Pengertian Kepemimpinan. Apa Itu Arti Kepemimpinan?

Artikel psikologi kali ini akan membahas sedikit mengenai pengertian kepemimpinan. Mungkin anda sering mendengar istilah kepemimpinan, namun kurang paham dengan arti kepemimpinan. Sebenarnya pengertian kepemimpinan itu seperti apa, dan bagaimana pengaruhnya sebuah kepemimpinan terhadap kelangsungan suatu organisasi atau perusahaan?

Pengertian Kepemimpinan Adalah

Ada banyak definisi mengenai pengertian kepemimpinan. Misalnya saja Kartono (2008) yang mengatakan bahwa kepemimpinan adalah sifat, kebiasaan, temperamen, watak dan kepribadian yang membedakan seorang pemimpin dalam berinteraksi dengan orang lain. Tokoh lainnya, Thoha (2010) juga mengatakan tentang definisi dari gaya kepemimpinan, dimana gaya kepemimpinan adalah norma prilaku yang digunakan oleh seseorang pada saat orang tersebut mencoba mempengaruhi prilaku orang lain atau bawahan.

Robbins (2003) juga memberikan pengertian kepemimpinan dalam organisasi, yaitu merupakan kemampuan mempengaruhi suatu kelompok kearah pencapaian tujuan. Jadi, secara umum dapat kita simpulkan bahwa kepemimpinan adalah suatu kemampuan yang dimiliki oleh seseorang dalam memimpin bawahannya dalam rangka mensukseskan tujuan organisasi.

Kepemimpinan Yang Tepat = Kesuksesan Dari Sebuah Organisasi

Banyak penelitian yang mengatakan bahwa kepemimpinan yang baik dan juga tepat merupakan salah satu kunci sukses dari sebuah organisasi. Meskipun demikian, kepemimpinan dalam organisasi tidaklah bersifat mutlak, karena kesuksesan dari sebuah organisasi disebabkan oleh berbagai macam faktor (multi factorial).

Namun demikian, gaya kepemimpinan seorang leader atau pemimpin memang sanggup untuk memberikan warna tersendiri bagi sebuah organisasi, seperti misalnya perusahaan ataupun kantor. Karena itu, mencari seorang pemimpin adalah hal yang susah-susah gampang bagi sebuah organisasi dan perusahaan.

Tidak semua gaya kepemimpinan cocok diterapkan di dalam budaya organisasi tertentu. Jadi, untuk mencari pemimpin atau leader yang tepat, sebuah organisasi harus mampu menganalisa dan melihat apakah gaya kepemimpinan seseorang memang cocok diterapkan di dalam budaya organisasi yang mereka anut.

Hal ini terlihat dari berbagai macam kasus, dimana banyak perusahaan dan organisasi sukses ketika ditangani oleh satu leader, namun ketika pemimpin organisasi mengundurkan diri, dan diganti dengan orang lain, tidak jarang organisasi tersebut menjadi kurang bagus secara keseluruhan.Hal ini cukup membuktikan bahwa gaya kepemimpinan seseorang tidak selalu cocok diterapkan di dalam budaya organisasi yang sama.

Beberapa Tipe Pemimpin Berdasarkan Gaya Kepemimpinannya

Ada banyak sekali teori psikologi mengenai gaya kepemimpinan. Namun demikian secara umum, terdapat beberapa gaya pemimpin dalam memimpin sebuah organisasi. Berikut ini adalah beberapa tipe atau gaya pemimpin dalam memimpin sebuah organisasi:

  1. Gaya persuasif

Merupakan gaya pemimpin, dimana pemimpin banyak menggunakan pendekatan yang persuasif dan mengubah perasaan serta pandangan para bawahannya. Pemimpin dengan gaya persuasif ini sering menggunakan rayuan dan juga bujukan untuk memimpin organisasi.

