Mengenal Apa Itu Self Centered Perilaku Egois Diluar BatasNama : Sausan xx
E-mail : sfakhxx@gmail.com
Judul : Self Centered
Isi Konsultasi : Saya punya masalah dengan salah satu sahabat saya. Dia ini orang termasuk tipe self centered. Saya bingung menghadapi orang seperti sahabat saya karena sampai detik ini masalah kecil pun tidak bisa diselesaikan. Di depan saya dia baik, ramah dan masih sering menghabiskan waktu bersama. Namun di belakang saya, dia masih mengungkit masalah yang lalu. Adakah win win solution untuk orang tipe self centered ini? Lalu bagaimana cara menghadapi orang yang self centered? Terima kasih.

Hai Sausan, bagaimana kabarnya? Semoga selalu baik dan sehat selalu ya.

Sebelumnya, harus diperjelas dulu maksud dari self centered ini seperti apa? Apakah yang dimaksud self centered ini seperti orang yang egois dan mau menang sendiri, atau hanya berpikir tentang dirinya sendiri.

Mengenal Apa Itu Egois?

Sebelum ke penjelasan mengenai self centered kita terlebih dahulu memahami kata egois itu sendiri ya. Egois berasal daripada kata ego, yang mana di dalam bahasa Yunani berarti aku. Orang yang biasanya disebut dengan egois merupakan orang – orang yang memiliki kecendrungan untuk mementingkan dirinya.

Sedangkan egoism merupakan sebuah motivasi dalam mempertahankan dan juga meningkatkan pandangan yang mana ia hanya menguntungkan dirinya sendiri. Egoisme pun dapat berarti menempatkan diri di tengah sebuah tujuan serta tak peduli dengan orang lain di sekitar dekat, termasuk juga orang yang sangat ia cintai, maupun teman dan kerabat terdekat.

Sifat egois merupakan sikap yang normal di miliki oleh setiap manusia, hanya saja ia baru di katakana sebagai sebuah gangguan jika egois tersebut telah sampai pada taraf yang diluar batas kewajaran.

Dan jika telah beralih pada taraf yang diuar batas kewajaran ia bukan lagi egois namun beralih menjadi gangguan kepribadian self centered.

Apa Itu Self Centered?

Sebagai bahan referensi self centered adalah sebuah sikap yang mana ia memiliki kecendrungan lebih mementingan kesenangan pribadi. Self centered ini merupakan sebuah gejala psikologis yang mana ia memiliki kecenderungan untuk apatis pada kondisi eksternal walaupun sebenarnya para penderitanya menyadari keberadaannya di butuhkan oleh orang lain.

Sebagaimana orang yang mengalami over self centered, yang mana ia memiliki sifat egoistic yang tinggi, mereka akan selalu ingin untuk diperhatikan oleh orang lain. Dan dia tak akan cukup puas hanya dengan perhatian yang cenderung biasa-biasa saja, melainkan ia ingin setiap saat orang hanya berfokus untuk melihat kea rah dirinya sendiri saja. Intinya mereka yang mengalaminya adalah orang yang selalu ingin dianggap paling berharga oleh orang lain.

Tipe orang yang kelihatannya tak peduli dengan orang lain, asalkan semua keinginan pribadinya terturuti. Bahasa lainnya adalah egois.

Namun sebelum itu, tentu kita tidak boleh menjustifikasi, apakah benar teman anda yang dimaksud mengalami hal yang demikian. Karena self centered itu sendiri adalah sebuah gangguan psikologis.

Jadi menurut pemaparan di atas apakah mba sudah memahami perbedaannya?

Secara garis besar adalah ego adalah hal umum yang dimiliki setiap orang, hanya saja selama tidak berlebihan ia dikatakan normal, namun jika sudah berlebihan dan melewati batas ia berubah menjadi gangguan kepribadian seperti self centered

Kembali pada permasalahan yang dimaksud

Sebelumnya mba mengatakan bahwa teman anda sering mengungkit masa lalu, dan berarti ada kecenderungan membicarakan anda dari belakang. Sepertinya kurang tepat istilah self centered untuk hal tersebut. Jadi, perlu diperjelas lagi mengenai maksud dari self centered yang anda tanyakan disini.

