Mengetahui Perbedaan Antara Nafsu Dan Cinta MurniTaukah anda bahwa cinta memiliki sebuah kisah yang apabila dijalankan memiliki 2 sisi rasa. Rasa tersebut serupa namun tak sama. Kedua sisi rasa tersebut adalah rasa sakit dan bahagia. Banyak di antara kita yang terkadang belum memahami apa itu makna daripada cinta. Secara garis besar cinta adalah perasaan emosional yang lahir dan munculnya disertai oleh sebuah motif dan rasa. Motif tersebut dapat bermacam-macam jenisnya, ada yang karena harta, tahta, kecantikan atau karena agama.

Mereka yang merasakan cinta akan cenderung bahagia, namun disamping bahagia cinta pun dapat membawa manusia ke dalam sengsara. Cinta yang didasarkan pada hati yang tulus dan cinta murni tentu akan membawa sebuah kebahagiaan. Entah itu terbalas ataupun tidak terbalas. Mereka yang mencintai seseorang dengan dasar cinta yang murni tentu akan mudah untuk  memahami keindahan cinta, tanpa terskup pada pembatasan hak untuk memiliki.

Namun bagi mereka yang mendasarkan cinta pada hawa nafsu cenderung untuk tidak bahagia. Karena dalam hal ini, cinta yang tersandarkan pada sebuah nafsu akan terasa sakit hati apabila tak mampu untuk memilikinya.

Dalam artikel ini akan kita membahas 2 perbedaan antara cinta yang didasarkan pada cinta murni dengan cinta yang disandarkan pada nafsu.

  1. Cinta Itu Membahagiakan Nafsu Itu Cenderung Membahayakan– Cinta yang sebenarnya dapat menunjukan jalan ke arah kebahagiaan bagi para pelakunya. Seorang pecinta yang telah menemukan dan juga memahami makna akan cinta sejati di dalam jati dirinya akan berada dalam kondisi yang membahagiakan. Sebaliknya, mereka yang tertkecoh pada nafsu dalam memaknai cinta akan membahayakan. Mereka yang terjerumus pada cinta nafsu akan mudah untuk menyakiti karena tak terturutinya hasrat yang bersifat kenafsuan. Hasrat kenafsuan tersebut dapat berupa, harta benda, kepuasan fisik, hingga tak didapatinya kepemilikian atas cinta itu sendiri.
  2. Cinta Murni itu Setia Sedangkan Nafsu Itu Berkelana– Mereka yang mencintai tulus di dalam hati memiliki sifat yang awet tahan lama, ia tak akan mudah untuk pudar meski cobaan datang menghadang. Namun hal berbeda akan terjadi jika cinta tersebut di dasarkan pada nafsu. Mereka yang tersandarkan pada nafsu akan mudah untuk beralih, ketika pasanganya sudah tak mampu untuk memuaskan hasrat kepemilikannya lagi.

Itulah kedua perbedaan antara cinta dan juga nafsu. Cinta murni akan mampu untuk selalu menuntuk ke jalan kebaikan sedangkan cinta nafsu akan selalu menuntun ke arah pemuasan. Cerdiklah untuk menghadirkan rasa cinta itu, dan kelak anda akan merasakan manisnya sebuah rasa cinta. By Fatah