  1. Gaya represif

Represif merupakan gaya pemimpin yang memberikan tekanan-tekanan kepada bawahannya. Hal ini banyak menimbulkan ketakutan pada bawahan, dan seringkali tidak cocok diterapkan pada budaya organisasi tertentu.

  1. Gaya Partisipatif

Merupakan gaya pemimpin, dimana pemimpin memberikan kesempatan yang besar kepada para bawahannya untuk berperan aktif dalam perusahaan dan organisasi dalam berbagai cara. Pemimpin seperti ini akan lebih mudah untuk mendapatkan hati karyawan atau bawahan, karena sangat terbuka dan mau melibatkan bawahan secara aktif.

  1. Gaya inovatif

Berikutnya, pemimpin dengan gaya inovatif merupakan pemimpin yang memiliki keinginan kuat untuk mewujudkan usaha pembaruan di segala bidang dan aspek organisasi. Leader seperti ini adalah leader yang penuh dengan ide-ide dan memiliki pandangan atau visi yang kuat tertanam di dalam dirinya.

Nah, itu adalah artikel kepemimpinan singkat mengenai pengertian kepemimpinan dan juga sedikit gambaran mengenai tipe-tipe pemimpin dalam memimpin suatu organisasi.

Gaya Kepemimpinan Transformasional. Apa Itu Dan Seperti Apa Contohnya?

Kepemimpinan tidak lepas dari apa yang dikenal sebagai gaya kepemimpinan, dimana gaya kepemimpinan transformasional adalah salah satunya. Gaya kepemimpinan ini merupakan salah satu gaya kepemimpinan yang banyak diaplikasikan di berbagai organisasi, dan juga banyak menjadi bahan penelitian mengenai gaya kepemimpinan. Sebenarnya, gaya kepemimpinan transformasional itu apa sih? Dan apa pengertian kepemimpinan transformasional? Artikel kepemimpinan ini mungkin bisa menjadi referensi bagi anda.

Kepemimpinan transformasional merupakan satu dari beberapa gaya kepemimpinan yang dikemukakan oleh Robbins (2003). Kepemimpinan transformasional dapat diartikan sebagai sebuah gaya kepemimpinan yang berfokus pada dampaknya terhadap bagaimana pemimpin memperkuat sikap saling kerjasama dan mempercayai, kemanjuran diri secara kolektif, dan pembelajaran tim. Para pemimpin transformasional membuat para pengikutnya menjadi lebih menyadari kepentingan dan nilai dari pekerjaan serta membujuk pengikut untuk tidak mendahulukan kepentingan pribadi diatas kepentingan organisasi.

Apabila dilihat menggunakan gaya pemimpin, gaya kepemimpinan transformasional memiliki leader atau pemimpin dengan gaya persuasif, dimana leader mampu untuk mengajak bawahannya untuk turut serta dalam mencapai tujuan organisasi.

Jung mengatakan bahwa pemimpin transformasional memperhatikan hal-hal kebutuhan pengembangan dari masing-masing para pengikut dan persoalan-persoalan dengan membantu mereka memandang masalah lama dengan cara-cara baru, dan mereka mampu menggairahkan, membangkitkan, dan mengilhami para pengikut untuk mengeluarkan upaya ekstra demi mencapai sasaran kelompok.

Berikut ini adalah beberapa hal yang dilakukan oleh pemimpin yang mengadopsi gaya kepemimpinan transformasional:

  1. Membuat para pengikut lebih sadar mengenai pentingnya hasil-hasil suatu pekerjaan
  2. Mendorong para pengikut untuk lebih mementingkan organisasi atau tim daripada kepentingan diri sendiri, dan
  3. Mengaktifkan kebutuhan-kebutuhan para pengikut pada kebutuhan yang lebih tinggi.

