Menjauhi Kebencian Dengan SenyumanMenjauhi Kebencian. Tak ada manusia yang sempurna, kata tersebut layaknya mampu untuk merepresentasikan kehidupan kita, sebagai umat manusia yang bernyawa. Ketidak sempurnaan yang kita miliki terkadang membawa kita kepada kekhilafan yang berujung pada kebencian orang lain. Entah kekhilafan yang kita lakukan tersebut, kita sadari ataupun tidak, yang pasti orang lain telah measakan dampaknya.

Jika hal tersebut telah terjadi, maka salah satu cara yang dapat kita lakukan adalah dengan meminta maaf, dan mengintrospeksi diri. Jika kedua cara tersebut telah kita lakukan dan jalani namun tidak membuahkan hasil, maka langkah terakhir yang dapat kita lakukan adalah dengan berusaha untuk bersabar, dan jangan lupa untuk selalu tersenyum.

Tersenyum merupakan bentuk sedekah kita untuk menggantikan kesalahan ataupun sebuah akibat dipersalahkan hingga persangkaan yang di tujukan orang lain kepada diri kita. Kita tak mampu untuk menghindari hal itu semua, yang dapat kita kerjakan adalah berusaha selalu untuk melakukan hal terbaik di dalam hidup. Tak usah khawatir dengan apa yang di katakan orang lain tentang diri kita, karena kita tak mesti selalu menjadi seperti apa yang orang katakan. Ikuti kata hati yang kita anggap benar.

Bahkan selevel nabi seperti Nabi Muhammad SAW yang telah di maksum oleh Allah SWT masuk surga, tak luput dari orang-orang yang membencinya. Namun dengan segala kerendahan hati yang di miliki oleh beliau, Islam berhasil ditebarkan ke segala penjuru alam, hingga akhirnya berdampak pada peradaban zaman. Hal itu tak akan bisa dilakukan jika ikhlas dan sabar tak hadir ke dalam relung jiwanya. Dan senyum termanis pada orang quraisy yang selalu memusuhinya.

Sang pembenci tak selalu berdampak buruk di kehidupan kita. Karena sang pembencilah kita mampu untuk tersadar akan kesalahan yang kita buat ataupun perbaikan yang harus kita lakukan, meskipun kesalahan yang nampak seperti dibesar-besarkan keadaannya. Tak perlu untuk mengambil pusing, dengan memikirkan mengapa orang membenci kita, namun lakukanlah proses perbaikan diri untuk selalu memberikan keikhlasan dalam setiap pengorbanan dan sempurnakanlah dengan sebuah senyuman. Muhamad Fadhol Tamimy @tamimy