Perilaku Compliance Yang Menyebabkan Kenapa Kamu Nurut Sama Pacar

Perilaku Compliance Yang Menyebabkan Kenapa Kamu Nurut Sama Pacar

February 19, 2017 Off By admin

Perilaku Compliance Yang Menyebabkan Kenapa Kamu Nurut Sama PacarPerilaku Compliance – Apakah kamu punya pacar ? Seperti apakah dia ? Ganteng atau cantik ? Kaya ? Baik ? Ramah ? Peduli ? Perhatian ? Rela berkorban ? Kenapa kamu mau sama dia ? Apakah Karena dia pacar mu ?

Lantas Kenapa kamu mau pacaran sama dia ? Karena baik ? lalu, kalau dia baik dan kamu mau jadi pacarnya, sekarang kamu nurut sama pacar ?

Banyak sekali alasan, mengapa orang pacaran. Tradisi pacaran ini sudah ada semenjak jaman dahulu. Bahkan sekarang, mereka yang pacaran bukan hanya remaja saja. Anak – anak SD pun akibat salah gaul sudah mulai ikut-ikutan sinetron anak jalanan dimana kegiatan pacaran ini berlangsung.

Kebiasaan pacaran ini bermacam – macam. Ada yang maunya bersama terus. Ada yang setiap waktu selalu ingin berkomunikasi dengannya, baik itu melalui sms, telp, wasap, bbm, line, fb, dan semua medsos di pakai hanya untuk memberi kabar dan say hay semata.

Dengan alasan ‘karena dia pacarku’ semua hal yang awalnya nyebelin jadi nyenengin. Misal, kalau kamu adalah orang yang pelit dan tidak suka berbagi, lantas karena ada pacar tiba-tiba anda jadi berbeda bak malaikat. Biasanya kalau beli makanan satu, yang lain tidak di belikan. Bahkan mau minta saja, tidak di bolehkan. Lantas karena punya pacar, sekarang menjadi berubah. Dia mau memberikan separo makanannya untuk pacar. Biar kelihatan romantis, di makan berdua satu piring. Ingat jangan sampai kegiatan pacaran anda masih membebani keuangan orang tua, ya guys. Malu dong, pacaran berani tapi uang pun masih minta orang tua 🙁

Lebih bagus lagi langsung datang ke rumah dan minta izin kapan waktu akad bisa dilaksanakan. Ciyeeee.

Ada lagi cewek yang mudah males untuk gerak. Di minta olahraga saja susah sekali. Namun semenjak suka dan memiliki pacar anak ilmu keolahragaan, semuanya tiba-tiba berubah. Tiap pagi dan sore Anda bagai atlet professional rajin untuk selalu joging di lapangan. Alasannya mau menemani pacar yang sedang latihan pemanasan.

Sebenarnya masih banyak sih alasan yang tidak rasional pada saat masa pacaran. Bahkan apapun bisa di lakukan asal pacar bahagia. Meskipun itu adalah hal yang menyebalkan, jika sama pacar jadi menyenangkan. Meskipun itu susah dan berat, asalkan bersamanya pasti ringan. Alasan – alasan inilah yang biasanya orang menyebut sebagai ‘cinta buta’.

Artikel kali ini, bukan bertujuan mengajarkan anak di bawah umur untuk pacaran guys, bunda, bapak, enyak. Melainkan hanya ingin memaparkan pembahasan dari sudut pandang psikologis. Tenang saja, tulisan ini juga bukan seperti jalan cerita sinetron cinta anak sekolah, yang jalan ceritanya melulu soal pacaran, rebutan pasangan, penghinaan, dan esensi dari kegiatan sekolahan justru terpinggirkan. Kalau bahasa kerennya untuk para aktivis yang memperjuangkan kehendak rakyat itu “termarjinalkan”

Sip mantap, mari kita bahas

Lantas, apakah bagaimana sebenarnya secara psikologi memaknai perilaku tersebut ?

Perilaku compliance

Sifat, perilaku, tindakan, dan semua yang kamu lakukan atas dasar ‘karena demi pacar, karena dia pacarku, asal sama paca’ dan lain sebagainya adalah bentuk compliance. Menurut Sears, perilaku compliance adalah ketundukan seseorang untuk melakukan tindakan atas dasar orang lain. Semua perilaku ini mau di lakukan, meskipun perilakunya adalah perilaku yang tidak di sukai.

Banyak alasan mengapa seseorang melakukan compliance. Berdasarkan penelitian, alasan paling kuat dan paling mendasar seseorang melakukannya adalah karena rasa suka. Memang benar jika suka mampu merubah rasa sebal menjadi nikmat senikmat cokelat. Mau melakukan apapun yang tidak di senangi atas permintaan orang yang di sukai. Bahkan melakukannya dengan sepenuh hati dan tanpa beban.

Sebenarnya bukan hanya pada pacar saja kita mau melakukan hal semacam ini. Misal dengan teman dekat pun perilaku compliance ini kerap muncul. Dimana perilaku compliance ini membuat Kita mau di suruh antar jemput ke mana – mana, padahal kita sebenarnya tidak mau. Kalau mau menolak pun, juga tidak enak. Tapi kalau menerima, ya sebenarnya tidak mau. Hasilnya kita tetap mau melakukan hal tersebut.

Hal ini dalam persahabatan atau pertemanan, khusus wanita seringkali menuruti apa kata sahabat, karena takut jika tidak menurut justru akan membuat sahabat menjadi baper (Bawa perasaan)

Perilaku ‘nurut’ ini sebenarnya juga bisa terjadi pada orang yang sudah memberikan komitmen pada kita. Atau mereka yang meminta kita melakukan sesuatu adalah orang – orang yang tidak pernah meminta tolong. Misal anda punya teman sekelas namanya Ana. Dia anak yang pendiam, dan melakukan apapun sendiri. Suatu hari, Ani menelponmu untuk meminta tolong membawakan bensin karena motornya mogok kehabisan bensin. Sedangkan semasa anda berteman dengan Ani, ia tak pernah sekalipun meminta tolong apapun. Hanya hari ini saja ia tiba-tiba meminta bantuan. Maka dengan ikhlas, anda berusaha untuk menolongnya.

Bisa juga hal tersebut terjadi dikarenakan orang lain pernah menolong diri anda. Maka sebagai timbal baliknya, anda berusaha untuk melakukan apa yang dimintanya. Alasan lain kenapa anda mau menolongnya adalah karena ia memiliki otoritas tinggi pada diri anda. Misalnya orang tua dan guru. Terlebih dosen. Iya dosen pembimbing anda. hayooo siapa yang ingin revisi atau bimbingannya terhambat, monggo untuk menolak halus permintaan dosen.

Yeah itulah beberapa hal yang membuat mereka yang pacaran nurut dengan pasangannya. Semoga dapat mencerna esensi dari aplikasi perilaku compliance. By: Izzatur Rosyida