Komponen Gaya Kepemimpinan Transformasional

Sebuah gaya kepemimpinan bisa dikatakan sebagai gaya kepemimpinan yang transformasional apabila memiliki beberapa komponen tertentu. Berikut ini adalah beberapa komponen dari gaya kepemimpinan transformasional:

  1. Karisma

Karisma merupakan komponen pertama yang harus muncul dalam gaya kepemimpinan seorang leader / pemimpin. Karisma merupakan hal yang dapat mempengaruhi orang lain dan mampu untuk memperoleh rasa cinta dari anak buah dan membuat anak buah menjadi percaya diri dan saling percaya terhadap pemimpinnya.

Karisma dapat ditunjukkan dengan sikap pemimpin yang percaya dirinya tinggi, idealisme kuat, dan juga memiliki keyakinan yang kuat dan juga matang. Hal ini akan membuat gaya kepemimpinan yang transformasional akan berjalan dengan efektif.

  1. Pertimbangan Individual

Gaya kepemimpinan transformasional sangat mengutamakan pertimbangan individual, yang merupakan perilaku yang bersahabat, saling adanya kepercayaan, saling menghormati, dan hubungan yang sangat hangat di dalam kerja sama antara pemimpin dengan anggota kelompok.

  1. Stimulasi Intelektual

Stimulasi intelektual merupakan kemampuan seorang pemimpin dalam menciptakan, menafsirkan dan mengelaborasi simbol yang muncul dalam kehidupan, dan mengajak bawahan untuk berpikir dengan cara-cara benar. Hal ini berkaitan dengan inovasi, profesionalisme, dan pengembangan ide-ide baru yang berkaitan dengan bawahan dan juga organisasi.

Itu adalah artikel psikologi mengenai apa itu gaya kepemimpinan berciri transformasional. Gaya kepemimpinan berciri transformasional ini memang banyak dinilai sebagai gaya kepemimpinan yang efektif dalam mengembangkan organisasi dan membantu organisasi mencapai tujuan organisasinya dengan baik.

Mendeteksi kualitas kepemimpinan – Tes psikologi atau yang kita kenal dengan tes psikotes merupakan instrumen, atau alat bantu di bidang psikologi untuk mengukur berbagai macam aspek individu. Mulai dari kepribadian, persepsi, hingga bisa menggambarkan kondisi psikis dari diri anda. Tes psikotes banyak juga diaplikasikan di dalam bidang industri dan organisasi (PIO), yang berhubungan dengan rekrutmen karyawan, dan asesmen karyawan. Salah satunya adalah tes psikologi mengenai gaya kepemimpinan.

Dalam sebuah perusahaan dan juga organisasi, gaya kepemimpinan merupakan salah satu hal penting yang dapat membantu sang pemimpin beserta anggotanya dalam mencapai tujuan organisasi. Gaya kepemimpinan yang tepat akan membuat anggotanya menjadi nyaman dan mampu bekerja sama dalam mencapai tujuan organisasi. Begitu pula sebaliknya, gaya kepemimpinan yang kurang tepat akan menghancurkan suatu organisasi.

Bagaimana Melihat Gaya Kepemimpinan Seseorang?

Lalu, bagaimana cara melihat gaya kepemimpinan seseorang? Selain melalui proses wawancara dan observasi, dan juga pengalaman organisasi seseorang, ada beberapa alat tes psikologi atau psikotes yang dapat membantu kita melihat gaya kepemimpinan seseorang. Management Style Diagnostic Test atau MSDT adalah salah satu tes psikotes yang umum dan biasa digunakan untuk mengukur gaya kepemimpinan seseorang.  Dalam tes ini, terdapat beberapa pernyataan yang harus dijawab dan diselesaikan oleh calon karyawan. Hasil dari tes psikotes MSDT ini adalah kesimpulan berupa karakteristik kepemimpinan seseorang.

Terdapat 8 karakteristik atau gaya kepemimpinan seseorang. ke delapan gaya kepemimpinan tersebut adalah :

  1. Executive
  2. Developer
  3. Benevolent Autocrat
  4. Bureaucrat
  5. Missionary
  6. Compromiser
  7. Autocrat
  8. Deserter

8 gaya kepemimpinan tersebut merupakan output atau hasil dari pelaksanaan tes MSDT. Tentu saja masing-masing dari 8 gaya kepemimpinan tersebut memiliki karakteristik dan ciri khas masing-masing, seperti misalnya Bureaucrat yang lebih mementingkan kedisiplinan dan penerapan aturan di dalam suatu organisasi.

