Apa itu Parenting Style?

Parenting Style Orang Tua pada AnakParenting Style Orang Tua pada Anak – Bagi anda para orang tua mungkin sudah familiar dengan istilah parenting style. Parenting style sendiri merupakan sebuah style atau gaya parenting yang dilakukan oleh orangtua, guna mendidik anaknya, terutama di dalam masa kanak – kanak. Masa kanak – kanak adalah masa dimana individu mulai mempelajari mengani perannya di lingkungan. Setiap hal yang dipelajari oleh anak – anak mengenai lingkungannya akan berdampak besar bagi fase kehidupan anak – anak kelak hingga tua nanti.

Parenting style atau pola asuh orangtua pada anak ini merupakan salah satu dari banyak hal yang mampu membentuk kepribadian, sikap, dan juga perkembangan anak. Pola asuh orangtua menjadi sangat penting, karena dalam kehidupannya, orangtua dan juga keluarga inti adalah inner circle, atau ring 1, yang merupakan lingkungan psikososial pertama dimana si anak akan terlibat. Hal ini yang kemudian membuat parenting style atau pola asuh orangtua menjadi salah satu hal yang vital dan penting untuk dipahami oleh para orangtua dan juga keluarga inti.

Apa saja jenis – jenis dari Parenting Style?

Mengenal 10 Jenis Hambatan Perkembangan pada AnakAda banyak sekali model – model pola asuh atau parenting style orang tua. Namun salah satu parenting style yang cukup banyak dan cukup mewakili adalah jenis – jenis parenting style yang dikemukakan oleh Diana Baumrind. Baumrind menyebutkan ada 3 jenis parenting style pada orang tua. Berikut ini adalah ketiga jenis parenting style tersebut :

1. Authoritarian / Otoriter

Parenting style Authoritarian atau pola asuh otoriter ini menekankan pada disiplin dan juga kepatuhan pada anak. Pola asuh ini banyak menreapkan aturan – aturan yang ketat dan kaku, serta mengedepankan hukuman – hukuman ketika ada aturan yang dilanggar. Pola asuh parenting ini membawa anak – anak untuk mengikuti aturan dari orang tua, tanpa bisa diganggu gugat.

Ketika anak – anak melanggar aturan, maka hukuman akan diberikan. Hukuman lebih bersifat aversif, bisa berupa dipukul, dikurung di dalam kamar, kekerasan, dan hukuman lain yang banyak mengarah kepada hukuman fisik.

Kelebihan pola asuh otoriter :

  • Anak – anak cenderung patuh terhadap aturan
  • Anak – anak lebih kecil kemungkinannya membangkang pada orangtua
  • Disiplin pada anak meningkat
  • Pola hidup anak cenderung tersusun dan terjadwal

Kekurangan pola asuh otoriter :

  • Kemungkinan anak – anak berbuat kekerasan diluar lingkungan keluarga meningkat
  • Anak – anak merasa takut terhadap sosok orangtua
  • Anak – anak tumbuh menjadi individu yang rigid dan kaku

2. Permissive / Permisif

Parenting style berikutnya adalah permissive, atau dalam bahasa indonesianya dikenal sebagai pola asuh permisif. Jenis dari parenting style yang satu ini merupakan kebalikan 180 derajat daripada otoriter. Apabila pada pola asuh otoriter anak – anak cenderung dikekang dengan aturan – aturan yang mengikat dan tidak dapat diganggu gugat, maka pada ola asuh permisif ini, anak – anak cenderung dibebaskan. Orangtua memberikan kebebasan bagi anaknya untuk bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri. Pola asuh ini merupakan pola asuh yang paling jarang, atau bahkan tidak pernah menerapkan adanya hukuman bagi anak.

Kelebihan pola asuh permisif :

  • Kebutuhan anak – anak tercukupi, karena hampir semua kemauannya dikabulkan oleh orangtua
  • Anak merasa nyaman berada di lingkungan keluarga

Kekurangan pola asuh permisif

  • Anak – anak menjadi kurang menghargai
  • Anak menjadi cenderung manja, karena semua yang diinginkan diberikan
  • Anak bisa menjadi kurang patuh, kurang ajar, dan mau menang sendiri di lingkungannya
  • Anak – anak cenderung egois dan juga egosentris.

3. Authoritative / Otoritatif

Parenting Style Orang Tua pada Anak. Pola asuh atau parenting style authoritative / otoritatif merupakan jenis parenting style yang lebih mengedepankan demokrasi. Orangtua memiliki pran dalam membuat aturan dan juga hukuman, namun tetap memberikan kesempatan bagi anak – anaknya untuk mengungkapkan pendapatnya. Pola asuh ini lebih mengedepankan penghargaan terhadap keputusan yang dibuat oleh anak – anak,. Mendiskusikannya, dan tidak langsung menyetujuinya, seperti layaknya pola asuh permisif, atau memukul si anak seeperti layaknya pola asuh otoriter.

Namun demikian, pola asuh otoritatif ini juga memiliki hukuman – hukuman pada anak, dan tidak serta merta melepas anak begitu saja dengan kebebasannya. Pola ash otoritatif merupakan jenis parenting style yang efektif untuk membangun kemandirian pada anak, sekaligus meningkatkan kepatuhan anak dengan cara yang lebih baik, tanpa adanya kekerasan.

Kelebihan dari pola asuh otoritatif :

  • Anak mampu untuk membuat keputusan sendiri
  • Proses pengambilan keputusan pada anak tetap diawasi oleh orangtua
  • Anak belajar untuk menghargai orang lain, dan melihat baik buruknya suatu masalah atau keadaan

Kekurangan dari pola asuh otoritatif :

  • Pola hukuman yang jarang diberikan, membuat anak kurang belajar menganai rasa bersalah
  • Anak bisa jadi terlalu tergantung pada orangtua

Apa yang membuat Parenting Style Orang Tua pada Anak di dalam keluarga berbeda – beda?

Parenting Style Orang Tua pada AnakMeskipun kita sudah mengetahui ada banyak jenis parenting style, beserta kelebihan dan juga kekurangannya, namun tidak semua orangtua menerapkan parenting style yang tepat. Mengapa ada orantua yang menerapkan parenting style otoriter, dan tega memberikan hukuman kepada anaknya? Atau mengapa ada orangtua yang dengan tenangnya membebaskan anaknya begitu saja? Ada banyak sekali faktor yang mepengaruhi penerapan Parenting Style Orang Tua pada Anak, antara lain adalah :

  1. Pola asuh orangtua pada masa lalu, dimana banyak orangtua akan memperlakukan anaknya dengan menerapkan pola asuh yang sama ketika mereka kecil dulu
  2. Faktor pekerjaan, dimana orangtua yang bekerja pada instansi militer, cenderung menerapkan pola asuh otoriter, sedangkan pengusaha yang super sibuk lebih banyak menerapkan pola asuh permisif
  3. Faktor pendidikan orangtua, yang kurang memahami parenting style terbaik untuk anaknya
  4. Faktor budaya, dan juga ras, dimana ada beberapa budaya tertentu yang sudah memilki aturan – aturan tertentu dalam mengasuh anak
  5. Keharmonisan keluarga, hubungan keluarga yang kurang baik juga dapat mempengaruhi penerapan pola asuh orangtua terhadap anak. By: Muhamad Fadhol Tamimy