Mengenal Apa Itu Penyusunan Skala Psikologi Secara Mendalam

Mengenal Apa Itu Penyusunan Skala Psikologi Secara Mendalam

March 16, 2017 Off By admin

Mengenal Apa Itu Penyusunan Skala Psikologi Secara MendalamPenyusunan Skala Psikologi – Sebagian dari kalian tentunya bertanya-tanya, apa itu skala psikologi bukan? Lalu seperti apasih bentuknya? Lalu apa yang menjadi pembeda skala psikologi dengan skala lainnya. Untuk lebih jelasnya, pada kesempatan kali ini kita akan mengenal apa itu peyusunan skala dalam psikologi.

  1. Skala Dalam Psikologi

Mengungkap Aspek Nonkognitif

Skala biasanya tidak mengungkapkan aspek kognitif (pengetahuan). Dalam hal ini, biasanya skala lebih mengungkap kepada aspek afektif dan juga perilaku. Skala mengungkapkan beragam aspek bagaimana manusia tersebut merespon. Semua jawaban dalam skala adalah benar. Selama jawaban itu sesuai dengan diri seseorang (manusia). Contohnya seperti: skala kepuasan kerja, motivasi berprestasi, skala kepribadian, skala kebahagiaan hidup, skala perilaku hidup bersih.

Aspek Yang diungkapkan Melalui Item

Ungkapan itu diwakili oleh item. Item berasal daripada indicator perilaku yang telah di buat. Item mengalami sebuah seleksi baik itu bersifat kualitatif ataupun kuantitatif. Subjek tak memahami secara lengkap maksud daripada skala. Walaupun ia mengetahui, biasanya ia memiliki beragam interpretasi dari item. Misalnya saja skala extrovert. Extrovert diartikan sebagaimana orang yang mudah untuk bergaul, senang bicara dan antusias.

Skala tidaklah menanyakan ‘apakah kamu mudah untuk bergaul’. Melainkan biasanya ia seperti pernyataan seperti, ‘saat ada ujian, saya senang sekali belajar bersama teman’.

Subjek biasanya tak mengetahui maksud daripada pertanyaan tersebut. Item tersebut didapatkan dari indicator perilaku. Salah satunya adalah indicator perilaku ekxtrovert yaitu senang berkelompok.

Menghasilkan skor

Skala dalam psikologi adalah bagian daripada pengukuran psikologi. Pengukuran tersebut menghasilkan skor. Skor yang merupakan sebuah kontinum interval. Skor yang bergerak daripada angka tertentu menuju pada angka tertentu. Skor pun didapat daripada penjumlahan item. Skor memiliki klasifikasi tertentu. Dimana klasifikasi tersebut memiliki interpretasi ataupun makna, misalkan kita dapat melihat tabel di bawah ini

Tabel Norma skala

Skor Klasifikasi
19,20,21 Sangat Positif
16,17,18 Positif
13,14,15 Netral
10,11,12 Negatif
≤9 Sangat Negatif

Misalkan saja: budi telah mengisi skala sikap pada mata pelajaran psikologi umum. Format item bergerak daripada 1-7. Item ini terdiri daripada 3 item. Skor yang bergerak dari 2-21. Subjek pun memiliki nilai terendah yang berada pada skor 3. Maka subjek dengan nilai tertinggi ada di 21. Budi pun mendapatkan sebuah skor 20. Skor tersebut akhirnya memiliki klasifikasi sangat positif. Sangat positif ini memiliki interpretasi bahwasanya ia sangatlah menyayangi, ia menunggu – nunggu, merasa sangat istimewa, ia pun merasa tanpa diminta belajar sendiri, betapapun beratnya tugas ia pun siap untuk mengerjakannya.

Melalui Proses Psikometris

Skala yang diuji cobakan melalui sebuah proses psikometris. Proses ini dimulai dari penetapan konstrak yang mana hendak di ungkapkan. Konstrak menghasilkan sebuah komponen dan atau indicator dari perilaku.

Indicator perilaku ini menghasilkan item. Item dianalisis dengan baik daripada isi ataupun tata bahasa yang ada.