Mana Gaya Kualitas Kepemimpinan Yang Paling Efektif?

Untuk melihat gaya kepemimpinan mana yang paling efektif, tentu saja kita juga perlu melihat dari berbagai aspek, salah satunya adalah tujuan organisasi, yang terlihat dari visi dan misi organisasi atau perusahaan tersebut. Apabila suatu organisasi berbentuk organisasi non-profit dan sifatnya sukarela, gaya kepemimpinan yang menekankan kedisiplinan dan aturan mungkin kurang cocok diterapkan. Yang lebih cocok adalah gaya kepemimpinan yang berkaitan dengan keharmonisan organisasi agar organisasi tersebut mampu bertahan meskipun bukan merupakan organisasi non-profit.

Karena itu, dalam menentukan gaya kepemimpinan seseorang, dan melihat apakah seseorang cocok untuk memimpin suatu organisasi / perusahaan, perlu diperhatikan kecocokan aspek kepribadian, gaya kepemimpinan, dan juga aspek dari organisasi atau perusahaan itu sendiri, agar pemimpin yang terpilih mampu untuk menjalankan tugasnya dengan baik dan membantu suatu organisasi atau perusahaan mencapai tujuan organisasi yang tertuang dalam visi dan misi.

Mencari Tipe Gaya Kepemimpinan Terbaik Untuk Diterapkan

Gaya Kepemimpinan – Seorang pemimpin adalah orang yang paling dihormati, disegani, dan dipandang oleh orang lain. Baik itu adalah pemimpin rumah tangga, pemimpin lembaga, pemimpin organisasi, dan pemimpin lainnya, mereka semua biasanya adalah orang yang benar – benar memiliki kharisma tersendiri. Mereka bukan hanya orang yang mampu berkuasa atas sesuatu saja, akan tetapi orang tersebut mampu untuk mengendalikan kemana arah dan tujuan sebuah oraganisasi/lembaga dapat tercapai.

Banyak sekali  contoh pemimpin – pemimpin yang dikagumi oleh para anggotanya. Untuk seorang muslim tentu panutan dalam kepemimpinan adalah nabi besar Muhamad yaitu seorang Rosulullah, yang mampu dengan kepemimpinannya mengubah kebudayaan dan zaman. Berkat pengaruhnya lah kita dapat merasakan keberadaban yang selalu ditanamkan oleh beliau.

Contoh lain dari pemimpin yang menjadi panutan adalah Muhammad Al-fatih (Mehmed II), Mahatma Gandhi, Wiston Churchill, Soekarno, dan para tokoh – tokoh terkenal lainnya. Mereka merupakan contoh pemimpin yang baik sepanjang masa. Terlepas bagaimana beliau memimpin anggotanya, bagaimana cara beliau untuk mengendalikan, dan mengkoordinasi anggotanya.

Pemimpin bukan hanya sekedar orang yang bisa disegani dan bisa mengendalikan orang lain. Namun beliau bisa dicontoh, dijadikan teladan untuk anggotanya, serta bisa membawa perubahan ke arah yang lebih baik. Penelitian selama 1 abad ini merumuskan bahwa pemimpin terbaik sepanjang masa adalah Nabi Muhammad Saw. Beliau bukan hanya bisa menkoordinasi umatnya, namun berperan sebagai teladan manusia, dikagumi, serta membawa perubahan dari tahun 600 masehi sampai sekarang.

Bagaimana pemimpin itu ?

Lantas seperti apakah pemimpin itu menurut para tokoh ? Menurut Hemhill dan Coons mengutarakan bahwa pemimpin adalah perilaku seorang individu yang memimpin serta mengkoordinasi aktivitas – aktivitas kelompok ke arah tujuan yang hendak dicapai bersama atau shared goals.

