Perbedaan Tipe Pemikir dan PerasaDalam mempercayai suatu hal, Anda percaya karena Anda melihatnya secara langsung atau Anda percaya berdasarkan keyakinan Anda?

Bila Anda mempercayai suatu hal karena melihatnya secara langsung, maka Anda termasuk orang tipe pemikir. Berbeda jika Anda mempercayai suatu hal berdasarkan keyakinan, maka Anda termasuk orang tipe perasa.

Orang tipe pemikir bukan berarti tidak punya perasaan. Pun sebaliknya, orang tipe perasa bukan berarti tidak pernah berpikir. Masing-masing individu mengandalkan pikiran dan perasaan mereka. Hanya, kapasitas penggunaan pikiran maupun perasaan tiap individu berbeda-beda.

Orang dengan tipe pemikir lebih dominan menggunakan pikirannya. Tipe pemikir selalu menggunakan logika dan kekuatan analisis dalam mengambil keputusan. Tipe pemikir cenderung memproses data sesuai dengan kenyataan dan melihat apa adanya. Tipe pemikir akan percaya bila melihat sesuatu kejadian secara langsung, bisa menyentuhnya, bahkan langsung mengalami hal tersebut. Sebenarnya, ini juga menunjukkan bahwa tipe pemikir susah untuk mempercayai suatu hal karena tidak banyak hal nyata dilihat atau dirasakan.

Berbeda dengan orang tipe perasa. Tipe perasa lebih dominan melibatkan perasaan, empati, dan nilai-nilai yang diyakini saat mengambil keputusan. Meski ada fakta, tipe perasa lebih dominan menangkap kesan yang muncul. Tipe perasa lebih percaya pada perasaannya dalam merespon sesuatu.

Bagaimana dengan Anda? Anda cenderung sebagai tipe pemikir atau perasa? Untuk mengenali lebih jauh apakah Anda tipe pemikir atau perasa, perhatikan ciri-ciri pada masing-masing tipe.

Tipe Pemikir

  • Suka bekerja secara praktik langsung
  • Mengambil keputusan berdasarkan fakta dan realita
  • Tidak suka menggantungkan diri pada keberuntungan.
  • Menyukai fakta
  • Mampu bekerja secara sabar maupun teliti
  • Senang dengan pekerjaan mengontrol, mencari informasi, dan memeriksa secara detail.
  • Mengambil keputusan berdasarkan pengalaman
  • Selalu berusaha jujur dalam mengungkapkan pendapat
  • Menerima kritikan dan masukan yang benar dan masuk akal.
  • Sering berbicara langsung pada permasalahan
  • Mempertimbangkan secara logis dalam mengambil keputusan
  • Tidak suka berita gosip yang belum menjadi fakta
  • Sering melakukan diskusi atau perdebatan tentang sebuah fakta
  • Membiarkan diri dibimbing oleh otak dan pemikiran

 

Tipe Perasa

  • Suka bekerja dengan cara teoritis.
  • Sering bermimpi dan memikirkan masa depan
  • Memutuskan berdasarkan kesan dan kemungkinan yang akan terjadi
  • Cenderung mengabaikan detail dan berusaha mencari arti tersembunyi
  • Tidak menyukai hal yang dapat diprediksi dengan tepat
  • Kurang sabar dengan hal yang rutin dan membosankan
  • Senang berpikir dan memutuskan hal yang dirasa akan baik nantinya
  • Selalu berusaha untuk tidak menyakiti orang lain dengan kata-kata
  • Lebih suka memusatkan diri pada sisi-sisi positif seseorang dan tidak menganggap kelemahan sebagai hal yang terlalu buruk
  • Sensitif dan cepat tersinggung
  • Bisa merasakan jika ada sesuatu yang diucapkan secara tersirat
  • Seringkali berusaha menghindari perselisihan karena merasa keselarasan sangat penting
  • Mengambil keputusan berdasarkan perasaan
  • Suka bekerja berinteraksi dengan orang lain
  • Mau mendengarkan suara hati dan perasaan.
  • Beranggapan bahwa perasaan adalah suatu hal yang penting dan harus selalu ditunjukkan

Dengan demikian, sudahkan Anda bisa menentukan Anda termasuk tipe yang mana?

By: Ade Rakhma