Item lalu diuji cobakan kepada sekelompok subjek. Dimana item dipilih berdasarkan mana yang paling baik. Lalu uji coba skala menghasilkan sebuah validitas, realibilitas, norma, indeks diskriminasi dan interpretasi.

  1. Tujuan Skala Psikologi

Skala dalam psikologi memiliki dua tujuan utama, yaitu untuk melakukan diagnosis dan juga prognosis.

Diagnosis

Diagnosis adalah sebuah kesimpulan atas sebuah keadaan saat ini. Kesimpulan ini didasarkan pada data yang sudah diambil. Data ini adalah akumulasi daripada kegiatan masa lalu. Diagnosis ini pun disimpulkan atas kriteria – kriteria tertentu. Misalkan saja; kita hendak melakukan diagnosis seorang anak, sebagai anak yang berbakat istimewa. Dasarnya dari diagnosis ini adalah ia mempunyai IQ superior, kreativitas yang tinggi dan semangat dalam belajar. Diagnosis bakat yang istimewa ini adalah berasal dari three ring concept of Renzulli.

Prognosis

Prognosis adalah sebuah kesimpulan atas apa yang akan terjadi nantinya (kemungkinan). Apa yang dapat terjadi kepada seseorang tersebut di masa yang akan datang. Prognosis ini merupakan prediksi dari kita. Prognosis ini memberikan sebuah gambaran apa yang seharusnya dan tidak seharusnya dilakukan. Misalnya saja: acok diprognosis untuk berkuliah di Jurusan Psikologi. Acok pun diprediksi dapat mengikuti kegiatan perkulliahan dengan cepat di sana. Prognosis ini juga merupakan dasar fakta dan data. Acok pun memiliki sebuah kecerdasan yang tergolong tinggi. Acok juga senang bergaul dan mendengarkan orang berbicara.

  1. Manfaat Skala Psikologi

Mengenal Apa Itu Penyusunan Skala Psikologi Secara MendalamPenyususnan skala psikologi mempunyai beragam manfaat. Manfaat tersebut baik dalam sebuah pengembangan keilmuan ataupun kegunaan praktis di lapangan. Beberapa manfaatnya adalah di bidang;

Sosiologi: mengukur tingkat stress masyarakat pada perubahan sosial

Kedokteran: Kepatuhan seorang pasien dalam meminum obat

Ilmu Pendidikan: Pola asuh terhadap penurunan prestasi belajar

Teknik Arsitektur: persepsi pada pola ruangan

Seni Musik: pengaruh lagu terhadap kebahagiaan

Penelitian yang berhubungan dengan sebuah perilaku manusia pun sangat bermanfaat dalam menggunakan skala. Penelitian yang dilakukan baik itu skripsi, tesis, dosen, lembaga, disertasi, dan lain sebagainya. Penelitian yang dilakukan dalam rumpun keilmuan sosial ataupun eksakta. Apabila skala yang digunakan benar, maka hasil dari yang diteliti pun akan benar. Penggunaan dari skala berhubungan pula dengan validitas internal penelitian.

  1. Skala Psikologi yang Baik

Skala memiliki kriteria agar ia dapat di katakana sebagai skala yang baik. Karakteristik yang dimiliki yaitu adalah valid, reliabel, terstandardisasi, efisien, bermanfaat.

Valid

Valid diartikan sebagai benar, sah ataupun jelas. Skala ini berisikan item yang memiliki aspek yang akan diungkap. Item tak mengungkapkan hal di luar dari tujuan ukurannya. Skala pun diujikan dengan sebuah kriteria yang sesuai, ia pun memiliki hubungan. Misalkan saja: skala motivasi berprestasi yang berisi item untuk mengungkap perilaku motivasi berprestasi. Skala yang diajukan dengan prestasi dari akademik (nilai rapot atau IPK). Semakin tinggi sebuah motivasi berprestasi, maka semakin tinggi pula prestasi akademik. Semakin rendah motivasi berprestasi, maka semakin rendah pula prestasi akademik. Valid adalah sebuah syarat utama yang harus dipenuhi dari skala.

