Penyebab Anak Nakal, Siapa Sih Yang Sebenarnya Salah?

Penyebab Anak Nakal, Siapa Sih Yang Sebenarnya Salah?

November 29, 2018 Off By Admin

Penyebab Anak Nakal, Siapa Sih Yang Sebenarnya Salah?Penyebab Anak Nakal – Anak sampean itu nakal banget, buat kotor depan rumahku aja jeng. “anak ku ini kok ga bisa diem, nakal banget. Beberapa ungkapan seperti itu adakalanya sering kita dengan di sekitar kita. Percakapan antara emak-emak ataupun orang dewasa saat membicarakan pola perilaku anak yang ada di sekitarnya.

Ngomong-ngomong soal anak nakal, sebenarnya siapa sih yang salah? Membicarakan hal tersebut sejatinya kita harus memahami apa yang sedang di lakukan anak. Terkadang sebagian orang tua hanya karena anaknya terlalu aktif dan tak mau mendengarkan apa yang diinginkan, langsung di cap nakal.

Atau hanya karena sang anak mencari perhatian, orang tua langsung melakukan justifikasi bahwasanya anaknya terlalu usil hingga bikin sebal. Hmmm seperti tak pernah jadi anak saja ya hehee.

Sekarang kita bedah, alasan mengapa sih anak itu menjadi nakal itu. Anak nakal sejatinya ia bukanlah anak nakal seperti apa yang dikatakan oleh orang lain, khususnya orang dewasa.

Penyebab Anak Nakal Itu

Terkadang anak yang dianggap nakal ternyata hanya seorang anak yang tengah merindukan perhatian dari orang tuanya. Ia berbuat seperti itu karena orang tuanya yang sibuk sendiri dengan apa yang dikerjakannya. Sang anak lebih banyak di beri gadget hanya untuk membuat anak tidak mengganggu orang tuanya yang sedang sibuk bermain media sosial dan lain sebagainya.

“Mah coba gambarin burung hantu na mah” pinta anak. Seketika sang anak, “duh jangan ganggun mamah, ini maini aja hanphone ayah” ungkap sang emak sembari menyodorkan hp suaminya. Atau saat sang anak tengah menangis, lantas sang emak menghardiknya dan mengancam, “husss diam, kalau ga diam tak panggilkan pak polisi loh biar ditangkap”. Ujung-ujungnya mengancam dengan sesuatu yang tak masuk akal.

Padahal dengan apa yang dilakukan orang tua secara tak sadar mengajari sang anak sebuah sikap mengabaikan. Jadi wajar, jika anda melihat fenomena saat ini dimana banyak anak yang acuh tak acuh, atau suka mengancam saat keinginannya tak di penuhi. Ya itu barangkali sudah mendapatkan pendidikan dari sononya.

Tak hanya itu saja, orang tua juga acapkali menuntut sesuatu yang tak dimampu atau tak di senangi oleh anaknya. Jika tak mampu mengikuti apa yang dimau oleh orang tuanya, seketika ia akan di banding-bandingkan dengan orang lain.

Aktivitas membanding-bandingkan itu pada akhirnya membuat anak minder, dan muak dengan apa yang dilakukan. Dan representasi dari rasa muak maupun minder tersebut terlihat dari banyak perilakunya. Salah satu perilaku yang berpotensi muncul adalah dengan melakukan pemberontakan lewat sikap yang cendrung membuat orang tuanya sebal.

Anak nakal terkadang bukan disebabkan oleh dirinya yang nakal. Ia hanyalah seorang korban dari apa yang dilakukan oleh orang-orang terdekatnya, terutama orang tuanya. Bisa jadi masalah yang di hadapi oleh anak bersumber dari apa yang orang tua lakukan terhadapnya. Atau bisa jadi cap buruk tersebut melekat disebabkan oleh sudut pandang orang tua yang diucapkan terus menerus hingga akhirnya membuat anak merasa bahwa dirinya dianggap nakal. Pengabaian dan rasa tak dihargai adalah hal yang juga berpengaruh pada perilaku anak.

Karena dalam setiap perilaku anak yang cendrung nakal itu ada kontribusi dari pola asuh yang dilakukan oleh orang tua. Hal ini semakin di kuatkan dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh budi (2009) dalam penelitian yang berjudul Perilaku agresif ditinjau dari persepsi pola asuh authoritarian, asertivitas dan tahap perkembangan remaja pada anak binaan lembaga pemasyarakatan anak kutoraja jawa tengah.

Oleh sebab itu mulai dari sekarang, yuk mari sayangi anak kita. Luangkan waktu kita untuk mereka, walaupun sekedar menanggapi hal remeh temeh yang ia tanyakan. Hargai setiap apa yang dia lakukan hingga pada akhirnya ia merasa dibutuhkan. Saat ia merasa dibutuhkan maka ia akan merasakan limpahan kasih sayang dan otomatis kebahagiaan akan selalu memancar dari lubuk hati mereka.

Dan saat rasa bahagia itu menyeruak, disaat itulah anak anda akan mudah anda kendalikan. Kuncinya dalam mendidik anak adalah keikhlasan dan kesabaran. Semoga kita menjadi orang tua terbaik bagi anak-anak kita. Jadi siapa sih yang menjadi penyebab anak nakal? Silahkan anda bisa menjawab sendiri. By: Muhamad fadhol tamimy