Secara garis besar saja, orang yang sering mengungkit masa lalu bisa jadi merasa tidak puas dengan apa yang sudah terjadi. Hal terbaik yang bisa dilakukan adalah mencoba untuk menyelesaikan masalah satu per satu, dan jangan sekaligus. Jadi, fokus terlebih dahulu pada satu masalah yang ada, dan selesaikan masalah tersebut. Baru setelah itu selesaikan masalah berikutnya, dan semua harus dilakukan secara bertahap, agar tidak saling tumpang tindih.

Cara terbaik untuk memahami orang seperti teman anda ini adalah dengan cara memahami posisinya. Anda harus mampu menganalisa dan memahami, dan juga memposisikan diri anda sebagai teman anda. hal ini akan membantu anda lebih memahami mengapa dia bisa bersikap seperti itu. Karena apabila anda melawan, dan mungkin menegurnya, maka ada kemungkinan dia akan merasa tersinggung dan tidak terima.

Ibaratnya, ketika kita ingin masuk ke dalam sebuah ruangan yang terkunci, maka kita harus memiliki kunci yang tepat, yang klop dan bisa membuka ruangan tersebut. Anda pun harus seperti itu, anda harus bisa memposisikan diri anda sebagai teman anda, agar anda menjadi lebih mudah memahami teman anda.

ketika anda mampu untuk memahami teman anda, maka semuanya akan menjadi lebih mudah untuk diselesaikan. Namun, bukan berarti anda harus dikontrol dan menjadi seperti dirinya ya. Anda tetap menjadi diri anda sendiri, namun anda harus bisa fleksibel ketika menghadapi teman anda tersebut.

Memandang Dari Segala Aspek Sudut Pandang

Solusi selanjutnya yang dapat di aplikasikn adalah, anda dapat mencoba untuk memandang segala permasalahan, bukan pada masalah yang timbul itu sendiri. Melainkan, pandanglah dari aspek sumber akar masalah.

Tak luput pula memandang dari segala aspek adalah kita memposisikan diri sebagai teman kita sendiri. Dengan memposisikan sebagai orang yang kita anggap salah, tentu kita akan memahami mengapa ia melakukan hal yang demikian.

Memberikan Nasehat

Barangkali apa yang dilakukan temannya adalah sebuah bentuk untuk mencari perhatian dari orang – orang di sekitarnya, karena ia tidak mendapatkannya di lingkungan rumah. Hal tersebut dapat saja terjadi. Bahkan traumatis masa lalu pun turut mengambil peran dan andil dalam proses – proses terjadinya egoistic dan ingin menjadi pusat perhatian.

Misalkan saja ia di lingkungan rumah tidak mendapatkan perhatian dari orang tuanya, lingkungan dan saudara – saudranya, akibatnya ia mencari perhatian di lingkungan lain. Dan ternyata di lingkungan teman – temannya ia mendapatkan respon yang sesuai dengan apa yang diinginkannya. Akhirnya ia pun melakukan hal tersebut berulang – ulang. Dimana ia mencari perhatian.

Dan terakhir untuk  mba susan semoga apa yang mba rasakan tersebut dalam menghadapi rekan – rekan ataupun siapapun anda dapat dimudahkan dan dapat menghadapi secara baik dan bijak.  Karena dengan kebaikan dan kebijakanlah setiap manusia dapat memberikan dampak maupun pengaruh bagi orang – orang di sekitarnya secara lebih luas.

Itulah beberapa hal yang dapat kita pahami mengenai apa itu self centered dan dinamika di sampingnya. Semoga dengan penjelasan di atas kita dapat semakin memahami orang – orang di sekitar kita dengan baik. Demi kehidupan yang bahagia dan demi kebermanfaatan bersma.

Untuk mengundang professional tim psikoma dan psikologi indonesia anda dapat langsung menghubungi via kontak di fasilitas yang telah disediakan psikoma.com atau di fanspage psikologi indonesia. Psikologi Mania