Nama : Zahra xxx
E-mail : zahranuxxxxx@gmail.com
Isi Konsultasi : saya remaja,baru smp kelas 8. orang tua saya sibuk,dua duanya bekerja,dan saya harus selalu dirumah untuk menjaga kakak kedua saya yang autis,saya selalu iri pada orang lain yang biasa memeluk ibunya atau ayahnya.saya hampir tidak pernah dipeluk lagi atau sekedar mengobrol basa basi.dulu juga saya pernah dikata katai oleh ayah saya dengan sebutan”tolol” “goblok”,padahal hanya masalah sepele,ayah saya juga sering membentak saya.ingin sekali rasanya saya makan bareng keluarga,jalan jalan ke mall,dipeluk,bahkan saya ingin sekali dicium oleh ibu saya,tapi ibu saya selalu menolaknya.memang banyak orang orang,teman teman,tapi saya selalu merasa sendirian,bahkan jika diluar saya tersenyum,tertawa,dan bercanda,jika saya sedang sendiri saya selalu merenung dan selalu ingat kata kata ayah saya “tolol” dan “goblok”,dan sering sekali saya menangis,mungkin hampir setiap hari,hanya karna masalah ini.saya benar benar ingin sekali menceritakan unek unek saya pada siapapun itu,tapi saya tidak percaya orang lain,saya butuh teman untuk bicara seperti ini,ingin sekali rasanya bercerita ini itu dengan ibu saya,tapi saya merasa tidak percaya pada ibu saya sendiri.saya pun mulai menyimpang hanya untuk mencari kesenangan tersendiri,bahkan saya pernah mencuri uang orang tua saya,dan saya gunakan uang itu untuk membeli barang barang yg saya inginkan,saya juga terkadang menonton hal hal yang seharusnya tidak untuk ditonton,saya tau semua itu salah,ya tapi entahlah.memang saya diberikan uang,membeli kebutuhan,tapi selalu ada yang kosong,saya merasa saya kurang diperhatikan,kata kakak saya yang pertama”mending kepesantren aja,soalnya kalo di negri bakalan enggak keperhatiin sama mamah dan papah” saat kakak saya yg pertama bilang begitu,saya benar benar menahan diri untuk tidak menangis,hati saya seketika sakit.dan saya sekarang tidak tau harus bagaimana,ke dokter psikolog pun saya tidak bisa,saya mohon bantuanya :’)

Jawaban: Memang rasa kecewa yang mba Zahra alami akan terjadi pada setiap orang yang mengalami pengabaian akan kasih sayang. Terlebih sosok orang tua yang sibuk untuk mencari nafkah hingga mba Zahra merasakan kesepian dalam kesendirian. Perasaan tersebut mungkin akan semakin dirasakan, manakala momen kesendirian tersebut hadir.

Ada baiknya mba Zahra untuk mencoba secara perlahan di momen yang tepat untuk melakukan komunikasi tentang perasaan yang mba Zahra rasakan. Beritau orang tua bahwa anda membutuhkan kasih sayang tersebut pada kedua orang tua. Tak sampainya keinginan yang mba rasakan bisa jadi dikarenakan orang tua tak mengetahui maksud anda ketika mencari perhatian tersebut. Jika cara untuk mencari perhatian dengan cara yang salah tentu orang tua justru akan menganggap kita hanya selalu merepotkan dan melakukan kesalahan saja.

Carilah momen yang tepat untuk membicarakan apa yang mba inginkan kepada orang tua. Momen yang dapat dicoba adalah ketika orang tua sedang tidak dalam keadaan sibuk, contohnya di waktu makan bersama, sedang ngumpul bersama dan lain sebagainya. Hindari untuk membicarakan keinginan anda ketika orang tua sedang mengerjakan kesibukannya.

Jadikan setiap apa yang mba zhara lakukan adalah bentuk keberbaktian anda pada orang tua. Karena sebaik-baiknya anak yang bermanfaat akan mendapatkan berkah dari yang maha kuasa. Tetap semangat mba dalam menjalani hidup