Mengenal Apa Itu Gangguan TUNALARAS Pada Anak

Mengenal Apa Itu Gangguan TUNALARAS Pada Anak

March 18, 2017 Off By admin

Mengenal Apa Itu Gangguan TUNALARAS Pada AnakGangguan Tunalaras – Apakah anak anda adalah anak yang terolong tidak bisa diam ? Atau tidak dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan yang ada di sekitarnya ?

Sang anak banyak melakukan kesalahan, hingga ia merugikan diri sendiri dan orang lain ?

Hati-hati bunda dimanapun Anda berada, mungkin saja sang anak diindikasikan mengalami gangguan emosi dan perilaku atau bahasa lainnya adalah tunalaras.

Perawatan dan penanganannya tentu juga harus lebih ekstra dong.

Anak dengan gangguan emosi dan perilaku kerap di sebut dengan Emotional and Behavioral Disorder atau EBD. Biasanya, di Indonesia terkenal dengan sebutan tunalaras. Anak yang mengalami gangguan tunalaras ini biasanya memiliki respon dalam menanggapi rangsangan dari luar secara berbeda dengan anak normal seperti pada umumnya.

Anak tunalaras biasanya tak hanya mengganggu dirinya sendiri, namun terkadang anak ini juga mengganggu dan merugikan orang lain di sekitarnya. Anak tunalaras cenderung susah untuk menyesuaikan diri saat berada di tempat – tempat publik, seperti sekolah, rumah sakit, dan lain sebagainya. Oleh sebab itu, anak dengan tunalaras ini, seringkali memerlukan pelayanan pendidikan khusus yang cendrung berbeda dengan anak normal pada umumnya. Meskipun setelah ia mendapatkan pendidikan secara rutin, ia juga dapat mengikuti pendidikan normal seperti pada umumnya.

Ciri – ciri dari anak yang memiliki kecendrungan tunalaras atau gangguan emosi dan perilaku ini didefinisikan oleh Hallahan dan Kauffman antara lain sebagai berikut :

  1. Memiliki perilaku dan juga tingkah laku yang ekstrim, sehingga menyebabkan anak berbeda dengan anak yang lainnya.
  2. Memiliki problem emosi dan juga tingkah laku yang parah. Kadang kala juga kemunculannya dalam selang waktu yang berbeda – beda.
  3. Muncul tingkah laku yang tidak diharapkan oleh lingkungannya, karena tingkah laku tersebut berlawanan dengan sosial dan cultural sekitar.

Selain itu, Heward dan Orlansky (dalam Sunardi, 1996) menyebutkan bahwa anak yang memiliki gangguan tuna laras muncul beberapa karakteristik sebagai berikut ini :

  1. Tidak bisa belajar atau mengalami kesusahan belajar, yang mana salah satu penyebabnya adalah karena intelektualitas yang rendah.
  2. Tak mampu untuk membangun dan menjaga hubungan baik dengan orang lain, seperti halnya teman dan guru.
  3. Keadaan emosi yang masih sangat labil, kadang ia bahagia sekali kemudian depresi (sangat sedih)
  4. Cenderung memunculkan gejala fisik (simptom – simptom fisik) atau ketakutan yang diasosiasikan dengan permasalahan pribadi atau sekolah.

BACA JUGA PENYEBAB ANAK MENGALAMI GANGGUAN EMOSI DAN PERILAKU

Biasanya anak dengan gangguan emosi dan perilaku memiliki IQ atau inteligensi dibawah rata – rata. Anak ini memiliki minat belajar yang kurang, sehingga mengalami kesulitan untuk diajak belajar. Inilah yang menyebabkan guru sedikit tidak menyukai anak dengan kondisi tunalaras ini, karena mereka cendrung tidak mau diajak untuk belajar bersama atau sangat susah belajar bersama.

Selain itu, anak juga mengalami masalah yang berhubungan dengan gangguan emosi dan perilaku. Misalnya memkul, berkelahi, mengejek, berteriak, menangis, memeras, dan merusak benda – benda, serta tidak penah untuk menuruti perkataan orang lain. Jika perilaku ini sudah sangat parah, gangguan yang di alami anak juga sudah kronis. Mungkin anak anda pernah mengalami beberapa perilaku diatas. Lantas apakah anak anda juga mengalami gangguan perilaku atau conduct disorder ?

Anak yang mengalami gangguan perilaku dan emosi akan mengalami hambatan perilaku dan emosi yang cukup sering. Meskipun anak normal juga mengalaminya, tetapi intensitas dengan anak yang bergangguan itu berbeda. Bentuk agresivitas dan impulsif anak yang bergangguan dengan normal itu berbeda.

Gangguan perilaku dan emosi ini juga membuat sifat anak menjadi lebih kekanak – kanakan. Biasanya mereka juga cenderung menarik diri dari lingkungan. Kerap ditemui anak dengan gangguan tuna laras cenderung tidak memiliki teman atau hanya sedikit saja yang mau bermain dengannya. Keterampilan sosial seperti bermain sosial dan bersenang – senang tidak dimiliki atau kurang dimiliki oleh anak tuna laras.

Bahkan anak tuna laras juga cenderung mengasingkan diri. Ia senang berkhayal dan melamun. Anak dengan tuna laras ini memiliki rasa takut yang berbeda dengan anak seusianya. Sampai beberapa ada yang mengalami tertekan dan depresi.  Oleh sebab itulah gangguan ini perlu perhatian oleh semua pihak terkait. By: Izzatur Rosyida