Menghadapi Remaja Laki-Laki Yang Keras Kepala dan MembantahNama : Nanaa
E-mail : yratnasaxxxi@gmail.com
Judul : Remaja laki-laki yang keras kepala dan membantah
Isi Konsultasi : Maaf mau konsultasi.. Bagaimana caranya atau treatment bagi remaja yg memiliki sikap yg susah diatur apalagi remaja laki-laki usia SMP.. Dan bagaimana sikap kita sebagai orang tua atau guru kepada mereka.. Mohon sarannya dan Terimakasih sebelumnya..

Jawaban

Hai Nana, bagaimana kabarnya? Semoga selalu baik dan sehat selalu ya.

Mengenai remaja laki-laki yang keras kepala dan membantah, kira-kira seperti apa gejalanya ya? Karena masa remaja adalah sebuah masa transisi, dimana tadinya dia adalah seorang anak-anak menjadi persiapan menuju masa dewasa yang penuh tanggung jawab. Ketika masa kanak-kanak biasanya hanya banyak bermain dan belajar, tanpa memahami apa itu tanggung jawab, apalagi masalah pubertas dan juga identitas, maka masa remaja, (SMP dan SMA), si anak akan menyadari bahwa dirinya memiliki suatu tanggung jawab.

Bisa dikatakan, remaja yang keras kepala dan suka membantah adalah suatu bentuk proses perkembangan yang normal dan juga wajar. Hal ini berkaitan dengan kondisi, bahwa si anak remaja ini harus memahami situasi dirinya yang :

  • Mulai beranjak dewasa, dan otomatis mulai memperoleh tanggung jawab yang lebih besar dibandingkan anak-anak
  • Proses berpikir yang berkembang, yang mana sudah melibatkan rasio, dan pemikiran yang jauh lebih kompleks
  • Keinginan untuk mandiri dan juga lepas dari pengaruh orangtua.

Hal yang harus dilakukan oleh orangtua kepada anak yang sering keras kepala dan membantah ini adalah bukan dengan membalas dan menunjukkan kekerasan, melainkan orangtua harus  memberikan pengertian kepada anak secara baik-baik. Tunjukkan bahwa anda sebagai orangtua, memahami keputusan yang diambil oleh si anak. Tunjukkan bahwa anda sebagai orangtua juga paham mengenai situasi yang dialami si anak. Beritahu dengan lemah lembut dan penuh cinta kasih, tanpa menggunakan bentakan, atau bahkan kekerasan. Dan yang paling penting adalah, meskipun si anak sering membantah dan juga melawan, mereka akan selalu kembali ke orangtua apabila ada masalah. Saat itulah, anda sebagai orangtua bisa membantu si anak, sekaligus memberikan pemahaman kepada si anak.

Contohnya seperti ini:

Si anak marah karena disuruh belajar terus, dan tidak boleh bermain dengan temannya ke café hingga malam hari. Suatu ketika, si anak akan mengalami, katakanlah suatu hal yang buruk, misalnya tidak naik kelas karena sering membantah orangtua untuk belajar, dan sering pergi malam hari. Pada saat seperti inilah anda bisa memberikan intervensi dalam bentuk nasihat dan pemahaman kepada si anak, secara lemah lembut. Misalnya mengatakan “tuh kan nak, apa kata ibu. Kalau kamu nggak mau belajar, dan sering keluar malam, kamu gak naik kelas nantinya. Sekarang, coba ya belajar lebih rajin lagi dan kurangi mainnya, supaya kamu bisa kejar cita-cita kamu.”

Seperti itulah kira-kira mengenai bagaimana menghadapi anak yang keras kepala dan suka membantah. Pada intinya, jangan lawan batu dengan batu, namun lawanlah batu dengan air. Lawanlah kekerasan dengan kelembutan. Semoga bermanfaat. Psikologi Mania