Parenting Anak: Sadari Batasan-Batasan Yang Dimiliki Oleh Anak

Parenting Anak: Sadari Batasan-Batasan Yang Dimiliki Oleh Anak

November 10, 2016 Off By admin

Parenting Anak: Sadari Batasan-Batasan Yang Dimiliki Oleh AnakTips parenting – Banyak orangtua yang mungkin sering mengikuti dan menerapkan tips parenting tertentu kepada anak-anaknya, tanpa mengetahui batasan-batasan yang dimiliki oleh si anak. Yang dimaksud batasan-batasan ini adalah sejauh mana si anak memiliki kemampuan untuk menerima teknik parenting yang diberikan kepadanya.

Perlu kita ingat, bahwa manusia adalah makhluk yang unik, dimana satu anak dengan anak yang lain pastinya memiliki trait individual yang berbeda, sekalipun mereka adalah anak kembar identik. Nah, hal ini juga sebenarnya harus menjadi perhatian dari para orangtua dalam menerapkan tips parenting. Tidak semua tips parenting populer yang banyak digunakan orang cocok diterapkan dan digunakan pada anak-anak kita. Hal ini harus dipahami terlebih dahulu, bahwa anak-anak memiliki suatu batasan kemampuan dalam merespon tips parenting yang anda terapkan.

Tips Parenting

Misalnya saja tips parenting yang mengandalkan pola otoriter. Pada beberapa anak, pola otoriter dengan sedikit kekerasan mungkin akan berhasil, namun tidak pada anak-anak lain. Begitu pula tipe pola asuh yang lainnya. Meskipun banyak penelitian menyebutkan bahwa pola asuh “A” adalah pola asuh yang terbaik, namun belum hal ini bisa diterima oleh anak kita.

Bagaimana Memilih Pola Asuh yang Tepat?

Tips parenting kali ini akan mengarahkan para orangtua untuk lebih peka terhadap kebutuhan dan keterbatasan yang dimiliki oleh sang buah hati. Kebutuhan, berarti pola asuh yang anda terapkan haruslah mampu mendukung kebutuhan utama dari si anak. Misalnya saja si anak memiliki kebutuhan khusus dalam belajar bahasa. Maka dari itu, pola asuh anda pun harus bisa menyesuaikan dengan kebutuhan si anak tersebut, misalnya berinteraksi dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar, mengajarkan anak untuk membaca buku, dan sebagainya. Atau mungkin, si anak butuh dilatih untuk menjadi lebih mandiri, maka sesuaikanlah pola asuh yang tepat untuk membuat si anak menjadi lebih mandiri, misalnya saja seperti meminta si anak untuk memegang tanggung jawab yang lebih besar, atau mengajarkan si anak untuk pulang sekolah sendiri tanpa dijemput.

Selain memahami kebutuhan dari anak-anak, orangtua juga harus menerapkan tips parenting berikutnya, yaitu memahami dan peka terhadap keterbatasan anak. Tidak hanya anak-anak, bahkan orang dewasa yang sudah sukses sekalipun tetaplah memiliki sebuah keterbatasan. Karena itu, orangtua haruslah peka terhadap keterbatasan ini, dan jangan sampai membuat anak “tersiksa” karena dipaksa untuk melampaui keterbatasannya.

Contohnya, ketika anak anda tidak mau belajar. Memarahi dan menghukumnya itu sah-sah saja, hanya jangan sampai hukuman yang anda berikan menjadi terlalu berlebihan, sehingga membuat si anak tersiksa. Ada anak-anak yang baru dimarahi sedikit saja sudah merasa “down” dan tertekan, namun ada pula anak-anak yang mungkin sampai dikurung di dalam kamar pun tidak merasa tertekan. Anda sebagai orangtua harus peka dan paham terhadap keterbatasan ini, dan memahami juga bahwa tiap-tiap anak memiliki kebutuhan  dan juga keterbatasan yang berbeda.

Kesimpulannya adalah, anda harus bijak dalam menerapkan tips parenting. Tips parenting pola asuh “A” mungkin berhasil dan efektif pada anak pertama anda, namun belum tentu berhasil apabila diterapkan pada anak kedua, ketiga, dan seterusnya. By Eduardus Pambudi