Mengenal Istiah Gangguan Makan Dalam Psikologi

Gangguan Makan Dalam Psikologi- Manusia merupakan makhluk yang membutuhkan asupn makan untuk bertahan hidup, dan mendapatkan energy agar dapat berfungsi melaksanakan tugas-tugas seperti selayaknya manusia. Selain itu dengan makan, fungsi-fungsi dari organ tubuh pun akan bekerja dengan baik karena sumber-sumber nutrisi pun akan terpenuhi dengan baik.

Namun ada beberapa hal yang menyebabkan seseorang enggan makan, salah satu yang paling sering terjadi adalah harapan tentang bentuk tubuh yang ideal. Harapan bentuk tubuh ideal tersebut banyak terjadi pada para wanita.

Akibat dari keinginan untuk memiliki tubuh yang ideal, pada akhirnya justru mengarah pada keengganan untuk makan secara berlebihan. Dan pada akhirnya muncullah kondisi dimana seseorang tersebut mengalmi gangguan makan.

Dalam ilmu psikologi sendiri, gangguan makan adalah sebuah kondisi psikologis dimana ia melibatkan segala hal tentang makan yang kelebihan, atau kelaparan secara suka rela.

Gangguan makan memiliki beberapa jenis di antaranya yaitu, anoreksia nervosa, dan bulimia

Jenis Gangguan Makan Dalamm Psikologi

  1. Anoreksia Nervosa

Istilah dari anoreksia berarti adalah hilangnya selera makan sedangkan arti daripada nervosa yaitu indikasi bahwa hilangnya selera makan dalam diri seseorang yang di sebabkan oleh emosionalnya.

Biasanya orang yang tengah mengalami anoreksia nervosa dapat menolak untuk mempertahankan berat badan secara normal pada umumnya. Sehingga, hal tersebut berarti orang orang ini memiliki bobot badan kurang dari delapan puluh lima persen (85%) dari bobot ideal orang normal.

Penurunan berat badan tersebut biasanya muncul diakibatkan melakukan pola diet ekstrim dan olahraga berlebihan dilakukan. Hal-hal seperti muntah di sengaja sehabis makan, penggunaan beberapa obat pencahar sengaja di konsumsi secara berlebihan dan lain sebagainya.

Mereka yang mengalami gangguan ini (anoreksia nervosa) sangatlah takut apabila bobot badan mereka bertambah, dan buruknya lagi adalah mereka merasa takut seolah-olah berat badan mereka tak akan turun lagi, padahal mereka tergolong sangat kurus.

  1. Bulimia Nervosa

Bulimia memiliki arti dalam bahasa Yunani yaitu “lapar seperti sapi jantan”. Gangguan ini memiliki cakupan episode dalam mengkonsumsi makanan dengan jumlah yang sangat besar secara cepat, lalu diikuti oleh perilaku kompensatori seperti pada muntah, puasa dan juga olahraga secara berlebihan guna mencegah bertambahnya bobot tubuh.

Bulimia nervosa tak didiagnosis apabila makan berlebihan dan juga pengurasan hanyalah terjadi didalamm konteks anoreksia nervosa dan juga penurunan berat badan ekstrim terkait dengannya.

Yang menjadi pembeda antara bulimia dan juga anoreksia nervosa yaitu, jika anoreksia mengalami penurunan bobot tubuh secara drastis, sedangkan pada penderita buimia tidaklah demikian.

Dari kedua jenis gangguan makan tersebut tentu ada penanganan yang sebaiknya dilakukan, seperti melakukan intervensi psikologis dan juga biologis terhadap mereka yang mengalaminya. Penanganan biologis pada gangguan bulimia tersebut dikarenakan bulimia nervosa sering terjadi komorbid dengan depresi, sehingga gangguan ini membutuhkan berbagai antidepresan.

Flusetin memiliki hasil lebih mudah dalam memberikan hasil dibandingkan dengan placebo dalam mengurangi makan yang berlebihan dan muntah. Ini juga sangat berguna untuk mengurangi depresi dan juga sikap penyimpangan di saat makan

Sedangkan untuk gangguan yang jenisnya anoreksia nervosa juga kadangkala membutuhkan penanganan biologis, akan tetapi, hal tersebut sangat jarang dalam mendapatkan hasil yang memuaskan dan juga tak terlalu membuahkan hasil.

By: Muhamad Fadhol Tamimy