mengintimidasi

Bertanya pun memerlukan cara yang tepat, agar teman daripada anak anda mau terbuka berbicara kepada anda. Salah satu hal yang penting untuk diketahui pada saat bertanya adalah, tidak menggunakan bahasa yang mengintimidasi. Bahasa mengintimidasi seperti menanyakan berulang-ulang hal yang sudah di tanyakan. Setelah itu cenderung memberikan penekanan penekanan yang terkesan memojokkan anak yang anda tanya. Dan lain sebagainya.

  1. Berbicara Dengan Senyum

Siapapun lawan berbicara, apabila anda menggunakan raut wajah yang tidak bersahaja tentu tidak akan mau pula di ajak berbicara. Berbicara dengan senyum memiliki manfaat, salah satunya adalah penerimaan dan bersahaja dariapda orang lain. Anda juga dapat membaca artikel sebelumnya tentang manfaat tersenyum bagi diri sendiri dan orang lain.

Jika Benar Telah Terjadi Bullying Di Sekolah

Apabila benar terjadi bullying pada anak anda, sampai dia tidak mau masuk sekolah, maka perlu ditindak dengan tegas, terutama dari pihak sekolah.

Tindakan tegas haruslah yang sifatnya mendidik dan tidak menghukum secara berlebihan, melainkan sesuai dengan kadar yang tepat. Dan yang lebih terpenting daripada pemberian hukuman adalah, unsur saling memaafkan dan saling melakukan penerimaan.

Karena mau tidak mau tentu anak anda akan masuk kembali dan juga berbaur kembali dengan teman-temannya di kelas.

Akibat Bullying Yang Terjadi

Bullying kemungkinan bisa menjadi penyebab yang utama, apabila anak anda mengalami perubahan, seperti misalnya:

  • Biasanya mau sekolah (dari SD – SMP)
  • Mendadak menjadi murung dan pendiam (biasanya tidak)
  • Biasanya tidak pernah bolos, sekarang menjadi sering bolos.

Selain kemungkinan adanya bullying, kemungkinan lainnya adalah anak anda mengalami masalah penyesuaian diri. Mengingat kelas 1 SMA adalah lingkungan baru bagi dia. Kemungkinan dia tidak nyaman dan sulit menyesuaikan diri dengan lingkungan baru nya. Atau ada kemungkinan dia tidak mempunyai teman di kelas 1 SMA ini, karena teman-teman SMP nya tidak sekelas, atau satu sekolah dengan dirinya. Kemungkinan ini bisa saja terjadi.

Jadi saran terbaik adalah coba koordinasikan terlebih dahulu dengan pihak sekolah dan juga teman-teman dari anak anda. Dan yang terpenting, tetap berikan kasih sayang untuk anak anda, jangan sampai memunculkan kekerasan yang malah akan memiliki dampak yang lebih buruk.

Perkembangan Anak Remaja

Perkembangan anak remaja memang memiliki dinamika tersendiri yang berbeda dengan masa perkembangan di setiap rentangnya. Perkembangan anak remaja selalu diidentikkan dengan

Memahami mengapa anak seringkali membolos, tentu lebih bijaknya untuk melihat akar permasalahan yang terjadi. Komunikasi antara orang tua dengan anak pun diperlukan agar, anak tidak sungkan dalam menceritakan kesulitan yang tenggah di hadapinya saat ini. Selamat mencoba dan semoga berhasil. Psikologi Mania