Penyebab Terjadinya Perkembangan Perilaku Anak yang Tidak Sesuai Norma

Penyebab Terjadinya Perkembangan Perilaku Anak yang Tidak Sesuai Norma

March 19, 2017 Off By admin

Penyebab Terjadinya Perkembangan Perilaku Anak yang Tidak Sesuai NormaPerilaku Anak Yang Tidak Sesuai Norma – Anak anda nakal ? Suka bertingkah laku yang  menyebabkan kemarahan orang lain ? Bahkan orang tua dari anak yang menjadi korban pun sering memarahi anda.

Mungkin anak anda tersebut mengalami berbagai bentuk hambatan dan juga gangguan dalam bertingkah laku. Biasanya mereka yang mengalami hambatan dan ganguan bertingkah laku menyebabkan masalah besar, serta menimbulkan kerugian bagi orang lain.

Perilaku anak yang tidak sesuai dengan norma misalnya anak anda sering memukul temannya, memarahi teman mainnya. Atau anak yang cenderung diam saja, dimana saat teman-temannya sedang memukulnya, ia justru tidak memberikan perlawaan atau respon.

Hal lain dari anak diam saja adalah pada saat guru sedang mengajar, anak anda hanya diam saja. Kadang air liur nya masih menetes. Padahal usianya sudah cukup besar, yang seharusnya ia sudah mampu untuk mengontrol produksi air liurnya sendiri.

Berbagai masalah dan perkembangan anak yang tidak sesuai norma pun akhirnya menimbulkan kecemasan bagi orang tua. Apalagi perilaku yang muncul nantinya tidak sama dengan anak normal yang harusnya dilakukan. Ibu tentu saja khawatir. Sebelum melakukan diagnosis gangguan, hambatan, atau penyakit yang dimiliki anak perlu di perhatikan beberapa faktor penyebab atau asal muasalnya. Simak yuk ulasan berikut ini :

Faktor Penyebab Dari Perkembangan Perilaku Anak yang Tidak Sesuai Norma

  1. Karena faktor keturunan

Secara genetis, seorang anak yang mengalami hambatan dan gangguan juga berbeda dengan anak yang normal. Misal anak dengan kelainan down syndrome. Bentuk genetisnya memiliki kelainan yakni adanya kelebihnan kromosom di nomer 21. Hal ini menyebabkan kelainan pada fungsi jaringan otak dan jaringan yang ada dibagian tubuh lainnya. Inilah yang menyebabkan anak anda memang berbeda dengan yang lain

2. Karena faktor lingkungan

Anak yang masih bayi dan balita memiliki kondisi sangat lemah. Terkena perubahan cuaca sedikit saja, bisa sakit. Mengalami pola makan yang kurang teratur sedikit saja, sakit. Kurang cukup tidur juga sakit. Banyaknya faktor yang menyebabkan anak sakit ini juga berpengaruh pada perilaku anak di kemudian hari. Apalagi jika tidak segera untuk diobati. Mungkin saja awalnya hanya panas biasa saja, namun lama-kelamaan bisa jadi sang anak mengalami cacat fisik yang serius.

3. Perbedaan jenis kelamin

Perlu digaris bawahi, bahwa anak laki-laki dan perempuan itu sangatlah berbeda. Dari tingkat ketahanan fisiknya, sampai dengan caranya ia bisa bertahan hidup. Anak laki-laki cenderung lebih rapuh dan juga mudah untuk terserang penyakit. Bahkan beberapa penyakit tertentu cenderung banyak diidap oleh anak laki-laki. Misalnya saja seperti penyakit cerebral palsy, keterbelakangan mental, infeksi, dan kesulitan belajar. Meskipun anak perempuan juga bisa terkena, namun resiko untuk terkena penyakit atau gangguan ini masih tergolong tinggi pada anak laki-laki.

4. Karena keluarga

Keluarga merupakan kontrol sosial pertama bagi perkembangan anak. Dari keluarga pulalah anak dikenalkan kepada dunia. Seperti halnya saat ia dikenalkan terhadap obyek di sekitarnya, baik itu berupa benda-benda, atau orang terdekat di sekitarnya seperti ayah, kakak, tetangga, dan orang lain. Jika keluarga tidak perhatian dan kasih sayang pada anak,  dengan tidak mengenalkan orang lain dengan baik, maka perilaku terhadap dunia sosialnya pun juga cendrung berkurang.

5. Pola makan dan asupan nutrisi

Anak sangatlah dituntut untuk mendapatkan pola makan dan juga asupan nutrisi yang baik. Pemenuhan gizi empat sehat lima sempurna pun juga harus seimbang. Antara karbohidrat, lemak, vitamin, mineral haruslah cukup. Jika ia mengalami kekurangan satu nutrisi saja, maka hal tersebut bisa berpengaruh kepada tahap perkembangan selanjutnya. Selain itu secara fisik anak juga tampak kecil, kurus, dan tidak berenergi. Tentu saja berbeda dengan anak yang mendapatkan asupan gizi seimbang, bukan ?

Perkembangan anak saat kecil akan menentukan perkembangannya saat ia sudah besar nanti. Oleh sebab itu, berikan yang terbaik selagi ia masih kecil. Rawatlah anak kita sebaik-baiknya, karena dari mereka generasi kita akan terus terbentuk. Dan dari mereka pulalah kebermanfaatan yang kita didik pada mereka dapat di sebar dan di tebar kepada mereka yang membutuhkan di generasi selanjutnya. By: Izzatur Rosyida