Bullying di tempat kerja berarti perlakuan seseorang atau lebih pelaku yang berulang dan dapat merugikan kesehatan. Perilaku ini termasuk mengancam, menghina, atau mengintimidasi, mengganggu, atau melakukan sabotase, hingga pelecehan verbal. Tujuan dari pelaku bully adalah untuk mengendalikan individu yang menjadi targetnya. Berikut adalah hasil penelitian Joyce Russell, seorang dekan senior di Fakultas Manajemen dan Universitas Maryland.

Bagaimana Mengenali Dan Menangani Bullying Di Tempat Kerja

Konsekuensi Bullying

Para peneliti telah mendokumentasikan konsekuensi dari bullying seperti sulit tidur, penyakit kulit, perubahan suasana hati yang parah, kecemasan, kepanikan, depresi klinis, migrain, hingga kecanduan rokok hingga dan obat terlarang. Sementara konsekuensi bagi pengusaha adalah penurunan semangat kerja dan produktivitas karyawan, dan peningkatan biaya kesehatan.

Kita mungkin berpikir bahwa hanya “lemah” yang dibully di tempat kerja. Tapi ternyata orang yang “kuat”, sangat cerdas, sangat disukai dan diterima secara sosial juga dapat menjadi target. Beberapa diantara karena kecemburuan, misalkan target lebih dekat dengan atasan, atau target lebih berpengetahuan atau terampil. Bahkan, target sering sekali tidak sadar bahwa ia dibuli, hingga mengalami penurunan kondisi kesehatan.

Tanda-Tanda Pekerja yang Dibully

Bagaimana Mengenali Dan Menangani Bullying Di Tempat Kerja

Beberapa tanda-tanda bahwa seseorang sedang ditindas di tempat kerja meliputi:

  • Dikeluarkan dari kelompok
  • Tidak menerima semua informasi yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan secara efektif
  • Pekerjaan yang telah ia lakukan diaui oleh orang lain
  • Dipergunjingkan
  • Pekerjaan yang disabotase
  • Pekerjaan yang diremehkan
  • Diteriaki di tempat umum
  • Mendapatkan email yang menyalahkan akan suatu masalah
  • Membesar-besarkan kesalahan Anda berulang-ulang (terutama di depan orang lain)

Apa yang Dapat Dilakukan

Ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan jika Anda merasa diganggu atau melihat seseorang yang Anda kenal di tempat kerja sedang diganggu. Berikut diantaranya:

  • Periksa situasi untuk menentukan apakah itu adalah pola perilaku dari waktu ke waktu atau satu kejadian saja.
  • Cobalah untuk tidak bereaksi terhadap pengganggu. Meskipun ini sulit untuk dilakukan, hal ini penting karena pengganggu sebenarnya memancing reaksi Anda. Jika mereka tidak mendapatkan reaksi yang diharapkan, mereka mungkin berhenti mengganggu Anda.
  • Berbicara langsung dengan pengganggu. Gunakan nada yang tidak terlalu emosional atau agresif tapi tegas untuk menunjukkan perilaku dan pandangan mereka itu keliru tentang Anda.
  • Laporkan bullying kepada atasan Anda disertai data dan fakta. Jika pengganggu adalah atasan Anda, pergilah ke atasan yang lebih tinggi.
  • Dapatkan bantuan profesional jika Anda menderita secara fisik atau mental sebagai akibat dari bullying.
  • Dokumentasikan setiap kejadian, termasuk tanggal, waktu dan saksi.
  • Jika diperlukan, dapatkan mediator.
  • Cari tahu apa kebijakan (dan konsekuensi) perusahaan Anda pada bullying
  • Rencanakan pilihan Anda jika perusahaan Anda tidak mengambil tindakan apapun terhadap pengganggu.  Psikologi Mania