Metode Penanganan SchizophreniaAnda pernah mendengar tentang schizophrenia? Penyakit ini seringkali digambarkan sebagai penyakit gila karena schizophrenia akan membuat penderita mengalami delusi, halusinasi hingga perubahan perilaku. Penyakit ini juga membuat si penderita sulit berinteraksi secara sosial ataupun beraktivitas sehari-hari.

Biasanya schizophrenia ini berlangsung dalam jangka waktu lama, meskipun gejala yang dialami sudah mereda. Hal ini dikarenakan gangguan ini mudah kambuh sewaktu-waktu. Lalu apa yang harus dilakukan jika anggota keluarga mengidap penyakit ini? penanganan yang tepat untuk penderita schizophrenia adalah mengenali tanda-tanda schizophrenia akut, pemberian obat sesuai dengan resep dan sikap terbuka terhadap orang lain tentang kondisi ini.

Satu hal yang pasti, bahwa gangguan ini dapat ditangani dengan kombinasi obat-obatan dan terapi. Selama mengalami periode gejala akut maka sebaiknya si penderita dirawat di rumah sakit jiwa. Langkah ini akan membantu untuk menjamin nutrisi, kebersihan dan kesehatan si penderita.

Obat yang biasa diresepkan oleh dokter adalah antipsikotik. Obat ini mampu mencegah, menurunkan dan bahakan menghilangkan halusinasi, delusi ataupun agitasi. Obat jenis ini akan mempengaruhi kinerja dopamine dan serotonin pada otak. Anti-psikotik ini dapat digunakan dalam dua cara yaitu disuntik dan diminum.

Setelah gejala ini mereda, selain harus tetap mengkonsumsi obat penderita juga harus melalui pengobatan psikologis. Berikut ini adalah beberapa metode penanganan terhadap pasien schizophrenia yang dapat diterapkan :

  1. Terapi Individual

Terapi pertama yang diperuntukkan untuk penderita schizophrenia adalah terapi individu. Dimana dalam terapi ini penderita akan diajarkan cara untuk mengatasi stress dan mengnedalikan gangguan ini melalui pengenalan gejala-gejala kambuh dini. terapi ini juga akan mengjarkan penderita untuk mengendalikan perasaan serta pola pikir. Sehingga pikiran-pikiran negatif dapat terganti dengan pikiran-pikiran positif.

Selain bermanfaat untuk mengembalikan kepercayaan diri, terapi ini juga bermanfaat untuk mengembangkan kembali kembali kemampuan si penderita untuk bekerja.

  1. Terapi Kemampuan Bersosialisasi

Dalam terapi kedua ini yaitu terapi kemampuan bersosialisasi, penderita akan dilatih untuk meningkatkan komunikasi serta interaksi dengan orang lain. Mengingat selama masih menderita schizophrenia, penderita tidak dapat berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain, maka terapi ini sangatlah penting untuk membantu penderita dapat menjalani kehidupan dan rutinitasnya seperti semula.

  1. Penyuluhan Bagi Keluarga si Penderita

Langkah ketiga yang ada dalam metode penanganan schizophrenia ini adalah melakukan penyuluhan terhadap keluarga penderita. Penyuluhan ini akan membantu keluarga penderita untuk mengatasi masalah yang mungkin timbul karena gejala kambuh. Selain itu penyuluhan ini dapat menegaskan kepada keluarga bahwa penderita gangguan ini masih bisa diterima di masyarakat. Sehingga sebagai keluarga yang notabene adalah orang terdekat, sangat disarankan untuk tetap menyemangati si penderita.

Hal penting yang perlu diingat adalah jangan pernah mengucilkan atau meninggalkan penderita schizophrenia sendiri. Usahakan untuk selalu ada bagi mereka dan dukung segala upaya yang membantu kesembuhan mereka. Semoga ulasan ini bermanfaat.. Psikologi Mania