Mengupas Rahasia Gangguan ParanoidGangguan kepribadian paranoid merupakan salah satu bentuk gangguan kepribadian yang masuk ke dalam golongan aneh / bizarre. Gangguan paranoid merupakan gangguan kepribadian yang mana penderitanya mengalami kondisi kecurigaan yang berlebihan yang berlangsung lama dan cenderung menetap. Meskipun paranoid sendiri merupakan salah satu symptom atau ciri yang muncul pada penderita gangguan psikosis seperti skizofrenia, namun mereka yagn mengalami gangguan kepribadian paranoid bukanlah orang yang mengalami skizofrenia.

Ciri – ciri atau symptom dari gangguan kepribadian paranoid

Mengupas Rahasia Gangguan ParanoidDalam menentukan apakah seseorang mengalami atau memiliki gangguan kepribadian paranoid, maka perlu dilakukan asesmen atau pengukuran secara psikologis, dengan melihat DSM (Diagnostic and Statistical Manual for Mental Disorder). Ada beberapa kategori DSM yang dapat menentukan apakah seseorang mengalami gangguan kepribadian paranoid, yaitu :

  1. Menduga, tanpa dasar yang cukup bahwa ada orang lain yang ingin atau sedang memanfaatkan, membahayakan, ataupun mengkhianati dirinya.
  2. Terfokus atau preokupasi terhadap keragu – raguan yang jelas – jelas tidak pada tempatnya terutama mengenai kejujuran dan juga loyalitas dari teman ataupun rekan kerja
  3. Tidak mau menceritakan rahasia, karena takut bahwa rahasia tersebut akan digunakan secara jahat untuk melawan atau menyakiti dirinya
  4. Membaca atau mendefinisikan arti yang merendahkan ataupun mengancam dirinya pada situasi yang biasa. Misalnya, ketika bertemu orang lain, dan orang lain menyapa dirinya, mereka yang mengalami gangguan kepribadian paranoid bisa saja mereasa bahwa setelah bertegur sapa, orang itu akan mengambil pisau dan membunuhnya.
  5. Menganggung rasa dendam secara persisten
  6. Merasa bahwa karakter atau reputasinya diserang, dan dengan cepat melakukan pembalasan.
  7. Memiliki kecurigaan yang berulang tanpa pertimbangan

Dari 7 kategori yang disusun di dalam DSM, seseorang akan didiagnosa memiliki gangguan kepribadian paranoid, apabila terdapat 4 atau lebih symptom yang muncul yang terdapat dalam kategori tersebut.

Selain itu, gangguan kepribadian paranoid juga dapat didiagnosis apabila orang tersebut sedang tidak mengalami atau memiliki gangguan berikut ini :

  1. Skizofrenia dan bentuk – bentuk skizofrenia
  2. Gangguan mood dengan ciri psikotik
  3. Dan sedang tidak mengaami efek psikologis dari penggunaan obat – obatan

Terdapat kemungkinan lain bahwa munculnya gangguan kepribadian paranoid ini merupakan premorbid dari munculnya gangguan skizofrenia. Atau merupakan bentuk gangguan kepribadian yang terjadi sebelum munculnya gangguan skizofrenia.

Bagaimana orang lain melihat orang yang memiliki gangguan kepribadian paranoid?

Mengupas Rahasia Gangguan ParanoidSecara umum, memang gangguan kepribadian paranoid ini tidak dapat menunjukkan symptom yang mudah diobservasi, seperti layaknya OCPD ataupun borderline personality disorder. Namun, orang dengan gangguan kepribadian paranoid ini biasanya :

  1. Seringkali menyerang tanpa adanya alasan yang jelas di dalam situasi lingkungan yang normal, misalnya sedang mengobrol, menyapa, ataupun sedang bertemu
  2. Sering menanyakan tentang loyalitas dari temannya
  3. Sering bertanya – tanya mengenai kesetian pada pacar atau pasangannya
  4. Cemburu berlebihan
  5. Sering merasa curiga tanpa sebab

Mereka yang mengalami gangguan kepribadian paranoid, seringkali merasa bahwa dirinya normal dan tidak terganggu. Padahal sebenarnya gangguan kepribadian paranoid ini disebabkan karena adanya masalah pada fungsi kognitif, dimana terdapat apa yang disebut dengan ideas of reference.

Bagaimana menangani mereka yang mengalami masalah gangguan kepribadian paranoid?

Mengupas Rahasia Gangguan ParanoidMereka yang mengalami gangguan kepribadian paranoid cukup sulit diterapi, karena cenderung curiga dan tidak percaya. Penanganan bisa dilakukan oleh orang yang sudah dipercaya, misalnya saja pasangan, orangtua ataupun teman dekat. Karena merupakan salah satu bentuk gangguan kepribadian dengan tingkat kecemasan yang tinggi (dimana paranoid sendiri merupakan salah satu bentuk kecemasan), maka farmakologi alias pengobatan menggunakan obat-obatan diperlukan untuk menurunkan kadar kecemasannya. Selain itu, relaksasi ataupun meditasi juga bisa digunakan untuk membantu menurunkan kecemasan. By: Eduardus Pambudi