Perbedaan Psikolog Dan Psikiater, Yuk Kenali Perbedaan Dua Profesi IniPerbedaan psikolog dan psikiater. Serupa tapi tak sama, mungkin inilah yang bisa anda pahami tentang profesi psikolog dan psikiater. Banyak yang menganggap bahwa psikolog dan juga psikiater adalah dua profesi yang sama, padahal kedunya memiliki perbedaan yang tentu saja sangat jauh.

Meskipun masih dalam satu ruang lingkup kerja yang bisa dibilang saling berhubungan namun keduanya memiliki perbedaan yang krusial. Nah, anda harus memahami apa saja perbedaan psikolog dan psikiater, supaya nanti tidak salah dalam meminta pelayanan untuk kesehatan anda yah. Berikut ini adalah beberapa perbedaan psikolog dengan psikiater.

Perbedaan psikolog dan psikiater

Perbedaan Jenjang Pendidikan

Hal utama yang menjadi perbedaan psikolog dan psikiater adalah dari jenjang pendidikan, atau lebih tepatnya fokus pendidikan yang diambil oleh masing – masing profesi. Psikolog adalah profesi yang diperoleh seseorang setelah menempuh pendidikan Magister Profesi Psikologi, dimana untuk bisa masuk dan menuntut ilmu di Magister Profesi Psikologi ini, syarat utamanya adalah harus menempuh pendidikan Sarjana (S1) Psikologi terlebih dahulu, baru kemudian melanjutkan pendidikan ke Magister Profesi Psikologi.

Sedangkan untuk Psikiater, jenjang pendidikan atau fokus pendidikan yang ditempuh adalah pendidikan Kedokteran Spesialis Kejiwaan. Ini berarti, profesi Psikiater adalah seorang Dokter, yang mengambil pendidikan spesialis kejiwaan. Dari pendidikan, maka sudah bisa terlihat perbedaan psikolog dan psikiater bukan?

Gelar Akademis Yang Dimiliki

Dari sisi gelar akademis, profesi psikolog menyandang gelar M.Psi., Psikolog. Dengan menyandang gelar ini maka seorang psikolog telah sah menjadi seorang psikolog. Ia pun sudah bisa menempuh ujian profesi psikologi yang dilakukan oleh himpunan psikologi Indonesia (HIMPSI).

Sedangkan untuk Psikiater, gelar akademisnya dan juga gelar profesinya adalah dr. (nama) Sp.Kj atau spesialis kejiwaan. Tentu saja sebelum meraih gelar dan profesi spesialis kejiwaan, Psikiater wajib menempuh pendidikan kedokteran, dan juga sudah melakukan praktek sebagai dokter umum sesuai dengan ketentuan yang sudah ada.

Bahkan untuk psikologi lulusan psikologi sendiri pun tak serta merta langsung bisa melakukan praktik layaknya seorang psikolog. Pun dengan mereka yang mengambil jurusan psikologi namun bidang sains. Untuk bidang master sains dalam psikologi biasanya mendapatkan gelar M.Si

Metode–Metode Yang Digunakan

Dari segi metode-metode yang digunakan, psikolog menggunakan berbagai macam metode terapi-terapi psikologis, atau yang dikenal dengan istilah psikoterapi. Dalam melakukan treatmen atau terapi, psikolog mengandalkan keterampilan sosial, seperti misalnya dalam melakukan konseling, dan juga memberikan intervensi berupa psikoterapi.

Sedangkan psikiater, selain mengandalkan konseling, juga mengandalkan kompetensi mereka sebagai seorang dokter, yaitu memberikan farmakoterapi, alias terapi menggunakan obat–obatan bagi pasien atau klien yang datang kepada mereka.

Kedua profesi ini pada dasarnya memiliki akar yang sama, dan juga memiliki banyak teori yang saling berkaitan, sehingga seringkali orang salah menyebut perbedaan psikolog dengan psikiater. Banyak teori – teori psikologi yang diambil dari pemahaman mengenai teori dan ilmu psikiatri, dan begitu juga sebaliknya. Itulah mengapa kedua profesi ini merupakan profesi yang serupa tapi tak sama. Jadi, itu adalah perbedaan psikolog dengan psikiater. Semoga dengan artikel ini, anda sudah paham dan juga tidak salah lagi dalam menyebut profesi psikiater dan juga psikolog yah. Ingat, Psikiater adalah dokter, sedangkan psikolog bukanlah seorang dokter.

By: Muhamad Fadhol Tamimy