Mengenal Teori Psikologi Kepribadian Konstitusional Dari SheldonPsikologi kepribadian konstitusional Sheldon – Mengenal tentang ilmu psikologi kepribadian tentu teori psikologi yang satu ini sayang untuk di lewatkan. Pencipta dari teori psikologi kepribadian konstitusional diciptakan oleh W.H. Sheldon.

Siapa Itu W.H Sheldon?

W.H Sheldon lahir di Wawick Rhode Island pada tahun 1899. Ia menyelesaikan gelar B.A di tahun 1919 untuk selanjutnya ia mendapatkan gelar M.A di universitas Colorado dan Ph.D dari Universitas Chicago.

Ia aktif di dunia psikologi dengan menjadi peneliti sekaligus dosen di beberapa universitas dunia seperti pada tahun 1924-1926 di Universitas Chicago. Ia tercatat juga pernah mengajar di psikologi Harvard dan bekerja di dinas angkatan darat USA. Ia meninggal pada 16 September 1977 di Cambridge yang dekat dengan Memorial Hall Harvard.

Teori Psikologi Kepribadian Konstitusional

Teori Sheldon menekankan pada pentingnya struktur fisik tubuh sebagai sebuah faktor utama dari tingkahlaku. Ia pun menentukan serangkaian variable obyektif yang digunakan sebagai titik tolak, guna merepresentasikan jasmani dan juga tingkah laku.

Sheldon mengemukakan dan juga mempertahankan dengan gigih sebuah gagasan tentang variable – variable yang berkesinambungan. Teknik – teknik pengukuran dan ciri-ciri dari struktur tubuh menggunakan faktor baku dan juga prosedur yang dirancang dengan cermat dan juga dapat direproduksikan dibandingkan dengan prosedur para pendahulunya.

Sheldon meyakini bahwasanya faktor biologis dari keturunan memiliki peranan penting dalam menentukan tingkahlaku seseorang. Ia juga berpendapat bahwa teka teki dari organisme manusia dapat terungkap hanya dengan makin memahami faktor-faktor tersebut.

Secara garis besar teori psikologi kepribadian konstitusional ala Sheldon berfokus pada pada pandangan yang menyatakan bahwa faktor psikologi seseorang tergantung pada struktur jasmani yang secara diam – diam dapat mempengaruhi dari gejala tingkah laku seseorang.

Hal ini sangat berbeda dengan teori psikologi lain yang sebagian besar berfokus kepada transaksi lingkungan – behaviorisme. Lebih lanjut Sheldon berpendapat, bahwasanya di dalam jasmani psikolog akan dapat menemukan satuan yang ccendrung konstan sub-substruktur kokoh yang mana ia di butuhkan untuk memasukkan konsep tentang regularitas dan juga konsistensi ke dalam sebuah studi tingkahlaku manusia. Semakin jelas situasi akan memerlukan sebuah psikologi yang berorientasi kepada biologis, suatu gambaran struktur serta tingkah laku organisme manusia itu sendiri yang dapat di pertahankan secara keilmiahan.

Baca Artikel Sebelumnya 11 Buku Wajib Psikologi Yang Harus Anda Miliki Untuk Menguasai Ilmu Psikologi

Semoga ulasan di atas dapat menambah khasanah keilmuan psikologi kita. Salam Psikologi, tetap jaga kesehatan mental dan jangan lupa bahagia. by: Muhamad Fadhol Tamimy