Pelajaran Dari Sebuah Rasa Kangen

Pelajaran Dari Sebuah Rasa Kangen

March 22, 2017 Off By admin

Pelajaran Dari Rasa KangenOleh Muhamad Fadhol Tamimy

Kerinduan menjadi pelengkap ikatan emosional di antara dua umat manusia. Terkadang kerinduan yang dirasa dapat menimbulkan gejolak yang tak tertahankan dalam benak dan jiwa. Ikatan emosional inilah yang sering kita kenal dengan rasa kangen.

Rasa kangen hadir, saat perhatian naik level menjadi rasa sayang dan disempurnakan dengan rasa cinta. Ia mungkin hadir dengan alasan yang tak jelas dan menerabas logika. “Loh kok kangen, padahal setiap hari pun ketemu”. “Loh kok sudah kangen, padahal baru saja bertemu”. “Loh kok sudah kangen aja, padahal hari-hari pun bersama”.

Yah itulah beberapa lintasan alasan yang terbersit dalam setiap benak umat manusia. Rasa kangen terhadap anak menjadi kian krusial saat ia “terpisah” jarak dan ruang di antara kita. Rindu kepada anak adalah sifat naluriah sebagai orang tua. Maka jangan heran, jika rasa kangen terhadap anak terkadang membuat seorang ayah yang tegar nan kuat, bahkan untuk sekelas petinju kelas dunia pun tak kuasa menitikan air mata, saat ia harus berpisah dengan sang anak dalam waktu yang lama.

Pernah suatu saat penulis dalam sebuah sesi penelitian yang diadakan oleh Kementrian sosial Republik Indonesia, bersama dosen asal Universitas Negeri Jember, yang dari penampilannya tergolong nyentrik dan unik jika mengumbar rasa kangen di hadapan rekannya. Termasuk saya. Karena saking hebohnya, terkadang tertawanya mampu mengalahkan speaker mushola. Hehe respek pak untuk anda, semoga kita diberi waktu dan kesempatan untuk berdiskusi kembali mengenai organisasi, politik hingga realitas kesejahteraan sosial di Negeri ini. seperti dahulu bersama rekan-rekan yang lain di tepian segah Tj. Redep.

Untuk sekelas orang yang baru mengenal beliau rasa-rasanya hal tersebut adalah hal yang tak disangka-sangka. Namun saya kembali tersadar bahwasanya, manusia adalah makhluk yang dianugrahi dengan limpahan cinta dan rasa. Oleh sebab itulah saya akhirnya pun terbiasa saat tiba-tiba beliau mencurahkan rindunya terhadap anak yang terpisah jarak antara jember-berau. Sebagai sesama rekan dan sebagai orang yang memiliki background psikologi tentunya sudah hal yang wajib untuk saling membantu. Yah lumayan pak curhat ya hehe.

Rasa kangen pun terkadang juga hadir dari seorang anak terhadap orang tuanya, yang lama telah tiada. Kesedihan, penyesalan, rasa cinta, di iringi dengan kangen yang menghujam menjadi satu. Teringat saat-saat ia ada, justru kita sibuk bahkan sok sibuk dan tak peduli atas panggilan minta tolong dari ibu/bapak agar di belikan bumbu masak di toko sebelah.

Kesediahan pun tak kuasa saat mengenang dan mengingatnya. Dalam sujud, doa selalu terucap namanya sembari penyesalan atas apa yang telah dilakukan sebelum ia tiada. Namun semua telah terlambat, kini rasa kangen itu hanya mampu dirasa, tanpa mampu untuk saling merasa.

Walaupun begitu, rasa kangen pun jaga kuat dirasa pada orang tua yang masih ada. Walaupun terkadang untuknya yang masih ada, ungkapan kangen dan cinta hanya dapat diungkapkan oleh sebagian orang lewat sosial media. Tanpa Action di dunia nyata. Begitulah realita generasi milenial yang penuh didedikasikan untuk meraih simpati netizen di jagad dunia maya.

Rasa kangen juga kuat dirasa oleh sepasang kekasih yang tengah mabuk asmara. Hal ini biasanya terjadi saat satu dan lainnya saling sibuk boro-boro ngobrol panjang lebar berbicara pun sulit untuk mencari waktu. Hingga kangen yang disebabkan oleh sang jarak yang memisahkannya. Bahasa kekiniannya yaitu LDR (Long distance relationship). Rasa kangen, ini pun terkadang tak hanya memicu romantisme belaka loh, namun ia juga mampu berubah menjadi saling sebal, tidak enakan, hingga marah-marahan. Duh asal jangan jadi cabe-cabean yah. Cabe lagi mahal kann.

Masih banyak pelajaran kangen yang bisa menjadi pelajaran kita, termasuk kangen terhadap kawan lama, dan masa lalu. Masa lalu disini mengaju pada sebuah keadaan. Keadaan yang mungkin akan sulit terulang di masa yang akan datang. Sebuah pelajaran berharga tentang arti menghargai sang waktu, untuk selalu memanfaatkan kebersamaan dengan sebaik-baiknya.

Oleh sebab itu dari sini semoga rasa kangen yang dirasakan, rasa rindu yang tengah menghujam, dapat diambil pelajaran untuk selalu membahagiakan. Karena saat waktu yang telah kita miliki telah habis, kita hanya mampu merasakan kangen namun diiringi penyesalan yang mendalam. Namun saat kita mampu memanfaatkan waktu dengan saling membahagiakan dan memberikan manfaat, rasa kangen yang bersemi, akan selalu diiringi dengan kenangan indah yang akan selalu membekas dalam relung hati  terdalam. Penulis adalah co-founder Psikologi Mania