Reliabel

Reliabel adalah cermat atau dapat dipercaya. Dalam artian, yaitu seberapapun jauh skor dari skala tersebut ia dapat dipercaya. Skor skala ini pun dihasilkan juga belum tentu adalah skor yang sebenarnya. Skor itu dapat berupa kesalahan pengukuran, skor skala yang bergerak dari kontinum 0-1. Skala yang memiliki skor realibilitas 1 memperlihatkan 100% hasil dari pengukuran skor sebenarnya.

Terstandardisasi

Terstandardisasi ini dapat diartikan memiliki sebuah sistem yang sangat jelas. Sistem ini meliputi sebuah petunjuk dan juga perangkat. Skala yang memiliki petunjuk pengerjaan, subjek, waktu, pemberian skor, dan juga cara interpretasi yang jelas. Petunjuk juga menjelaskan teori, realibilitas, validitas, dan sampel maupun norma. Petunjuk yang tertuang di dalam buku pedoman/panduan/petunjuk. Siapapun yang menggunakan skala ia harus menggunakan cara yang sama. Subjek yang mengerjakan skala di dalam bentuk perangkat yang sama pula.

Efisien

Efisien ini dapat diartikan secara ringkasnya adalah singkat, ringan, dan hemat. Skala dikerjakan dalam waktu yang relative singkat. Subjek tak merasa bosan dikarenakan terlalu lama di dalam pengerjaannya. Pembuatannya pun tidaklah membutuhkan biaya yang tergolong tinggi. Cara untuk mengerjakan skala yang di buat mudah dan tidak menyulitkan subjek. Begitu pulu dalam hal memberikan skor dan juga interpretasi, sehingga dapat memudahkan para interpreter.

Bermanfaat

Skala psikologi pun haruslah yang bermanfaat. Skala dapat saja digunakan untuk beragam keperluan. Namun manfaat utama skala psikologis adalah keperluan dalam riset. Hal ini pun lebih tinggi atau dapat dikatakan penting yaitu sifat kepraktisan saat dimanfaatkan. Lebih baik lagi, apabila skala yang di buat tersebut dapat memprediksikan perilaku di masa depan.

  1. Skala Psikologi Dalam Psikometri

Psikometri adalah sebuah ilmu yang mempelajari pengukuran dalam psikologi. Dalam hal ini ialah pengukuran proses mental dan juga perilaku dari manusia. Proses mental ini adalah proses yang tak tampak yang terjadi pada diri manusia, seperti halnya: kognisi, motivasi, dan juga persepsi. Perilaku adalah sebuah kegiatan konkret yang mana ia dapat dilihat secara langsung, seperti halnya berbicara, berjabat tangan, dan berlari. Psikometri adalah dasar dari keilmuan konstruksi alat ukur psikologi. Psikometri berisikan sebuah teori tentang cara untuk mengukur proses mental dan juga perilaku tersebut. Konstruksi dari alat ukur adalah praktik dari pembuatan alat ukur.

Konstruksi dari alat ukur psikologi dibagi ke dalam dua hal. Yang pertama adalah konstruksi tes yang membahas pembuatan dari atribut kognitif. Atribut yang membutuhkan sebuah kemampuan dalam berpikir. Ada jawaban benar – salah. Pengerjaannya pun dibatasi waktu yang ketat. Hal ini misalkan seperti pembuatan dari alat tes IQ, bakat, dan juga tes ujian. Jenis ini pun tertuang ke dalam ‘Metode Konstruksi Tes’

Dan yang kedua adalah penyusunan skala, yang mana pembuatan atributnya bersifat nonkognitif. Atribut akan meminta responden untuk memberikan sebuah jawaban. Semua jawaban bersifat benar. Subjek pun menjawab sesuai dengan dirinya sendiri. Waktu dalam pengerjaan tidaklah terikat. Hal ini seperti halnya dalam membuat skala emosi, sikap terhadap pelajaran, dan juga motivasi berprestasi. By: Muhamad Fadhol Tamimy

Referensi: Priantalo. 2015. Penyusunan Skala Psikologi: Asyik Mudah, Mudah & Bermanfaat. Yogyakarta: Pustaka belajar