Mengapa Kita Bisa Lupa? Berikut ini Adalah Proses-Proses dan Penyebab LupaLupa adalah salah satu hal yang wajar dan bisa ditemui di berbagai situasi. Namun banyak yang bingung, mengapa kita bisa lupa? Nah, ada banyak hal yang mungkin bisa menyebabkan seseorang menjadi lupa. Penasaran? Yuk simak beberapa hal dan juga faktor yang menyebabkan mengapa kita bisa lupa di bawah ini:

Mengapa Kita Bisa Lupa?

  1. Decay Theory

Pandangan pertama tentang penyebab mengapa kita bisa lupa adalah decay theory. Decay theory ini merupakan sebuah teori dan pandangan bahwa kita bisa menjadi lupa karena lama kelamaan ingatan yang disimpan di dalam otak kita akan semakin aus dan aus (decay) apabila tidak diulang-ulang secara konsisten.

Hal ini menegaskan bahwa seseorang bisa mengalami lupa terhadap suatu hal ketika tidak memperkuat ingatannya selama bertahun-tahun atau jangka waktu yang sangat lama.

Misalnya saja, seorang suami yang lupa bagaimana cara membuat layangan pada masa kecilnya, karena sudah tidak pernah membuat layangan lagi selama lebih dari 30 tahun.

Namun demikian, ingatan ini sebenarnya bisa dimunculkan kembali dengan beberapa proses tertentu, karena ingatan ini bukan hilang, hanya saja masih ada di alam bawah sadar anda.

  1. Interferensi

Pandangan mengenai mengapa kita bisa lupa berikutnya adalah karena adanya interferensi. Interferensi merupakan kondisi dimana terdapat informasi baru yang tidak sejalan dengan informasi lama, sehingga hal ini akan menutup informasi lama, dan membuat kita lupa.

Terdapat dua macam interferensi yang bisa menyebabkan lupa, yaitu:

  • Interferensi retroaktif, yaitu munculnya lupa karena adanya informasi baru yang menumpuk di atas informasi yang sudah ada sebelumnya. Contohnya:
    • Ingatan anda tentang mantan kekasih anda akan hilang karena saat ini, anda sudah memiliki pasangan yang lebih baik dibandingkan mantan kekasih anda terdahulu
    • Pelajaran-pelajaran pada masa SD dan SMP akan terlupakan, karena saat ini anda sudah duduk di bangku kuliah, dan mendapatkan banyak mata pelajaran yang jauh lebih rumit dan mungkin lebih penting untuk diingat.
  • Interferensi proaktif, merupakan kebalikan dari retroaktif, dimana anda akan sulit mempelajari hal-hal baru, karena ingatan lama anda masih tertanam kuat. Contohnya adalah:
    • Anda tidak bisa menjalin hubungan percintaan yang serius, karena masih belum bisa move on dari mantan kekasih anda
    • Anda tidak bisa menerima teori mengenai bumi itu datar, karena sejak kecil anda sudah ditanamkan bahwa bumi itu bulat
    • Pemahaman agama dan ketuhanan anda tidak dapat dirubah dengan pemahaman baru, karena sudah tertanam kuat di dalam diri anda.
  1. Retrieval Failure

Retrieval failure merupakan salah satu penyebab mengapa kita bisa lupa karena adanya kekurangan informasi dan petunjuk dalam mengingat sesuatu. Hal ini biasanya terjadi ketika kita dihadapkan pada situasi yang kabur dan kurang jelas. Hal ini membuat otak kita tidak mampu untuk melihat sebenarnya apa saja yang harus diingat, karena ciri-ciri ataupun petunjuk yang kurang. Contohnya adalah :

  • Anda bertemu dengan teman lama, namun karena wajahnya sudah berubah, maka anda kesulitan untuk mengingat namanya. Hal ini disebabkan kurangnya petunjuk yang bisa diproses oleh kognisi anda, sehingga anda menjadi lupa
  • Anda lupa dimana meletakkan alat tulis anda, karena anda kekurangan petunjuk atau ciri-ciri dari lokasi terakhir anda meletakkan alat tulis anda

Nah, itu adalah 3 hal yang menjadi penyebab mengapa kita bisa lupa. Masih ada 2 faktor lainnya yang bisa menjadi penyebab mengapa kita bisa lupa, dan sedikit tips untuk mengatasi lupa pada post berikutnya. By: Eduardus Pambudi   Baca juga mencegah lupa