Ternyata Inilah Penyebab Tawuran Yang Sering TerjadiSeringkali kita mendengar tentang kata tawuran atau mungkin pernah menyaksikannya lewat televisi atau menyakiskannya secara langsung dengan mata kepala sendiri. Atau mungkin Anda justru pernah ikut tawuran? Tawuran merupakan salah satu wujud gagalnya anak-anak untuk membentuk pribadinya menjadi pribadi yang positif, pribadi yang bermanfaat untuk orang lain. Lalu apa si sebenarnya penyebab tawuran tersebut?

Taukah kalian, bahwa sebenarnya Tawuran adalah sebuah tindakan kekerasan atau anarkis yang dilakukan oleh dua atau lebih kelompok. Tawuran berupa perkelahian yang melibatkan banyak orang di tempat-tempat umum seperti jalan raya dapat menimbulkan rasa ketakutan bagi masyarakat.

Penyebab Tawuran

Tawuran paling sering terjadi antarpelajar, pendukung tim sepakbola, dan geng-geng anak muda yang masih labil. Tapi, pernahkah Anda mengetahui apa yang menjadi sebab dari sebuah tawuran? Berikut ada tiga faktor yang memunculkan potensi tawuran pada remaja.

  1. Faktor Internal

Faktor internal merupakan faktor yang paling memberi pengaruh besar pada pola pikir dan tingkah laku remaja. Faktor ini dapat diperoleh melalui pembicaraan atau kebiasaan yang buruk yang mereka contoh dari orang lain. Biasanya, remaja mudah sekali terpengaruh dan terperosok dalam kondisi yang sama, seperti kebiasaan berkata kotor, merokok, membolos, dan membenci kelompok remaja lain dengan sebab yang sebenarnya tidak mereka pahami sungguh-sungguh atau hanya ikut-ikutan membenci saja. Pola pikiran mereka akan membentuk pola untuk memusuhi, membenci orang lain bahkan memunculkan pikiran untuk menyingkirkan orang yang dibenci untuk membuktikan bahwa mereka kuat dan berani.

  1. Faktor Keluarga

Fakor keluarga menduduki urutan nomor dua yang artinya keluarga sendiri sebenarnya turut andil dalam terbentuknya pribadi negatif pada anak. Keluarga yang berantakan, tidak pernah menghargai keberadaan anak, selalu menuntut dan menyalahkan merupakan celah yang besar untuk anak-anak merasa tertekan dan memilih mencari kenyamanan di tempat lain yang Anda tak pernah tahu kondisi pertemanan mereka di luar lingkungan keluarga Anda sendiri. Menjadi tidak nyaman dan tidak mendapatkan kasih sayang yang cukup dapat membuat psikologi anak-anak terganggu karena membuat mereka merasa tak diinginkan.

  1. Faktor Sekolah

Faktor sekolah biasanya memberikan faktor yang cukup besar dalam sebab terjadinya tawuran. Perlakukan tidak adil antara murid satu dengan yang lain, memberikan informasi yang bersifat memusuhi sekolah lain, dan melabeli anak didik dengan “anak nakal” atau “anak kurang ajar” dapat membuat anak-anak menyimpan dendam yang akan mengganggu psikologi mereka.

Terkadang, kita tidak menyadari apa yang membuat mereka memilih tawuran dan terkadang membuat diri mereka sendiri terluka. Anda juga mungkin pernah berkata “Kenapa selalu menyusahkan orang lain?”, “Apa tidak kasihan dengan orang tua?”.

Pertanyaan tersebut erkesan menyalahkan mereka bukan? Oleh karena itu, mulai saat ini cobalah untuk melihat dan menyadari apa yang telah Anda lakukan terhadap mereka hingga mereka meluapkan emosinya dengan cara-cara yang tidak bertanggung jawab tersebut. Mari menyadari dan belajar melihat diri sendiri. By Tri Indarti