board-786119_1920Nama : Yulius Judul : Perfeksionis (Orang Yang Perfeksionis)
Isi Konsultasi : Hallo, Psikologi Indonesia. Saya punya pertanyaan tentang sifat Perfeksionis. Bagaimana pandangan tentang Perfeksionis dari sisi Psikologi ? Jelaskan juga keuntungan dan kerugiannya serta cara menghilangkan/mengurangi sifat perfeksionis yang merugikan. Terima kasih.

Jawaban: Trimakasih sebelumnya, sifat perfeksionis merupakan sebuah sifat yang memiliki kecndrungan untuk menjaga apa yang ia punya, ia akan memegang standard yang menurutnya pas dan akan merasa terganggu ketika apa yang ia harapkan maupun inginkan tak sesuai dengan bayangannya. Mereka yang memiliki sifat perfeksionis cendrung untuk selalu berusaha setiap pekerjaan yang ia miliki, mendapatkan hasil penilaian sempurna, baik itu penilaian orang lain maupun diri sendiri.

Orang Yang Perfeksionis

Tentu kekurangan menjadi hal yang sangat menggaggu bagi mereka yang memiliki sikap perfeksionis akut. Pada akhirnya sifat perfeksionis ini memang memiliki banyak keuntungan, diantaranya adalah

Manfaat menjadi seorang yang perfeksionis yaitu:

  1. Memiliki Sebuah Standar Pribadi yang Sangat Tinggi

Seseorang perfeksionis akan menetapkan sebuah standar pribadi yang sangat tinggi untuk dirinya sendiri maupun orang lain. Ia tak akan merasa puas hanya dengan melakukan suatu hal yang menurutnya biasa biasa saja. Atau ia tak kan merasa puas hanya dengan memenuhi pedoman minimum semata. Dia akan berusaha untuk melakukan pekerjaan sebanyak yang ia perlukan guna menghasilkan segala sesuatu yang luar biasa. Dengan standar pribadi yang sangat tinggi, maka orang perfeksionis akan mudah memenuhi harapan orang lain dan juga jauh  lebih mudah dalam memenuhi standar dari orang lain. Memiliki standar yang rendah justru akan membuatnya harus selalu memaksakan diri agar memenuhi apa yang orang lain harapkan darinya.

2. Proses Kerja yang Efisien

Kehidupan pribadi dari orang yang memiliki kepribadian perfeksionis sangat teratur. Hal ini pun akhirnya ia tempatkan pula dalam kehidupan dalam dunia kerja. Dalam beberapa hal, pekerjaan orang yang memiliki sikap perfeksionis akan lebih efisien dibandingkan dengan mereka yang non-perfeksionis, karena ia memiliki suatu proses dan juga pola yang lebih terorganisir dalam menangani sebuah pekerjaan dengan metode dan caranya sendiri.

3. Kualitas Kerja yang Tinggi

4. Tentu bagi mereka yang memiliki sikap perfeksionis

5. Tidak Mengabaikan Sesuatu yang Kecil

6. Teliti terhadap hasil karya

Namun pun begitu, bagi mereka yang memiliki kecendrungan sikap yang perfeksionis biasanya juga memiliki kekurangan yang harus kita cermati pula. Mereka yang memiliki kecendrungan untuk memiliki kepribadian maupun sikap yang perfeksionis, akan lebih tinggi tingkat stress dalam hidupnya. Ia akan berusaha untuk mewujudkan kesempurnaan walaupun ia sendiri tak mampu untuk melakukannya. Jika hal tersebut berulang dan telah terakumulasi, maka potensi untuk mengalami depresi pun juga akan semakin besar.

Keuntungan dan kerugia mereka yang perfeksionis sama-sama sepadan, namun adakalanya sifat perfeksionis tersebut akan lebih bijak jika mampu ditempatkan pada situasi yang sesuai dan pas. Oleh sebab itu maka pilihan untuk menjadi orang yang perfeksionis maupun tidak ada di tangan anda. Psikologi Mania