Pengaruh Korban Pedofilia Terhadap Tumbuh Kembang AnakPengaruh Korban Pedofilia. Maraknya aksi kejahatan terhadap anak kecil saat ini, kian hari kian memprihatinkannya. Aksi kejahatan yang dilakukan, tak mengenal orang tersebut dikenal ataupun tidak di kenal. Tentu menjadi suatu hal yang sangat membahayakan apabila pelaku pedofilia tersebut menyasar anggota keluarga kita.

Telah banyak kita ketahui mereka yang menjadi korban pedofilia mendapatkan suatu gangguan dan dampak yang buruk terhadap perkembangan usia anak, baik itu mental, fisik, hingga jangka panjang ke depannya. Tentu akan sangat berdampak Pengaruh Korban Pedofilia Terhadap Tumbuh Kembang Anak baik itu dari segi fisik maupun psikis.

Gangguan secara fisik merupakan gangguan seperti halnya kesehatan anak. Ketika anak-anak yang masih belia menjadi korban dari pedofilia dengan pemaksaan untuk melakukan aktivitas hubungan intim, maka hal tersebut dapat menjadi sebuah siksaan yang luar biasa rasa sakitnya. Sebab dalam masa masih belia (anak-anak) tersebut organ vital maupun hormon belumlah tumbuh secara sempurna. Terlebih lagi saat ini banyak penyakit menular lewat hubungan kelamin, seperti halnya HIV dan juga Aids.

Belum lagi ditambah terjadinya kehamilan bagi mereka yang masih berusia belia belasan tahun, untuk anak perempuan. Pada anak usia remaja kondisi dari sel sel dalam rahim belumlah tumbuh secara matang, sehingga apabila terjadi kehamilan, maka anak akan menghadapi suatu resiko kematian.

Mereka (anak-anak) yang menjadi korban pedofil tentunya akan mengalami pula gangguan dalam kejiwaannya dengan tingak yang bervariasi bentuknya. Dalam suatu keadaan tertentu, mungkin anak akan mengalami terauma luar biasa. Dan terauma tersebut tentulah sangat berakibat buruk bagi kehidupan sosialnya maupun intelektualnya.

Tak hanya itu saja, mereka yang pernah mengalami pengalaman tragis masa lalu tersebut memiliki potensi, menjadi salah satu pelaku dari pedofilia terhadap anak kecil lainnya kelak. Mereka berpotensi untuk mengalami pula kelainan se__ks__ual tersebut. Oleh karena itulah, sebagai orang tua, diharapkan untuk selalu aware keadaan anaknya. Jalinlah pola komunikasi dan pendidikan yang baik, dengan mengedepankan kehangatan di dalam keluarga.

Hal tersebut di perlukan agar anak selalu bersedia untuk membicarakan hal-hal yang menurutnya sangat menekan kejiwannya. Pendidikan seks pun menjadi alternatif yang baik untuk dilakukan, namun tetap memperkirakan pendidikan seks yang sesuai dengan umurnya. By: Muhamad Fadhol Tamimy