Mencari Tipe Gaya Kepemimpinan Terbaik Untuk Diterapkan

Mencari Tipe Gaya Kepemimpinan Terbaik Untuk Diterapkan

February 22, 2017 Off By admin

Mencari Tipe Gaya Kepemimpinan Terbaik Untuk DiterapkanGaya Kepemimpinan – Seorang pemimpin adalah orang yang paling dihormati, disegani, dan dipandang oleh orang lain. Baik itu adalah pemimpin rumah tangga, pemimpin lembaga, pemimpin organisasi, dan pemimpin lainnya, mereka semua biasanya adalah orang yang benar – benar memiliki kharisma tersendiri. Mereka bukan hanya orang yang mampu berkuasa atas sesuatu saja, akan tetapi orang tersebut mampu untuk mengendalikan kemana arah dan tujuan sebuah oraganisasi/lembaga dapat tercapai.

Banyak sekali  contoh pemimpin – pemimpin yang dikagumi oleh para anggotanya. Untuk seorang muslim tentu panutan dalam kepemimpinan adalah nabi besar Muhamad yaitu seorang Rosulullah, yang mampu dengan kepemimpinannya mengubah kebudayaan dan zaman. Berkat pengaruhnya lah kita dapat merasakan keberadaban yang selalu ditanamkan oleh beliau.

Baca juga MEMAHAMI TIPE GAYA KEPEMIMPINAN

Contoh lain dari pemimpin yang menjadi panutan adalah Muhammad Al-fatih (Mehmed II), Mahatma Gandhi, Wiston Churchill, Soekarno, dan para tokoh – tokoh terkenal lainnya. Mereka merupakan contoh pemimpin yang baik sepanjang masa. Terlepas bagaimana beliau memimpin anggotanya, bagaimana cara beliau untuk mengendalikan, dan mengkoordinasi anggotanya.

Pemimpin bukan hanya sekedar orang yang bisa disegani dan bisa mengendalikan orang lain. Namun beliau bisa dicontoh, dijadikan teladan untuk anggotanya, serta bisa membawa perubahan ke arah yang lebih baik. Penelitian selama 1 abad ini merumuskan bahwa pemimpin terbaik sepanjang masa adalah Nabi Muhammad Saw. Beliau bukan hanya bisa menkoordinasi umatnya, namun berperan sebagai teladan manusia, dikagumi, serta membawa perubahan dari tahun 600 masehi sampai sekarang.

Bagaimana pemimpin itu ?

Lantas seperti apakah pemimpin itu menurut para tokoh ? Menurut Hemhill dan Coons mengutarakan bahwa pemimpin adalah perilaku seorang individu yang memimpin serta mengkoordinasi aktivitas – aktivitas kelompok ke arah tujuan yang hendak dicapai bersama atau shared goals.

Weschler dan Masarik menambahkan bahwa pemimpin adalah orang yang mampu mempengaruhi dalam situasi tertentu dan diarahkan melalui proses komunikasi untuk mencapai beberapa tujuan tertentu. Lantas Howard Hoyt melengkapi bahwa pemimpin dan kepemimpinan adalah seni untuk mempengaruhi tingkah laku manusia serta bisa membimbing seseorang.

Kesimpulan dari pendapat beberapa ahli diatas adalah pemimpin merupakan tokoh atau orang yang bisa mengkoordinasi aktivitas anggota, bisa mempengaruhi, serta membimbing ke arah tujuan yang hendak dicapai. Terlepas bagaimana ia memimpin dan gaya yang diterapkannya. Tidak semua orang dapat dipimpin dengan jalan yang sama. Tidak semua anggota juga bisa dipimpin dengan orang yang sama.

Memimpin sesuai dengan anggota

Perlu diketahui, bahwa semua orang tidak bisa diperlakukan sama. Ada orang yang suka bercandaan serta ada orang yang bawaanya serius. Ada orang yang pendiam dan susah untuk bergaul, namun ada juga orang yang mudah akrab dan cepat gaul dengan orang lain. Perbedaan karakteristik ini juga menjadi corak berbeda bagi setiap pemimpin. Sehingga bisa disesuaikan, kapan seorang pemimpin tegas, kapan beliau lembut.

Ada beberapa gaya kepemimpinan yang biasa digunakan oleh para pemimpin. Seperti apa sajakah ? Simak ulasan berikut :

  1. Pemimpin yang otokratis

Mungkin orang akan menyebut pemimpin ini adalah orang yang keras kepala dan galak. Semua hal, sepeerti keputusan, diskusi, dan lain sebagainya ditentukan oleh sang bos. Banyak sekali perintah yang akan ditunjukkan oleh anak buah. Bos seperti ini hanya akan menyuruh semua pekerjaan. Hampir tidak ada waktu diskusi dengan anak buah karena semua sudah dirancang oleh bos.

Pemimpin yang bekerja dengan cara ini cenderung tidak disukai oleh anak buahnya. Antara bos dan anak buah memiliki pembatas dan geps yang tinggi. Namun tujuan yang dilakukan dengan cara ini cenderung akan berhasil lebih cepat, jika bos adalah orang yang pandai mengatur strategi.

2. Pemimpin yang demokratis

Kebalikan dengan pemimpin yang otokratis. Beliau adalah bos yang mau bekerja sama dengan bawahan dan orang lain. Bersedia menerima kritik, saran, dan berdiskusi dengan yang lain untuk mencapai tujuan. Pemimpin yang seperti ini cenderung lebih banyak disukai oleh anak buahnya. Sebab geps antara bos dan bawahan tidaklah tinggi.

Namun dalam mencapai tujuan, pemimpin jenis ini cenderung lebih lambat. Sebab strategi yang dikeluarkan tidak terfokus hanya pada satu point. Biasanya mereka menjalankan tidak menjalankan satu tujuan. Ketika bos berencana untuk melakukan plan A, namun hasil diskusi ternyata plan B yang dijalankan. Kebanyakan diskusi dengan orang lain akan memperlama mengambil keputusan untuk menangani suatu masalah.

3. Laissez Faire

Tipikal pemimpin ini adalah tipe pemimpin yang menjalankan kepemimpinan secara pasif, atau sebagai seorang yang menonton saja. Dalam hal ini ia menyerahkan segala macam penentuan tujuan dan juga kegiatan kelompok kepada setiap anggotanya masing-masing.

Seorang pemimpin dalam tipe gaya kepemimpinan ini biasanya akan menyerahkan bahan-bahan dan juga alat-alat yang di perlukan dalam sebuah kelompok tersebut. Ia cendrung tak mengambil inisiatif apapun di dalam kegiatan kelompok.

Lalu dari ke tiga kepemimpinan tersebut apakah ada yang lebih baik di bandingkan dengan tipe gaya kepemimpinan yang lainnya?

Menanggapi hal tersebut, tentu akan berbeda konteks dan penempatan, dimana, dan kondisi apa saja organisasi tersebut. Bisa jadi tipe gaya kepemimpinan otoriter lebih baik di bandingkan dengan tipe gaya kekpemimpinan yang demokratik. Atau tipe gaya kepemimpinan yang Laissez Faire lebih baik di bandingkan tipe kepemimpinan yang otoriter. Tergantung konteks dan penempatannya. By: Izzatur Rosyida