Menghapus Stigma Membosankan pada Kegiatan Belajar

Menghapus Stigma Membosankan. Apakah Anda seorang pengajar? Atau mungkin seorang tutor untuk salah satu mata pelajaran? Pernahkah Anda memperhatikan siswa atau peserta didik Anda? Terkadang, sebagai tenaga pengajar seringkali lupa memperhatikan siswa atau anak-anak yang sedang dibimbing, entah itu di luar maupun di dalam kelas. Anda atau beberapa orang di sekitar Anda seringkali menganggap bahwa mereka baik-baik saja dan tidak mengalami kebosanan.

Seringkali mereka terlihat lesu dan malas belajar di dalam kelas hingga akhirnya membuat nilai pelajaran mereka anjlok dan membuat mereka patah semangat dalam belajar. Sebagai seorang tenaga pengajar, Anda harus mampu mendeteksi hal-hal yang sekiranya mampu membuat siswa merasa bosan atau merasa enggan belajar bersama dengan teman-teman di dalam kelas. Jika hal tersebut dikarenakan oleh faktor internal, Anda bisa melakukan beberapa hal seperti di bawah ini untuk membangkitkan semangat belajar siswa.

  1. Metode dan Kegiatan Belajar

Cobalah mengganti metode pembelajaran yang lebih menyenangkan dan terkesan santai. Berikan siswa banyak waktu untuk mencari informasi dan melakukan pengumpulan data secara mandiri dengan cara mereka masing-masing. Selingi dengan lelucon-lelucon ringan yang bisa membuat siswa Anda lebih nyaman.

Anda juga bisa sesekali mengajak mereka keluar ruangan kelas untuk sekadar membaca atau melakukan drama-drama kecil di halaman atau taman sekolah. Hal ini akan membantu mengurangi kebosanan para siswa ketika belajar.

  1. Siswa adalah Pusat Kegiatan

Mungkin, Anda sering menjumpai ketika pengajar sedang memberikan informasi, para siswa hanya duduk di bangku masing-masing dan jarang sekali diberikan kesempatan untuk memberikan ide atau pendapatnya akan suatu hal. Ubahlah kebiasaan ini dengan memberikan porsi lebih pada siswa. Jadikan siswa sebagai pusat perhatian dalam kegiatan belajar mengajar di kelas. Berikan peran bagi siswa untuk memberikan informasi yang mereka miliki kepada teman-teman sekelasnya. Hal ini akan membuat mereka percaya bahwa mereka bisa belajar di dalam kelas dengan baik.

  1. Tugas yang Proposional

Sebaiknya, jangan menganggap siswa adalah anak-anak yang mampu melakukan apa saja yang pengajar minta. Anak-anak memiliki kemampuan yang berbeda-beda dan kapasitas yang berbeda. Berikan tugas yang cukup untuk mereka, jangan terlalu berlebihan agar anak tidak mengalami stres dan masih mampu belajar dengan baik.

  1. Menghargai Pekerjaan Siswa

Hargai siswa seperti Anda menghargai anak Anda sendiri. Bagi beberapa siswa tidak mudah untuk berdiri di depan kelas dan bicara. Jika mereka mampu melakukan hal tersebut jangan segan-segan memuji keberanian mereka. Bagi beberapa siswa tidak percaya mengerjakan soal di depan kelas karena takut salah. Bangun kepercayaan pada mereka bahwa melakukan kesalahan adalah hal biasa dan hadirkan diri Anda disana sebagai penolong jika mereka mengalami kesulitan.

Sebagai seorang pengajar maupun tutor, Anda diharapkan dapat terus hadir dalam proses belajar siswa Anda. Oleh karena itu, berikan yang terbaik bagi mereka agar kelak mereka juga mampu memberikan hal terbaik pada sesama.

By Tri Indarti