Perilaku Anarkisme Dalam Psikologi KelompokAnarkisme Dalam Psikologi. Mungkin kita hampir tiap hari mendengar entah itu di warta televisi ataupun media cetak dan elektronik telah memberitakan tentang masalah bentrokan, perang antar suku, tawuran, maupun demo anarkis dari kalangan buruh hingga mahasiswa saat ini. Sebagian dari kita tentu bertanya-tanya, mengapa aksi kekerasan tersebut dengan mudahnya muncul di tengah masyarakat yang katanya menjunjung tinggi adab dan norma ketimuran ?

Perilaku anarkisme tersebut muncul dikarenakan beberapa sebab dan faktor. Selain faktor eksistensi, kemunculan prilaku anarkisme saat ini didominasi oleh urusan perut yang harus segera terpenuhi. Jika mengacu pada aspek psikologis maka perilaku anarkisme ini didasari oleh konformitas, hingga motivasi di dalam setiap manusia.

Berikut ini adalah beberapa penyebab munculnya anarkisme akhir-akhir ini di tengah kita :

Kekecewaan Masyarakat Yang Telah Memuncak

Masyarakat yang kadung kecewa dan marah terhadap otoritas kekuasaan yang dianggap lalim dan tak memenuhi janjinya membuat masyarakat geram. Mereka pun menyalurkan aksi kemarahan tersebut dengan bentuk aksi penentangan terhadap segala kebijakan yang dianggap tak memihak rakyat hingga menyengsarakan kehidupannya. Hal tersebut lumrah terjadi, dikarenakan aspek kesejahteraan yang bermuara pada perut adalah aspek yang tak dapat ditahan lagi. Karena aspek perut adalah aspek insting seorang manusia, jika insting tersebut tak terpenuhi maka akan ada mekanisme pencarian cara untuk memenuhinya. Apabila pencarian cara tersebut buntu, maka muncullah sifat anarkisme seperti yang kita lihat saat ini. Terlebih dukungan oleh kelompok yang memiliki tujuan dan problematika yang sama.

Panggung Sosial Media Yang Semarak

Peran dari dunia sosial media ini kian menunjukan eksistensinya. Dari sosial media ini pun banyak masyarakat kita saat ini yang mudah pula mendapat akses hembusan isu-isu profokatif dari sejumlah postingan yang berseliweran secara bebas di timeline. Isu profokatif yang tak dibarengi dengan ilmu itulah yang memicu orang untuk berbondong-bondong bersatu menyusun kekuatan untuk melakukan tindakan-tindakan yang dianggapnya “benar’ demi membela hak dan kebenaran. Meskipun jalan tersebut di rengkuh dengan anarkisme.

Kebebasan Bias Dari Sebuah Negara Demokrasi

Demokrasi yang selalu di gaungkan oleh para elit politik ternyata tak sebanding dengan pemahaman yang diberikan pada kaum awan. Sehingga demokrasi secara mentah-mentah di pahami sebagai sebuah aksi penyampaian aspirasi sebebas-bebeasnya. Demokrasi yang tak dibarengi dengan mental dan norma kesusilaan itulah yang menjadi salah satu penyebab munculnya aksi-aksi anarkisme di sekitar kita.

Itulah beberapa uraian perilaku anarkisme yang muncul dari sudut pandang psikolgi kelompok, semoga bermanfaat dan dapat menjadi media dan membuka wawasan cakrawala agar lebih bijaksana dalam mengambil tindakan. By Fatah