Mengenal Apa Itu Self Injury Dan Cara MenanganinyaNama : Gracia
E-mail : gracxxx@gxxil.com (Apa Itu Self Injury)
Isi Konsultasi : 4 tahun yang lalu saya mempunyai kebiasaan menyakiti diri sendiri, namun masih dalam batas normal. Tapi seiring berjalannya waktu saya memiliki sahabat, kita menghabiskan waktu bersama-sama. Kebiasaan saya pun menghilang. Namun baru-baru ini saya memiliki masalah yang kecil dengan sahabat saya tentang sahabat kita yang lainnya, tapi dia menanggapinya dengan serius. Sekarang dia melanjutkan study ke luar Indonesia. Dia tidak mau kontak lagi dengan saya dan sahabat-sahabat saya (sms, telfon, maupun melalui social media lainnya). Karena itu kebiasaan saya yang dulu muncul lagi, namun masih dalam batas normal. Apakah kebiasaan saya itu muncul dan hilang karna sahabat saya ? Bagaimana saya menghilangkan kebiasaan tersebut ?

Jawaban

Salam, untuk kondisi yang anda berikan dan anda ceritakan kepada redaksi psikoma.com, mungkin sedikit kurang mendetail dan juga kurang lengkap. Seperti misalnya perilaku self injury namun masih dalam batas normal. Yang dimaksud sebagai perilaku self injury dalam batas normal itu seperti apa? Karena apapun bentuknya, perilaku self injury adalah suatu perilaku yang tidak wajar, meskipun sering terjadi pada rentang usia remaja hingga dewasa awal (kira – kira hingga 20-an tahun).

Apa Itu Self Injury

Self injury sendiri bisa dikatakan sebagai suatu perilaku menyakiti diri sendiri ataupun mencederai diri sendiri, yang kebanyakan disengaja, meskipun hal tersebut bisa muncul karena adanya suatu dorongan tidak sadar. Berikut ini adalah beberapa contoh perilaku self injury

  • Menyilet diri sendiri
  • Mengurung diri di kamar, tidak makan minum sampai akhirnya jatuh sakit
  • Sengaja lalai dalam mempergunakan alat yang berbahaya, seperti pisau atau mesin
  • Menyiksa diri sendiri secara fisik

Apa itu self injury. Self injury bisa muncul sebagai simptom atau gejala dari beberapa gangguan psikologis ataupun gangguan kepribadian, misalnya saja seperti:

  • Gangguan kepribadian ambang / borderline
  • Episode depresif berat
  • Bipolar
  • Gangguan mood
  • Suicide idea atau keinginan untuk bunuh diri
  • Penyalahgunaan zat-zat seperti misalnya narkoba ataupun alkohol

Karena self injury ini bisa muncul sebagai simptom atau gejala-gejala dari beberapa gangguan psikologi, maka ada kemungkinan masalah dengan sahabat ini bisa menjadi salah satu penyebab. Namun tidak dapat dipastikan ya, karena membutuhkan asesmen dan juga pemeriksaan lebih lanjut, terutama dari segi :

  • Seperti apa perilaku self injury yang muncul pada diri anda
  • Penyebab awal mula munculnya perilaku self injury
  • Kemungkinan gangguan yang menyebabkan munculnya perilaku self injury, seperti misalnya depresi, dan gangguan lainnya
  • Dampak dari self injury bagi diri anda

Lalu, bagaimana caranya menghilangkan kebiasaan self injury? Sekali hal ini berkaitan dengan masalah yang anda alami. Apabila anda melakukan self injury sebagai simptom dari gejala depresif berat, maka psikoterapi untuk mengatasi depresi bisa dilakukan untuk mencegah munculnya perilaku self injury anda.

Seperti sudah disebutkan sebelumnya, masalah dengan teman mungkin bisa menjadi salah satu penyebab perilaku self injury anda muncul. Namun demikian, perlu ditelusuri lagi apakah ada masalah lainnya yang mungkin memperkuat perilaku self injury yang anda lakukan, dan membutuhkan pendampingan dari psikolog atau orang yang kompeten di bidangnya

Jadi, sebelumnya anda juga harus bisa memastikan perilaku self injury yang muncul pada diri anda disebabkan oleh apa, barulah nanti bisa ditentukan cara seperti apa yang tepat untuk menangani prilaku self injury yang anda lakukan. Dan perlu diingat, self injury adalah sesuatu yang tidak wajar, dan tidak ada yang namanya self injury dalam batasan yang normal. Psikologi Mania