Mengapa Memaafkan itu Sulit Dan Bagaimanakah Cara Menyikapinya?

Mengapa Memaafkan itu Sulit Dan Bagaimanakah Cara Menyikapinya?

February 15, 2017 Off By admin

Mengapa Memaafkan itu Sulit Dan Bagaimanakah Cara Menyikapinya?Mengapa Memaafkan Itu Sulit – Pernahkan anda di sakiti oleh orang lain ? Di hina ? Di caci maki ? Di perlakukan tidak adil ? Di anggap remeh ? Tidak di hargai dan tidak di anggap ? Di perlakukan seolah anda tidak ada apa –apanya. Tidak berharga, dan di anggap seperti tidak ada.

Seolah anda bukanlah makhluk yang tak seharusnya di berikan penghargaan yang pantas nan tinggi.

Ada juga yang di sakiti sampai benar – benar ia merasa harga dirinya di jatuhkan. Bukan hanya di depan dirinya, namun di tengah keramaian. Di siksa oleh orang lain di tempat umum. Di perlakukan tidak senonoh. Di jambak, di tendang, di tusuk dengan putung rokok, di jotos, dan lain sebagainya.

Bahkan mereka yang sudah berlaku sedemikian kejam tidak merasa salah. Merasa yang di lakukan itu sudah sepantasnya di lakukan. Mengangap anda memang layak di perlakukan demikian.

Mungkinkah anda menerimanya ? Mampukah anda memaafkan setelah beberapa kejadian pahit menimpa diri anda ?

Tentu hal tersebut sangatlah sulit untuk memaafkannya. Melupakan kejadian yang menimpa kita seperti itu saja terasa sulit dan berat, apalagi untuk memaafkan perlakuan tersebut.

Alasan Memaafkan Itu Sulit

Mengingat saja sudah membuat hati sakit. Melihat wajah pelaku sudah membuat muak dan benci. Rasanya ingin menangis. Rasanya menganggap dunia ini kejam. Kecendrungan untuk menyalahkan Tuhan, bagaimana hal ia bisa menciptakan orang setega dan sejahat itu. Lantas apakah orang –orang seperti itu akan di maafkan ?

Tidak semua orang layak di beri maaf

Mungkin anda menganggap bahwa ia tidak layak untuk di beri maaf. Semua perlakukan kejam yang sudah anda dapatkan tidak sebanding dengan kata maaf yang di ucapkan. Bahkan saat mendengar ia menderita, hati justru cendrung malah terasa lega. Batin mengatakan, ‘sudah sepantasnya kamu menerima itu. Ingatlah ketika dulu kamu menyiksaku.’ Atau ‘ enak kan, sudah sepantasnyalah kamu menerima ganjaran yang setimpal

Sebenarnya, maaf itu seperti apa ? Apakah semua orang pantas untuk di beri maaf ?

Memaafkan itu adalah merubah perasaan negatif ke arah positif, yang dulu benci sekarang jadi tidak, yang dulu ingin membalas dendam sekarang tidak, yang dulu ingin membunuh pelaku, namun mengurungkan niatnya. Fokusnya adalah merubah perasaan negatif ke positif. Anda harus bisa menyeimbangkan perasaan menjadi lebih baik. Anda yang bisa memaafkan orang lain benar – benar seseorang yang memiliki moral tinggi.

Forgiveness, on other hand is a coping strategy for overcoming the negative emotional impact of these offenses (Egan & Todorov, 2009).

Memaafkan adalah bentuk strategi coping atau cara penyelesaian masalah yang dilakukan oleh korban yang tersakiti. Mereka menyelesaikan masalah bukan dengan membalas dendam, agar pelaku juga mendapatkan hal yang sama. Namun bentuk penyelesaian masalah yang di lakukan adalah bagaimana cara membuat korban, puas hanya dengan melupakan dan tidak mengungkit lagi rasa sakit.

