Peran Mindset Dalam Kehidupan Sehari-hari Yang Dapat Kita KetahuiPeran Mindset dalam kehidupan sehari-hari sangatlah penting, sederhananya ia dapat di artikan sebagaimana suatu sistem berpikir yang menentukan dan juga mempengaruhi kepribadian seseorang, karakter, pandangan, perilaku, sikap, hingga masa depan seseorang.

Dapat dikatakan bahwa, mindset di-ibaratkan sebagai sebuah program maupun aplikasi yang telah terinstal dalam harddisk komputer, sehingga program maupun aplikasi tersebut sangat berperan dalam kinerja sebuah komputer itu sendiri.

Instalasi dari program dalam otak seorang manusia adalah sebuah kumpulan data maupun infomrasi, dari values, belief, dan lain sebagainya, yang tersimpan di dalam pikiran sadar, yang mana ia membentuk suatu sistem maupun pola.

Mindset dapat pula bersifat negative maupun positif, tergantung daripada nilai seseorang yang telah tersimpan dalam pikiran bawah sadarnya. Hal negative ataupun positifnya nilai yang sudah tersimpan tadi dapat membawa sebuah dampak pada tindakan kita.

Secara umumnya, mindset dapat pula digambarkan sebagaimana seperti pola ataupun aturan yang mengikat dalam pikiran bawah sadar seorang manusia yang telah teraplikasi secara otomatis. Pada saat pikiran sadar seseorang dalam kondisi jeda, biasanya mindset akan mengambil alih sebuah keputusan di dalam pikiran dan juga menyikapi sesuatu.

Peran Mindset dalam kehidupan sehari-hari sangatlah penting

 

Biasanya, disaat mindset bekerja, seseorang tak menyadari, bahkan hal yang bersifat negative pun dapat dianggap sebagai hal yang positif apabila pola tersebut sedang berlangsung/ berjalan.

Contohnya saja pada saat orang sedang jatuh cinta, akan ada banyak hal yang dapat mendukung orang tersebut untuk merasakan suatu kekaguman dari orang yang di cintainya dikarenakan adanya nilai nilai pendukung seperti;

  • Aku merasakan cinta karena matamu indah (visual)
  • Aku merasakan cinta karena kamu cantik (visual)
  • Aku sangat mencintaimu karena kamu memiliki perhatian terhadapku (kinestetik)
  • Aku mencintaimu dikarenakan kamu wangi (olfactory)
  • Aku mencintai dirimu karena kesetiaanmu (kinestetik)

Nilai-nilai inilah yang pada akhirnya akan membentuk sebuah pola dan juga penilaian tersendiri, sehingga pada akhirnya membuat mindset-nya terbentuk hingga memutuskan orang tersebut untuk mencintai pasangannya bersamaan dengan seiring berjalannya waktu.

Pada saat ia telah mengetahui bahwasanya pasangan yang di milikinya tak sebaik dan juga seistimewa yang telah dirasakan selama ini (bisa dikatakan selingkuh), maka mindset-nya dapat berubah sehingga ia akan memunculkan pola baru yang berisi informasi kekecewaan. Kemudian daripada itu, nilai-nilai yang mendukung itu semuanya tadi dapat berubah 180 derajat daripada sebelumnya dan juga pada waktu itu dapat tercipta suatu mindset negative tentang pasangannya.

Dengan demikian maka, sebenarnya mindset tak 100% permanen. Ia dapat berubah setiap waktu, tergantung pada suatu situasi dan juga kondisi seiring berjalannya waktu.

Apabila dianalogikan, mindset adalah software maupun aplikasi yang telah terinstal namun ia akan di beri menu edit sehingga user diberi sebuah kebebasan untuk mengedit aplikasi tersebut sesuai dengan kehendaknya.

Mindset seperti pada orbit ataupun garis edar pada sebah planet yang mana ia mengatur pergerakan planet tersebut pada matahari. Begitupun juga dengan mindset yang telah bekerja di dalam kehidupan manusia. Hanya saja, mindset dapat diubah kapanpun manusia tersebut ingin melakukannya dengan cara perlahan dan bertahap.

Dapat disimpulkan Peran Mindset dalam kehidupan sehari-hari, jika Anda ingin mengubah sebuah mindset dalam diri anda, lakukanlah secara bertahap. Mulailah dengan nilai nilai apa saja yang selama ini telah tertanam dalam diri anda, menjadi suatu pola seperti apa yang anda impikan. Caranya adalah dengan, membuka diri, berpikirlah lebih netral, dan juga anda dapat memanfaatkan bantuak dari seorang ahli seperti mereka yang berprofesi sebagai psikolog, ataupun konselor. Dan psikoma adalah media yang tepat untuk membantu anda dalam merubah mindset itu sendiri. By: Muhamad Fadhol Tamimy