Weschler dan Masarik menambahkan bahwa pemimpin adalah orang yang mampu mempengaruhi dalam situasi tertentu dan diarahkan melalui proses komunikasi untuk mencapai beberapa tujuan tertentu. Lantas Howard Hoyt melengkapi bahwa pemimpin dan kepemimpinan adalah seni untuk mempengaruhi tingkah laku manusia serta bisa membimbing seseorang.

Kesimpulan dari pendapat beberapa ahli diatas adalah pemimpin merupakan tokoh atau orang yang bisa mengkoordinasi aktivitas anggota, bisa mempengaruhi, serta membimbing ke arah tujuan yang hendak dicapai. Terlepas bagaimana ia memimpin dan gaya yang diterapkannya. Tidak semua orang dapat dipimpin dengan jalan yang sama. Tidak semua anggota juga bisa dipimpin dengan orang yang sama.

Memimpin sesuai dengan anggota

Perlu diketahui, bahwa semua orang tidak bisa diperlakukan sama. Ada orang yang suka bercandaan serta ada orang yang bawaanya serius. Ada orang yang pendiam dan susah untuk bergaul, namun ada juga orang yang mudah akrab dan cepat gaul dengan orang lain. Perbedaan karakteristik ini juga menjadi corak berbeda bagi setiap pemimpin. Sehingga bisa disesuaikan, kapan seorang pemimpin tegas, kapan beliau lembut.

Ada beberapa gaya kepemimpinan yang biasa digunakan oleh para pemimpin. Seperti apa sajakah ? Simak ulasan berikut :

  1. Pemimpin yang otokratis

Mungkin orang akan menyebut pemimpin ini adalah orang yang keras kepala dan galak. Semua hal, sepeerti keputusan, diskusi, dan lain sebagainya ditentukan oleh sang bos. Banyak sekali perintah yang akan ditunjukkan oleh anak buah. Bos seperti ini hanya akan menyuruh semua pekerjaan. Hampir tidak ada waktu diskusi dengan anak buah karena semua sudah dirancang oleh bos.

Pemimpin yang bekerja dengan cara ini cenderung tidak disukai oleh anak buahnya. Antara bos dan anak buah memiliki pembatas dan geps yang tinggi. Namun tujuan yang dilakukan dengan cara ini cenderung akan berhasil lebih cepat, jika bos adalah orang yang pandai mengatur strategi.

2. Pemimpin yang demokratis

Kebalikan dengan pemimpin yang otokratis. Beliau adalah bos yang mau bekerja sama dengan bawahan dan orang lain. Bersedia menerima kritik, saran, dan berdiskusi dengan yang lain untuk mencapai tujuan. Pemimpin yang seperti ini cenderung lebih banyak disukai oleh anak buahnya. Sebab geps antara bos dan bawahan tidaklah tinggi.

Namun dalam mencapai tujuan, pemimpin jenis ini cenderung lebih lambat. Sebab strategi yang dikeluarkan tidak terfokus hanya pada satu point. Biasanya mereka menjalankan tidak menjalankan satu tujuan. Ketika bos berencana untuk melakukan plan A, namun hasil diskusi ternyata plan B yang dijalankan. Kebanyakan diskusi dengan orang lain akan memperlama mengambil keputusan untuk menangani suatu masalah.

3. Laissez Faire

Tipikal pemimpin ini adalah tipe pemimpin yang menjalankan kepemimpinan secara pasif, atau sebagai seorang yang menonton saja. Dalam hal ini ia menyerahkan segala macam penentuan tujuan dan juga kegiatan kelompok kepada setiap anggotanya masing-masing.

Seorang pemimpin dalam tipe gaya kepemimpinan ini biasanya akan menyerahkan bahan-bahan dan juga alat-alat yang di perlukan dalam sebuah kelompok tersebut. Ia cendrung tak mengambil inisiatif apapun di dalam kegiatan kelompok.

