Apa itu Sosiopat? Mungkin sebagian dari kita baru mendengarnya, namun umumnya bagi yang  tengah mempelajari ilmu psikologi ataupun kejiwaan pasti mengetahuinya.

Mengenal Karakteristik SosiopatKarakteristik Sosiopat. Dari definisinya sendiri, Sosiopat adalah seseorang yang memiliki kecenderungan anti-sosial namun dibumbui dengan kurangnya rasa empati terhadap orang lain. Sering kali orang memiliki gangguan Sosiopat seperti mengalami kesulitan dalam mengikuti norma-norma sosial yang ada, sehingga ia sering kali menunjukkan perilaku abnormal. Bertindak hanya untuk diri sendiri dan keinginan pribadi, tanpa memikirkan konsekuensi kerugian yang akan terjadi bahkan tak segan-segan mengorbankan orang lain. Yang paling terlihat dari mereka adalah sikapnya yang cenderung dingin layaknya tak bermoral, kurangnya ekspresi layaknya tak pernah punya kesalahan, dan enggan bertanggung jawab bahkan cenderung menyalahkan.

Karakteristik Sosiopat

Manipulasi, hal inilah yang menjadi senjata utamanya. Mereka senang sekali ketika mampu untuk membuat sebuah skema permainan dalam membelokkan fakta, sehingga korban hanyut ke dalam ‘permainan’nya.

Setelah korban berjalan dalam skema yang mereka ciptakan, kemudian sang korban ‘diperkosa’ secara emosional ataupun dimanfaatkan sedemikian rupa demi tercapainya kepuasan pribadi. Kebanyakan dari mereka memanfaatkan korbannya untuk memuaskan hasrat ataupun kesenangan tersendiri (Sebagai contoh senang melihat korban menangis, hanya ingin melihat korban marah-marah, dan juga senang melihat korban-korbannya berkelahi oleh hasil dari ‘adu domba’  yang dilakukannya).

Sosiopat dan Psikopat

Mengenal Karakteristik Sosiopat. Sekilas terlihat mirip sekali gejala dan ciri-cirinya dengan Psikopat. Perbedaannya, Sosiopat hanya memanfaatkan sisi emosional korban dan bertindak lebih halus, tak sepertiPsikopat yang cenderung mengarah kekekerasan bahkan tak segan-segan untuk membunuh demi kepuasan pribadi. Perbandingan Sosiopat dengan Psikopat lebih lanjut akan di bahas dilain kesempatan.

Apa yang harus dilakukan jika bertemu Sosiopat?

Apa penyebab dari seseorang dapat menjadi seorang Sosiopat? Apakah ia bisa disembuhkan? Untuk ini, saya serahkan kepada yang lebih ahli masalah kejiwaan, karena gangguan Sosiopat ini merupakan  salah satu gangguan kejiwaan. Namun Anda dapat mengikuti tips dibawah ini agar terhindar dari tipu daya mereka.

  1. Lebih Peka Terhadap Orang Disekitar Anda

Mereka bisa di mana saja dan tak terlihat Namun jika Anda lebih peka, Anda akan dapat mengenalnya dari cara mereka berbicara baik itu lisan maupun tulisan yang biasanya hampir selalu perfect. Mereka pun memiliki kecendrungan untuk melebih-lebihkan suatu topik pembicaraan, hingga terkesan merayu/ menghasut dan ingin sekali dipuji (sebagai contoh jika ia menceritakan tentang  Kehidupan pribadinya, maka hal itu akan terlihat kesan yang berlebihan dan sangat menarik).

  1. Selalu bersikap objektif dan lihat lah dari berbagai sisi

Intinya, jangan terlalu mudah percaya dengan suatu cerita. Ya, mereka rela mengeluarkan effort lebih demi skema permainan ciptaannya berjalan mulus. Jika skema tersebut ketahuan, mereka akan menciptakan skema-skema baru untuk menutupi kesalahannya dan biasanya mereka akan tetap terlihat tenang bahkan dapat dikatakan ‘tenang yang tak wajar’ (atau dingin).

  1. Kenali gerak-geriknya

Kelemahan sang Sosiopat adalah jika keinginan dan rencananya tidak berjalan sesuai rencana atau telah terbongkar luas, mereka cenderung merasa resah yang tak wajar, lebih agresif dalam komunikasi verbal dan tak segan-Segan melakukan ‘segala cara’ untuk menutupi itu. Salah satu contoh kasus dari pengalaman teman saya sendiri, sikorban yang mengetahui rencananya atau siapa pun yang di anggap dapat mengganggu kelancaran rencananya ,mendapat terror melalui SMS, telepon atau media sosial, serta penyebaran nama buruk dan hal kejam terhadap status sosial lainnya yang mungkin tak terbayangkan oleh Anda.

4.Sebaiknya jauhkan mereka mulai dari sekarang

Mungkin Anda sekali anak  merasa tidak tega atau iba dan mencoba untuk mengubahnya terlebih jika orang tersebut adalah keluarga atau orang terdekat Anda. Percayalah,sampaisaatinibelum ada cara lain selain menjauhka ndirinya. Hindari interaksi berlanjut dengan mereka. Mereka tak mengenal kasih sayang, empati, simpati dan rasa perasa dalam pertemanan,bahkan mereka taks egan untuk memanipulasi perasaan-perasaan tersebut pada Anda demi kepentingan pribadinya. Berhati-hatilah,mungkin saja seseorang yang Andak agumis eperti bos, atau orang berpengaruh ditempat Anda bekerja adalah salah satunya. Mungkin Anda telah masuk dalam permainannyatanpaAndasadari.Umumnya mereka menempati posisi tinggi dI Ruang lingkup pekerjaan, organisasi, atau sosok yang di anggap berpengaruh.

5.Temui Ahli

Jika orang tersebut benar-benar tidak dapat dijauhkan seperti anggota keluarga atau kerabat sangat dekat Anda,aturlah jadwaluntukmenemuiahli.Sebisamungkinjangan sampai ia tahu Anda tengah membawanya ke Psikolog demi keamanan Anda sendiri. Atau Anda dapat membuat janji dengan ahli agar dapat menemuinya langsung. By: Muhamad Fadhol Tamimy