Menjawab Penyebab Mengapa "Anak Nakal" Bisa MunculAnak nakal – Banyak orang mengatakan bahwa anak adalah titipan yang harus dijaga dari Tuhan. Ada juga yang mengatakan bahwa anak adalah anugrah terindah dalam hidup. Namun bagaimana anugrah dan titipan tersebut jika menjadi ‘sesuatu yang istimewa’ yang mana jika keberadaannya hanya membikin onar dan membuat pusing kepala kita?

Di sekolah, anak membuat gaduh kelas. Sebagai wali murid, anda diperingatkan oleh pihak sekolah mengenai perilaku anak anda. Pun begitu Juga di rumah, anak anda menjahili teman yang ujung – ujungnya ibu-ibu tetangga memarahi dan menyalahkan anak anda. Lantas, bagaimana hal tersebut bisa hal tersebut dinamakan dengan titipan Tuhan dan anugrah yang harus dijaga?

Sebenarnya dalam bahasan psikologi, tidak ada istilah yang namanya anak nakal. Mereka hanya di definisikan sebagai anak yang istimewa, anak yang banyak tingkah, anak yang aktif. Hanya saja cara aktivnya terlalu banyak dan berlebihan. Sehingga  cendrung banyak membuat ulah dan jengkel orang lain. Atau anak yang berenergi, yang mana Jika pada anak – anak seusianya, mereka memiliki energi 100% yang habis untuk memperhatikan guru, mengerjakan tugas, dan juga untuk makan. Namun anak yang banyak energi, biasanya memiliki kapasitas 120%. Sisa energinya adalah 20% yang mana hal tersebut di gunakan untuk mengusili anak lain.

Ada beberapa alasan mengapa anak anda berbuat ‘nakal’ (Anak Nakal). Simak ulasan berikut :

  1. Anak anda kurang perhatian

Kenakalan bisa digunakan oleh anak untuk menarik perhatian orang tuanya. Jika di rumah, bisa jadi sang orang tua tidak pernah ada, anak akhirnya merasakan kesepian. Salah satu cara yang di gunakan oleh sang anak untuk ‘memanggil’ orang tua akhirnya dengan cara membuat onar. Sehingga hal tersebut membuat sang guru untuk turun tangan dan memanggil wali murid. Meskipun saat sampai di rumah pun, anak akan dimarahi habis-habisan, akan tetapi hal itu lebih baik dari pada tidak bertemu sama sekali (jika orang tua sibuk bekerja) bagi sang anak.

  1. Anak menginginkan sesuatu

Tipe anak yang keras kepala memang suli untuk ditebak. Apalagi ketika ia menginginkan sesuatu, akan sangat sulit untuk merubah kemauannya. Misalkan saja anak yang ingin menjadi seorang model. Namun orang tua tidak memperbolehkan hal itu. Jika anak tersebut tergolong keras kepala mungkin ia tidak akan berhenti begitu saja. Ia tetap mencari cara agar orang tua mereka mengijinkan karier modelnya tersebut. Bahkan apapun rela untuk ia lakukan, termasuk melanggar semua pantangan yang orang tua telah berikan.

  1. Orang tua tidak memberikan teladan

Seperti pepatah, buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Itulah sifat anak dan orang tua. Sifat dan perilaku anak memang cenderung sama atau mirip dengan orang tua. Kebiasaan dari orang tua inilah yang akhirnya membentuk pola perilaku pada sang anak. Jika orang tua mendidik dengan pukulan, maka anak pun akan tumbuh menjadi seorang yang pendendam. Namun jika orang tua mendidik dengan penuh kasih sayang, anak pun juga akan menjadi seorang yang peduli dengan orang lain.

  1. Keluarga yang tidak harmonis

Perkembangan karakter anak juga dipengaruhi juga oleh adanya faktor keluarga. Apabila di rumah keadaanya berantakan, dimana orang tua sering sekali bertengkar di  hadapan anak, maka jangan heran jika anak pun di sekolah menjadi tukang bikin onar. Untuk merubah sikap anak yang seperti itu, perbaiki dulu hubungan dengan pasangan Anda. Bangun keluarga harmonis, lalu rangkul anak Anda.

Biasanya istilah nakal hanya menjadi label tersendiri bagi anak. Ia yang di katakan nakal, dalam hatinya berbisik ‘oh aku nakal, jadi aku bisa berbuat sesukaku. Sebab kata mama, aku anak nakal’. Lantas kemudian hari ia benar – benar menjadi anak yang sesuai dengan ucapan orang lain (mama) tadi.

Biasanya anak yang sudah mendapatkan label, justru menjadikan ia sebagai anak jadi rendah diri atau menilai dirinya jelek. Konotasi nakal memang selalu negatif. Baiknya beri sebutan lain agar anak tidak menilai dirinya buruk. Misal anak suka diperhatikan, anak kreatif, anak aktif atau anak yang berenergi banyak. Semoga penyampaian yang telah dilakukan dapat bermanfaat bagi siapapun. Jangan lupa di share ke yang lain ya. By: izzatur Rosyida