Menata Hati Saat Di Tinggal KekasihNama : Rahayu xxxx
Judul : Emosi
Isi Konsultasi : Saya berumur 19 th.sy d putuskan pacar.stlh 3 th pcrn.skrg sdah 6 bulan km ptus.setiap hal yg berkaitan dg mntan sya psti sya menangis liatnya.mulai dr sepak bola,paskibraka.dn lainnya.sya msh brkomunikasi dg dia.saya jdi sering bicara sndiri .trkadg senang,kemudian timbul kebencian dan kemarahan,lalu sy menangis.ap solusi biar saya bsa tenang? Terima kasih

Jawaban: Dear mba rahayu, menjalin hubungan selama 3 tahun tentunya merupakan waktu yang bisa dikatakan lama untuk ukuran pacaran. Tentu selama itu kenangan dan juga kisah-kisah masalalu akan sulit sekali untuk dilupakan dalam kenangan. Terlebih ketika momen putus tersebut di saat anda sedang dalam taraf sangat mencintainya. Hal tersebut merupakan hal yang wajar ketika anda bersedih hati. Bahkan tak harus cinta pun seseorang yang kehilangan, kehilangan sejumlah uang 50 ribu saja hati pun dapat berpotensi merasakan sedih.

Namun ingat bahwa umur anda saat ini masih muda 19 tahun, dimana masa depan anda masih sangat berpotensi untuk menjadi gadis cemerlang dan berguna bagi orang di sekitar anda. Cobalah unntuk menyibukkan diri dikala kenangan tersebut mulai muncul kembali. Problem utama yang membuat anda semakin sulit untuk melupakan mantan anda adalah, hubungan yang masih saja di lakukan. Terlebih jika hal tersebut di bumbui dengan filtring( godaan) khas seperti saat masih pacaran dahulu.

Membatasi disini bukan berarti memutus tali silaturrahmi sama sekali, namun membatasi disini adalah tak menghubunginya sementara waktu. Beralihlah untuk menyibukkan diri dalam berkarya. Karena kesibukan yang bermanfaat merupakan obat mujarab yang dapat dilakukan ketika sedang mengalami kesedihan akibat ditinggalkan. Kesedihan yang dialami merupakan akibat dari kekosongan yang dibiarkan terus menerus sembari berharap ia kembali pada diri anda.

Cobalah untuk mulai aktif bergabung ke dalam beberapa komunitas di sekolah, kampus, atau tempat anda bekerja. Dengan begitu anda akan menemukan kawan yang dapat mengisi hari anda dan tak harus berharap ia kembali dan kembali menjalin hubungan pacaran. Tak lupa untuk kembali berserah diri kepada tuhan yang maha esa untuk mudah dan ikhlas merelakan ia yang telah hilang. Karena memang hidup anda sangatlah berharga dan tak pantas untuk bersedih hati kehilangan ia yang bukan jodoh anda.

Tetap semangat.

Psikologi Mania