Lalu dari ke tiga kepemimpinan tersebut apakah ada yang lebih baik di bandingkan dengan tipe gaya kepemimpinan yang lainnya?

Menanggapi hal tersebut, tentu akan berbeda konteks dan penempatan, dimana, dan kondisi apa saja organisasi tersebut. Bisa jadi tipe gaya kepemimpinan otoriter lebih baik di bandingkan dengan tipe gaya kekpemimpinan yang demokratik. Atau tipe gaya kepemimpinan yang Laissez Faire lebih baik di bandingkan tipe kepemimpinan yang otoriter. Tergantung konteks dan penempatannya.

Memahami Teori Kepemimpinan Melalui Tinjauan Psikologi

Kepemimpinan. Pemimpin merupakan salah satu unsur terpenting dalam kehidupan manusia. Bayangkan saja jika hidup kita tak memiliki seorang pemimpin, tentu hidup akan menjadi tak terarah, diakrenakan tak adanya seorang juru atur ataupun juru pemberi petunjuk. Seorang pemimpin memang menjadi salah satu orang di posisi sentral yang seharusnya ada didalam setiap orang-orang yang tengah berkelompok seperti organisasi, perusahaan, pemerintahan, bahkan dari lingkup terkecil yaitu keluarga.

Menurut istilah pemimpin dikatakan sebagai orang yang memiliki pengaruh serta kekuasaan, yang mana dengan kekuasaan tersebut ia mampu untuk mengatur orang lain sehingga mereka patuh terhadap apa yang diinginkannya. Seorang pemimpin memiliki karakteristik yang menyebabkan ia menjadi seorang pemimpin di antara kelompoknya. Seperti yang di ungkapkan oleh William Foote Whyte (dalam Ahmadi, 2009) bahwa seorang menjadi pemimpin itu disebabkan oleh :

  1. Operational Leadership

Dalam faktor operational leadership dikatakan bahwa orang yang menjadi pemimpin tersebut memiliki banyak sekali inisiatif, serta menarik dan juga dinamis diantara kelompoknya. Selain itu mereka yang berhasil untuk menjadi pemimpin adalah orang yang memiliki track record lebih baik serta memiliki prestasi kerja yang lebih apik di antara kelompoknya.

  1. Popularity

Mereka yang menjadi pemimpin merupakan orang-orang yang telah memiliki kepopuleran atau dikenal oleh masyarakat luas. Praktek-praktek ini pun cerdas dimanfaatkan oleh para politisi ketika pilkada dimulai. Mereka berlomba-lomba untuk menggaet pasangan calon berlatar belakang artis. Dan hal ini pun untuk beberapa calon sukses menjadi seorang pemimpin di pemilihan daerah masing-masing.

  1. The Assumed Representative

Orang yang mampu untuk mewakili suara ataupun kepentingan anggota kelompoknya. Ia merupakan orang yang paham dan vokal untuk merepresentasikan keinginan kelompoknya.

  1. The Prominent Talent

Seorang pemimpin merupakan orang yang memang memiliki bakat dan kecakapan lebih untuk bertindak dan berperilaku daripada anggota kelompoknya.

Beberapa karakteristik yang dimiliki di atas menjadikan seseorang untuk menjadi seorang pemimpin di dalam kelompok ataupun organisasi. Di antara karakteristik di atas jika kita memiliki salah satu ciri dari 4 tersebut maka kita pantas untuk dikatakan menjadi seorang pemimpin.

Jika anda menjadi salah satu pemimpin maka ingatlah bahwa, seorang pemimpin akan dimintai pertanggung jawabannya oleh mereka yang dipimpin dan Tuhan Yang Maha Esa. Jadilah pemimpin yang selalu berhasil mengayomi bukan semena-mena atas nama peraturan dan ketentuan. Karena ketegasan tak harus selalu dilakukan dengan jalan kekerasan. berilah sebuah kepemimpinan yang merakyat.

Share