Metode Menyikapi Anak Yang Menangis Karena Di Ejek Teman Barunya Di Sekolah

Nama : Jamilah xxx
Judul : Solusi ank
Isi Konsultasi : Mau tny minta saran. Ank saya baru pinda sekola. Dulu nya dia full day. Sekarang minta sekola biasa yg plgnya cpt. Tp kemarin pulang dr sekola ank saya nangis. Katanya dia hbs di olok2 temennya. Dia blg nilai nya nol. Padahal nilainya itu 25.tp bukan ini aja. Dia blg ke saya dia ngk pny tmn di sekola yg baru.. Kl soal sekolanya dia uda bs adabtasi. Yg bermasala di tmn dan di olok2.saya harus gmn ya

Jawaban: Sebelumnya trimakasih untuk ibu jamil, telah diketahui bahwa dunia anak memang akan selalu penuh dengan warna dan dinamikanya. Mengingat Anak masih dalam masa perkembangan, baik itu secara fisik mupun psikologis. Kondisi perkembangan tersebut pada akhirnya juga berimbas pada hal-hal yang mempengaruhi pula pola interaksi teman sebayanya. Kondisi perkembangan yang masih dalam tahap tumbuh kembang tersebut, sama artinya dengan belum terbentuk secara sempurna kemampuan dalam kecerdasan emotionalnya. Jadi kira-kiranya jika dalam hubungan social dapat dilihat ketika anak tersebut berniat ingin berkenalan dengan teman barunya, justru dengan cara yang belum begitu benar, seperti mengolok-olok teman yang baru. Hal tersebut sebenarnya ingin mendapatkan perhatian dari teman barunya, namun malah jatuhnya justru membuat teman barunya merasa terdiskriminasi. Di sinilah fungsi dari guru yang ada di sekolahnya untuk peka terhadap kondisi murid-muridnya.

Namun sebenarnya hal tersebut merupakan hal yang wajar terjadi, ada baiknya sebagai orang tua untuk mendiamkannya terlebih dahulu. karena dengan membiarkan anak berada dalam situasi yang tidak menyenangkan di lingkungan sosialnya, sama saja dengan mendidiknya untuk melakukan eksperimen pengalaman dalam menyelesaikan proble solving anak di lingkungan sosialnya. Sehingga ketika dewasa nantinya ia akan menjadi pribadi yang mandiri, dan mampu untuk memenej problematika kehidupan yang sedang ia hadapi. Tentu hal tersebut justru sulit untuk di temukan pada seorang anak yang terbiasa sedari kecil permasalahan sosialnya di ambil alih oleh orang tuanya untuk diselesaikan.

 Jadi tak perlu khawatir dengan hal tersebut, selama masih dalam taraf koridor yang wajar. Selain memberikan semangat kewajiban orang tua adalah dengan memberikan penertian dan rasionalisasi pada anak, kenapa ia harus tetap berangkat ke sekolah. Namun jika memang hal yang di alami oleh anak ibu tersebut telah terjadi berhari-hari ke depannya, maka barulah ibu dapat berkoordinasi dengan guru walinya, atau kepala sekolah. Keep spirit mendidik anaknya bu 🙂