Pengaruh Media Terhadap Body DissatisfactionPengaruh Media Terhadap Body Dissatisfaction. Body Dissatisfaction merupakan suatu kondisi dimana seseorang merasa tidak puas dengan kondisi fisiknya, yang kebanyakan disebabkan oleh karena bentuk tubuh, dan juga berat badan yang jauh dari kata ideal secara subjektif.

Ideal secara subjektif berarti kondisi tubuh ideal ini merupakan patokan yang dibuat sendiri, dan bukan didasarkan oleh perhitungan berat badan ideal yang terstandardisasi, seperti misalnya Body Mass Index, dan sebagainya. Ideal think, atau kondisi badan ideal yang subjektif ini banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor. Salah satunya adalah faktor sosial, dan juga faktor media.

 Bagaimana faktor media bisa menyebabkan munculnya body dissatisfaction?

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Kristen Van Vonderen dan William Kinnally dalam jurnal berjudul Media Effects on Body Image: Examining Media Exposure in the Broader Context of Internal and Other Social Factors, disebutkan bahwa faktor media memiliki sedikit pengaruh terhadap ketidakpuasan seseorang terhadap bentuk tubuhnya.

Hal ini pun berhubungan dengan ideal thin atau berat badan langsing yang ideal menurut mereka, yang dilihat berdasarkan pengamatan subjektif dari acara dan juga program-program di dalam media, salah satunya adalah televisi.

Kebanyakan program televisi menampilkan para artis yang memiliki bentuk-bentuk yang cenderung ideal, terutama dari bentuk tubuhnya. Hal ini pada akhirnya sedikit banyak mempengaruhi pandangan subjektif seseorang mengenai bentuk tubuhnya.

Namun demikian, meskipun media memiliki pengaruh terhadap masalah bentuk tubuh, hal ini tidak selamanya media seperti televisi memegang peranan penting. Bisa dibilang, masalah body dissatisfaction adalah sebuah efek secara tidak langsung yang dapat muncul dari adanya media massa, seperti televisi.

Hal ini muncul dari sebuah kondisi bernama social comparison, dimana seseorang cenderung membandingkan dirinya dengan sosok yang muncul pada media massa, sehingga menumbuhkan suatu kondisi tubuh ideal, namun diolah dari sudut pandang secara subjektif.

Faktor lainnya, yang menurut penelitian ini dapat mempengaruhi pandangan subjektif seseorang mengenai bentuk tubuh ideal adalah masalah self esteem atau kepercayaan diri, dan juga membanding-bandingkan dengan teman sebaya (peer comparison). Dua hal ini dinilai masih lebih kuat pengaruhnya terhadap pandangan mengenai tubuh yang ideal.

Apa dampak dari body dissatisfaction?

Lalu, apakah body dissatisfaction ini berbahaya bagi diri sendiri?

Tentu saja efeknya bisa berbahaya. Body dissatisfaction dapat menyebabkan seseorang mengalami gangguan makan, atau eating disorder.

Ada dua macam eating disorder yang umum dan biasa muncul pada mereka yang mengalami body dissatisfaction, yakni Bulimia nervosa dan Anorexia nervosa Kedua gangguan makan ini sangat berkaitan erat dengan adanya unsur body dissatisfaction, yang menyebabkan seseorang akan melakukan hal apapun, termasuk mengorbankan pola makannya supaya bisa mencapai kondisi tubuh yang menurut mereka ideal. Hal inilah yang justru akan menjadi bumerang, karena gangguan makan seperti anorexia dan juga bulimia akan menyebabkan organ-organ dalam tubuh mengalami masalah, karena tidak mendapatkan nutrisi yang sesuai, sehingga menyebabkan munculnya berbagai macam penyakit.

Nah, itu adalah pengaruh media terhadap body dissatisfaction, yang bisa menyebabkan kemunculan eating disorder atau gangguan makan, yang mengganggu kesehatan. Semoga artikel mengenai hasil penelitian ini bisa bermanfaat untuk anda. By: Eduardus Pambudi