Mengenal Gangguan Disleksia Pada AnakMengenal Gangguan Disleksia Pada Anak– Banyak dari orang yang mungkin belum mengerti tentang apa itu disleksia. Bahkan beberapa kalangan pendidik sekolah formal pun tak sedikit yang belum mengetahui dan memahami apa itu gangguan disleksia.

Secara umum disleksia merupakan sebuah gangguan pada pengelihatan maupun pendengaran yang di sebabkan oleh kelainan pada syaraf otak, sehingga anak mengalami kesulitan dalam hal membaca. Atau dapat pula diartikan sebagai ketidakmampuan belajar neurologis yang diakibatkan oleh ketidakmampuan fungsi otak untuk menerjemahkan informasi (visual dan Auditorial) yang tengah diterima oleh mata dan juga telinga ke dalam bahasa yang mudah dimengerti oleh anak tersebut.

Anak-anak yang mengalami disleksia bukan berarti ia buta ataupun tuli. Mereka sama seperti pada anak umumnya memiliki kemampuan untuk mendengar, namun mereka tak mampu untuk menuliskannya ke dalam bentuk tulisan di atas kertas. Mereka mungkin memahami beberapa kata-kata yang telah didengarnya, akan tetapi mereka memiliki kesulitan dalam hal penulisan ulang dan juga memiliki kebingungan dengan susunan huruf-huruf tersebut. Ataupun setiap kali mereka sedang membaca sering kali melewatkan beberapa huruf, frasa, suku kata dan lain sebagainya. Mereka membaca seperti huruf-huruf yang melompat terbalik-balik.

Disleksia ini disebabkan oleh beberapa faktor genetis. Tak harus langsung dari orang tua kemungkinan, namun bisa jadi di turunkan oleh kakek maupun nenek, atau bahkan buyut mereka. Sekitar hampir 5% sampai 10% anak-anak di seluruh dunia mengalami gangguan disleksia ini.

Anak-anak yang mengalami disleksia tak selalu bodoh dalam hal belajar. Karena di beberapa kasus bahkan ada anak yang mengalami disleksia, namun memiliki IQ di atas rata-rata atau tinggi daripada anak yang tidak memiliki gangguan disleksia.

Pada dasarnya mereka yang menyandang disleksia merupakan orang yang memiliki ketajaman secara visual, intusi tinggi dan seorang pemikir yang multidimensional. Apa yang dialami mereka mungkin adalah kecacatan dari segi sistem saraf. Bukan kecacatan secara kemampuan intelektual. Hal ini lah yang sering mengakibatkan kesalahpahaman bahwa anak-anak yang mengalami disleksia tak mampu membaca maupun menulis atau bahkan sering di anggap bodoh. By : Muhamad Fadhol Tamimy