Gangguan Kepribadian Borderline

Mengapa disebut sebagai gangguan Borderline Disebut Sebagai Gangguan kepribadian ambang?

Ambang ataupun borderline, merupakan semacam garis batas yang sering digunakan pada berbagai disiplin ilmu. Misalnya saja garis batas kemiskinan, garis batas IQ normal dan yagn mengalami retardasi. Dalam hal gangguan kepribadian, gangguan kepribadian ambang atau borderline ini memiliki posisi diantara neorosis dan juga psikosis. Jadi, mereka yang mengalami gangguan kepribadian ini, bukan merupakan individu yang mengalami gangguan kecemasan atau neurosis, namun bukan juga mereka yang mengalami gangguan psikosis, seperti misalnya skizofrenia. Namun mereka memiliki beberapa ciri dari kedua jenis gangguan tersebut.

Bagaimana orang – orang melihat mereka yang mengalami gangguan kepribadian ambang atau borderline?

Dalam lingkungan sosial, mereka yang mengalami gangguan kepribadian ambang cenderung dilihat oleh orang – orang sebagai :

  1. Sering melukai dirinya sendiri, misalnya menyayat lengan dan sebagainya
  2. Labil dan tidak memiliki masa depan
  3. Orang yang terlihat depresif
  4. Afek atau emosi yang cepat berubah
  5. Mudah marah
  6. Unpredictable
  7. Serin mengancam bunuh diri
  8. Bisa sangat tergantung pada orang lain (orang terdekat), namun suatu sisi bisa menyerang orang terdekatnya
  9. Sering merasa bosan, kosong, dan juga jenuh
  10. Cenderung memproyeksikan apa yang dirasakan kepada orang lain
  11. Sering dianggap gila atau sakit mental

Gangguan kepribadian ambang ini belum diketahui secara pasti penyebabnya. Gangguan kepribadian ambang ini bukan termasuk ke dalam gangguan – gangguan mood, seperti bipolar, masalah identitas, ataupun masalah kenakalan pada remaja. Kebanyakan gangguan kepribadian ambang terjadi pada wanita.

Gambaran ke depan dan penanganan dari gangguan kepribadian ambang atau borderline

Secara umum, gangguan kepribadian ambang tidak mengarah kepada munculnya gangguan psikosis seperti skizofreina. Namun mereka cenderung sering mengalami gejala atau episode depresif berat, dan biasanya munculnya gangguan kepribadian ambang atau borderline ini dapat didiagnosa atau dideteksi pada usia sebelum 40 tahunan.

Terapi pada mereka yang mengalami gangguan kepribadian ambang atau borderline cukup sulit untuk dilakukan. Biasanya hanya mengandalkan terapi perilaku, dimana ditujukkan untuk mengurangi kemunculan dari symptom – symptom yang membahayakan, seperti bunuh diri, menyakiti diri sendiri, ataupun impulsivitas.

 

by: Eduardus Pambudi

 

Baca juga sebelumnya