Memaafkan bukanlah hal yang mudah. Memang hal tersebut memerlukan waktu yang lama untuk ikhlas melakukannya. Ada beberapa tahap yang dapat dilakukan agar seseorang harus benar – benar ikhlas untuk menerima semua duka lara. Anda harus benar – benar bisa memahami alasan mengapa pelaku bertindak demikian.

Cara anda agar mudah memaafkan

Apakah anda yang susah memaaafkan orang lain, lantas apakah kita selamanya tidak bisa memaafkan ? tentu hal tersebut bisa. Jika memang anda benar benar ingin dan mau mencoba, atau setidaknya merasa bahwa perbuatan balas dendam itu adalah cara yang salah. Berikut adalah beberapa tahapan seseorang sebelum memaafkan. Simak ulasan berikut :

  1. Berusahalah empati dengan orang lain

Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan berusaha berempati pada orang lain. Anda bisa memaafkan orang lain dengan cara ini. Berusahalah untuk memahami pelaku dan perilakunya yang di timbulkannya dahulu. Mungkin saja ia memperlakukan anda seperti itu karena keluarganya memiliki latar belakang yang keras. Atau pelaku adalah orang yang berwatak keras. Dengan memahami pelaku, anda bisa lebih mudah menerima kelakuannya.

Semua orang memiliki alasan tersendiri dalam berbuat. Dan memahami alasan yang di lakukan oleh orang lain adalah, bentuk pendewasaan diri yang ada pada diri seseorang. Mencoba untuk berempati dengan orang lain tak hanya membuat anda menjadi seseorang yang bijaksana dan dewasa, melainkan segala unsur kebaikan akan terbangun di dalam diri Anda.

  1. Hentikan banyak melakukan perenungan masa lalu

Mengingat masa lalu memang cukup sakit. Apalagi yang di ingat adalah kenangan buruk. Maka agar kita lebih legowo untuk memaafkan adalah dengan menghentikan untuk merenungkan pengalaman buruk masa lalu. Ya benar salah satu cara yang bisa di lakukan adalah menghentikan kenangan masa lalu. Berusahalah untuk membuka lembaran baru. Hentikan melakukan perenungan masa lalu. Semakin Anda berusaha untuk mengingat hal tersebut, hanya akan membuat anda semakin sakit. Percayalah.

  1. Bangunlah relasi dengan banyak orang baru

Lantas, setelah anda melakukan beberapa hal itu cobalah untuk membangun relasi baru. Ciptakan pertemanan baru yang lebih baik. Buatlah lingkaran sahabat baru yang bisa menerima Anda satu sama lain. Menerima secara apa adanya tanpa embel-embel kepentingan sempit tentang keduniawian. Tanpa syarat, dan tanpa paksaan. Hal ini bisa membuat anda menjadi pribadi yang lebih baik.

  1. Luka yang timbul

Perhatikan luka yang muncul. Apakah benar – benar sangat melukai harga diri anda atau tidak. Jika perbuatannya masih bisa di toleransi, maka cobalah untuk melakukan perbaikan hubngan dengannya. Namun jika luka terlalu dalam, bahkan sangat sakit lebih baik untuk tidak membuat hubungan baru dengannya. Sebab jika sangat sakit, di takutkan anda semakin susah untuk memaafkan. Cukup berusaha untuk tidak berurusan lagi dengannya saja.

Dengan melakukan beberapa hal di atas semoga anda menjadi orang yang lebih bahagia daripada yang sebelumnya. Itulah beberapa tips agar anda bisa lebih mudah memaafkan. Jangan pernah salah, memaafkan bukanlah tindakan yang memalukan, tindakan pecundang, atau tindakan orang kalah. Namun memaafkan adalah tindakan pemenang. Karena anda berhasil mengalahkan hawa nafsu dan pikiran buruk anda sendiri. By: Izzatur Rosyida

Reference

Egan, L. A., & Todorov, N. (2009). Forgiveness as a Coping Strategy to Allow School Students to Deal with the Effects of being Bullied : Theoretical and Empirical Discussion. Journal of Social and Clinical Psychology, 198-222.